JOMBLO FII SABILILLAH

JOMBLO FII SABILILLAH
33. JODOHKU MASIH OTW


__ADS_3

..."Ketika engkau menjaga diri, di saat yang sama, di tempat lain jodohmu pun menjaga diri hingga nanti bertemu di saat dan cara yang berkah."...


...( Quote of the day)...


………………………………………………………………………………


Athar keheranan saat melihat seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah ibunya sendiri duduk di sofa ruang tengah sedang melamun sambil mengunyah pelan sepotong cheese cake yang ia bawa pulang dari acara tasyakkuran sekaligus pembukaan rumah mebel yang baru selesai ia bangun. Wajahnya tampak sedih.



Athar menghampiri ibunya. Larut dalam lamunan membuat wanita paruh baya itu tak menyadari kehadiran sang anak yang kini duduk di sampingnya.


Baru setelah Athar menyentuh bahunya, barulah ia tersadar dari lamunannya.


"Ummi ...." suara lembut Athar juga mengagetkan sang ibu.


"Eh, Athar." sahut sang ibu.


"Ummi kenapa? Kok sepertinya ada yang Ummi pikirkan. Wajah Ummi juga kelihatan sedih, ada apa Ummi? Atau cakenya yang gak enak ya Ummi?" tanya Athar penasaran.


"Oh, nggak. Cheese cakenya enak kok, enak banget malah," sahut ummi sambil tersenyum pada Athar.


"Kalau cheese cakenya enak, terus kenapa Ummi sedih gitu saat memakannya tadi?" tanya Athar lagi.


"Beneran deh, cheese cakenya enak banget, cuma rasanya kok kayaknya Ummi pernah memakannya deh, pas makan cakenya tadi Ummi jadi teringat sama temen lama Ummi." jawab Ummi sambil menatap cheese cake di tangannya.


"Temen lama Ummi yang mana, Mi?" tanya Athar penasaran.


"Itu, temen lama Ummi anaknya nenek Fatimah yang sudah meninggal, bukankah Ummi pernah menceritakannya sama kamu," ujar Ummi.


"Oh, yang itu. Ya, Athar inget. Terus apa hubungannya cheese cake ini sama almarhumah temen Ummi?" tanya Athar heran dan masih penasaran.


"Almarhumah teman Ummi itu dulu suka banget bikin cake, bahkan dia sempat berkeinginan buka toko kue dan rasa cheese cake ini sama persis dengan rasa cheese cake yang pernah almarhumah temen Ummi buat dulu." jawab umi.

__ADS_1


"Masa sih, Mi?" Athar tidak percaya.


"Beneran lho, Thar. Coba saja bude Rahma ada disini dan ikut makan cheese cake ini, pasti dia juga akan bilang sama seperti Ummi tadi. Sungguh Ummi masih inget betul rasanya meskipun sudah lama Ummi tidak memakannya lagi. Cuma tampilannya aja yang berbeda. Yang ini lebih modern lah gitu. Kamu pesen dimana cheese cake seenak ini, Thar?" tanya Ummi penasaran.


"Wah, Athar kurang tahu, Ummi, soalnya bukan Athar yang pesen langsung, tapi salah satu karyawan mebel Athar yang ngurus catering roti dan cakenya." jelas Athar membuat wajah Ummi tampak kecewa.


"Yah, padahal Ummi pengen tahu siapa yang membuatnya ...." ucap Ummi pelan tapi masih didengar oleh Athar. Membuat Athar tidak tega melihat wajah kecewa ibunya.


"Ummi jangan sedih gitu, nanti biar Athar tanyain sama karyawan di mebel pesen dimana cheese cake ini," ucap Athar membuat wajah sang ibu cerah kembali.


"Beneran sayang? Masya Allah ... putra Ummi ini emang the best banget!" ucap Ummi memuji Athar sambil mencubit sedikit pipi Athar.


"Ish, Ummi apaan sih, udah gede lho putranya ini, mbok ya kok masih dicubit-cubit kayak bocah cilik!" Protes Athar membuat Ummi terkekeh-kekeh.


"Oh ya ngomong-ngomong kamu beneran nih mau ngurus mebel baru yang disini? Terus yang di Surabaya gimana, Thar. Ummi pasti bakal kewalahan. Apalagi disana pusatnya." keluh Ummi pada Athar.


