
..."Jomblo yang bertawakkal dia adalah jomblo yang selalu sabar untuk mendapatkan cinta yan sebenarnya."...
...(Quote of jomblo)...
………………………………………………………………………………
"Any question?" Athar mengajukan pertanyaan.
Salah seorang mahasiswa mengangkat tangannya untuk bertanya.
"Maaf Pak Ustadz, saya mau bertanya, cinta dalam Islam itu seperti apa?"
"Dalam Islam, cinta kepada manusia juga merupakan perwujudan dari cinta kepada Allah. Jika seseorang mencintai Allah, ia juga akan mencintai manusia lainnya. Hal inilah yang mendorong manusia untuk berbuat baik kepada sesamanya. Alquran menyebutkan bahwa Allah menciptakan manusia agar saling mengenal dan mengasihi."
"Apakah menyukai seseorang atau lawan jenis adalah dosa?" tanya salah satu mahasiswi lainnya.
"Menyukai lawan jenis tidaklah dosa asal sesuai dengan aturan Islam. Kalau diluar aturan jadi dosa seperti melakukan yang dilarang agama yaitu zina atau melakukan hal-hal yang yang secara bebas hingga bisa mencoreng nama baik."
Pertanyaan demi pertanyaan telah dijawab oleh Athar hingga pertanyaan konyol dari Kayra membuat Athar terkekeh. Bahkan Zidan sampai tercengang.
"Ada nggak sih, pacaran syar'i?" tanya Kayra sambil melirik kearah Nury.
"Pacaran Syar'i? Apa itu pacaran Syar'i? Maksudnya gaya pacarannya yang akhi pake sarung, koko dan peci? Terus, kalo yang ukhti pake gamis sama hijab gitu ya?" tanya Athar sambil terkekeh dan diikuti seluruh orang di aula. Kayra hanya cengengesan. Zidan hanya geleng-geleng kepala.
"Yang namanya pacaran itu gak ada yang syar'i. Yang ada itu pacaran dengan kekasih halal setelah nikah. Hukum dari pacaran itu jelas haram ya ukhti, karena bukan budaya yang berasaskan agama Islam namun dari kebiasaan Barat. Pacaran ala barat ini merupakan bagian dari mendekati zina yang merupakan sesuatu dilarang oleh Allah SWT."
"Kenapa kita tidak boleh pacaran dalam Islam?"
"Larangan pacaran dalam Islam dikeluarkan karena pacaran hanya akan mendatangkan kemudharatan sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Al Qur'an Surat Al Isra ayat 32 : وَلَا تَقْرَبُوا۟ ٱلزِّنَىٰٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلً
'Dan janganlah kalian dekat-dekat dengan zina, karena sesungguhnya zina itu kotor dari sejelek-jeleknya jalan'. Jadi Allah SWT melarang kepada hamba-Nya untuk melakukan perbuatan zina karena itu merupakan perbuatan yang keji yang dapat merusak kehormatan, hubungan rumah tangga dan dapat menyebabkan perbuatan buruk lainnya. Daripada kita pacaran yang sudah jelas-jelas sangat dilarang oleh agama kita, mending kita jadi jomblo aja ya."
__ADS_1
Kalimat terakhir Athar membuat membuat para audience tertawa.
"Lah ya, kan ... untuk itulah ada istilah jomblo bagi seseorang yang masih menyandang status sendiri tanpa pasangan. Menariknya ada juga sebutan jomblo berkelas dan terhormat atau bahkan jomblo fii sabilillah yang artinya seseorang masih sendiri namun tetap berjuang di jalan Allah. Ya ... tak jauh-jauh beda lah dengan kedua Sahabat Fillah di samping kanan kiri saya ini." tunjuknya pada Fadhil dan Zidan. Para audience kembali dengan tawanya.
"Hooo, jangan salah Ustadz, sudah ada kandidatnya ana ini. Cuma ya ... rahasialah, Ustadz." celetuk Fadhil berkelakar. Auto mengundang tawa para audience.
"Oh ya?" Masya Allah ... ternyata Ustadz Fadhil mendekati sold out para ukhti."
"Sholih, cerdas, humoris, cara penyampaiannya pun sangat menyenangkan. Jadinya para audience tidak merasa bosen. Masya Allah ... sungguh beruntung wanita yang jadi istrinya nanti." gumam Nada dalam hati. Sesekali ia melirik ke arah Athar dengan menyunggingkan senyum yang sangat tipis.
Entah kenapa tiba-tiba kedua pasang mata itu beradu. Namun itu tak berlangsung lama. Keduanya reflek menundukkan pandangan mereka.
"Astaghfirullahal 'adzim!" seru Nada lirih sambil cepat- cepat menundukkan kepalanya kembali. Begitu juga dengan Athar. mereka berdua sama-sama melakukan hal yang sama. Menundukkan pandangan masing-masing dan mengucap istighfar berkali-kali. Dan hanya mereka sendirilah yang tahu apa yang telah terjadi.
"Astaghfirullah, tak sepantasnya aku mengagumi dia secara berlebihan seperti ini. Ampuni hamba ya Allah." lirih Nada dalam hati. Ia pejamkan matanya sambil terus melafadzkan kalimat istighfar sebanyak-banyaknya.
***
Tak lama kemudian muncul Kayra bersama Nury.
"Lho, kok cuma berdua? Una mana?" tanya Athifa heran.
"Una lagi terima telpon sebentar, ntar lagi nyusul ke sini kok." jawab Nury.
"Telpon dari siapa?" Athifa penasaran.
"Dari kampungnya katanya, paling dari nenek." jelas Nury lagi. Athifa ber oh ria.
Sementara Kayra dari tadi celinguk sana celinguk sini seperti mencari seseorang. Dan ternyata yang dicari-cari sedang asik ngobrol dengan salah satu mahasiswi berhijab. Bahkan mereka berdua sampai bercanda dan tertawa. Membuat senyum manis Kayra memudar.
"Siapa dia?" tanya Kayra dalam hati. Sungguh hati Kayra saat ini sedang bergemuruh. Entah itu rasa cemburu atau apa. Kayra memalingkan wajahnya ke arah lain karena tidak sanggup melihat interaksi mereka yang akrab.
__ADS_1
Tampak Nada datang dengan langkah tergesa-gesa menghampiri mereka dengan wajah yang sendu menyiratkan sebuah kesedihan. Matanya juga terlihat agak sembab dan hal itu tak luput dari perhatian Athar yang tak sengaja melihatnya sekilas.
"Eh, udah selesai neng nelponnya? Dari siapa?" tanya Athifa pada Nada yang baru saja tiba.
"Emmm, a–aku pulang duluan ya?" ucap Nada pamit dengan suara gemetar.
"Lho, kok pulang? Eh, tunggu-tunggu. Wajah kamu kenapa? Terus mata kamu kok kayak habis nangis? Kamu kenapa Na?" tanya Athifa khawatir dan itu mengundang rasa khawatir Nury dan Kayra. Hal itu juga mengundang perhatian Athar dan jga Raka.
"Nggak papa, cuma khawatir aja sama keadaan nenek di kampung. Ya udah, aku pamit duluan ya, assalamu'alaikum." Nada langsung melangkah cepat meninggalkan mereka.
"Eh, Na. Una tunggu!" panggil Nury namun tsk di gubris oleh oleh Nada yang kini telah masuk ke dalam taksi.
"Tuh anak kenapa sih, perasaanku kok jadi mendadak gelisah gini ya?" ucap Athifa dengan raut wajah nampak gelisah. Nury dan Kayra manggut-manggut pertanda jika mereka merasakan hal yang sama dengan Athifa.
"Udah, mungkin memang lagi ada urusan. Dido'ain aja semoga teman kalian itu baik-baik saja." ucap Raka sedikit menasehati.
"Aamiin." ucap ketiganya mengamini ucapan Raka. Namun tetap saja hati mereka tak bisa berbohong. Rasa khawatir tetap tampak di raut wajah mereka.
Sementara Athar yang dari tadi hanya bisa diam namun tangan kanannya sedari tadi memegang dadanya. Entah perasaan apa yang tiba-tiba menyelimuti hatinya. Yang Athar lakukan hanya menggumamkan istighfar berkali-kali.
To be continue
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Assalamu'alaikum...
Haaai kakak... ketemu lagi di karyaku yang kedua. Minta like n sarannya ya...
Salam sayang dari author.
Terima kasih kakak 💗
__ADS_1
Jangan lupa dijadikan favorit ya😘