"Kan masih ada pak lek Anwar yang ngurus disana, Ummi gak perlu kerja atau ngurus mebel pusat lagi. Ummi tinggal duduk manis aja di rumah, atau kalau bosen Ummi bisa sesekali memantaunya langsung ke rumah mebel. Ayolah Ummi, ridhoi putra Ummi yang kata Ummi cuakepnya kayak abi ini, ya ya Ummiku, bidadarinya Abi ...." Rayu Athar pada ibunya.


"Waduh, kok malah sebut-sebut almarhum abi segala sih kamu ini, Le. Ummi jadi kangen sama abi kamu ini. Jadi gagal move on lagi dong Ummi ...." Ummi malah ngajak bercanda putranya. Athar tertawa mendengarnya.


"Alhamdulillah, makasih Ummiku, bidadarinya abi, uhibbuki Ummi." Athar mencium kedua tangan, kening dan kedua pipi umminya. Ummi tersenyum dengan aksi sang putra.


"Sebenarnya Ummi tahu apa tujuan kamu membangun rumah mebel di kota ini, Nak. Pasti karena gadis itu. Semoga usahamu selama ini pada akhirnya akan membuahkan hasil. Aamiin." Do'a Ummi dalam hati sambil memandang wajah putranya.


"Oh ya, bude Rahma masih di kota ini kan, Mi? Apa Ummi gak sekalian aja bareng bude Rahma pulangnya ke Surabaya?" usul Athar pada bundanya.


"Emmm, benar juga usul mu, Nak. Nanti Ummi tak bicarakan deh sama bude Rahma. Lagian Ummi juga pengen tahu seperti apa menantu budemu itu" ucap Ummi.


"Raka sekarang tidak tinggal di kostan lagi Ummi, dia sudah menempati rumah peninggalan ayahnya yang dulu. Katanya gak tega sama Athifa kalo harus membawa istrinya tinggal di kostan juga " ujar Athar pada ibunya. Bunda hanya manggut-mangut mendengarnya.


"Raka sudah nikah, terus kapan nih putra Ummi yang mau nyusul?" Goda Ummi sambil senyum-senyum.


"Ntar ajalah Ummi, jodoh Athar masih OTW." sahut Athar sambil cengengesan. Ummi hanya geleng-geleng kepala mendengarnya.

__ADS_1


"Terus, soal rumah yang baru kamu bangun itu gimana, Nak?"


"Alhamdulillah sudah delapan puluh persen selesai, Ummi. Kalo Ummi pengen melihatnya besok akan Athar temenin Ummi." Ajak Athar.


"Ndak ah." Tolak Ummi singkat.


"Lho emang kenapa, Ummi?"


"Ummi akan melihatnya jika kamu sudah punya istri." jawaban Ummi membuat Athar mendengus.


"Insya Allah bentar lagi bakal ketemu, Mi. Dido'ain saja." sahut Athar.


"Pasti dong, Ummi selalu mendoakanmu, terutama soal jodohmu. Usiamu sudah dua puluh enam tahun bahkan hampir dua puluh tujuh tahun lho, Nak." ucap Ummi sambil tersenyum menatap putra semata wayangnya. Raka membalasnya dengan senyuman juga.


"Makasih Ummiku, bidadari surganya abi dunia akhirat ...." ucap Athar membuat sang ibu kembali terkekeh.


"Semoga Allah secepatnya mempertemukan kamu dengan gadis itu, Nak. Semoga Allah mentakdirkan kalian berdua berjodoh. Kalaupun nantinya kalian tak berjodoh, semoga Allah melapangkan hati kalian dan semoga Allah menggantinya dengan jodoh yang lain yang lebih baik lagi bagi kalian berdua. Aamiin." Do'a tulus Ummi dalam hati.


Ummi Khayra Balqis Mumtaza


Umminya Athar, bidadari surganya abi Iqbal Manaf Syam, katanya Athar. Ummi yang selalu gagal move on dari almarhum suami tampannya tercinta. Wah, Ummi Khayra masih cantik dan awet muda ternyata ya 🥰



To be continue


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Assalamu'alaikum...


Haaai kakak... ketemu lagi di karyaku yang kedua. Minta like n sarannya ya...


Salam sayang dari author.

__ADS_1


Terima kasih kakak 💗


Jangan lupa dijadikan favorit ya😘


__ADS_2