
..."Sesungguhnya Allah dan malaikatnya bersholawat kepada Nabi, wahai orang-orang yang beriman bershalawatlah kalian kepadanya dan juga ucapkanlah salam untuknya."...
...(Qs. Al- Ahzab: 56)...
………………………………………………………………………………
Sementara Zidan yang kebetulan merasa kondisi perutnya sudah lebih baik menyusul Athar, Fadhil dan Raka ke mesjid. Namun sesampainya disana ternyata Athar tengah mengisi kajiannya.
Rasa tidak enak hati jika dia tiba-tiba muncul ditengah-tengah mereka. Pasti itu akan sangat mengganggu kajian yang telah berlangsung mereka ikuti. Jadi dia memutuskan untuk menunggu ketiga sahabatnya di sebuah kafe.
Akhirnya disinilah Zidan. Di dalam sebuah kafe yang view nya lumayanlah buat si doi. Dia duduk di kursi paling belakang. Tepat dibelakang seorang gadis manis berambut sebahu yang sedari tadi hanya mengaduk-aduk minumannya tanpa berniat meminumnya.
Zidan yang menunggu minuman pesanannya sambil mengetuk-ngetuk jari-jarinya di atas meja membuat gadis yang duduk di kursi didepannya itu merasa terganggu. Seorang pelayan membawakan minuman yang telah ia pesan tadi.
"Ah, sepertinya sahabat Fillah masih lama deh." Gumamnya pelan.
"Dari pada bosen nungguin mereka mending sholawatan dulu aja disini!" Gumamnya lagi.
Zidan mengeluarkan ponselnya. Ia mengaktifkan dan menyetel salah satu aplikasi musik yang ada di ponselnya. Begitu nada-nada musik mengalun semakin membuat si gadis manis itu semakin merasa terganggu. Gadis manis berambut sebahu itupun berniat pindah ke kursi lain.
Namun ketika hendak beranjak dari tempat duduknya, suara indah nan merdu dari kursi dibelakangnya menyurutkan niatnya untuk pindah ke kursi lain. Suara siapa lagi kalau bukan suara si Zidan yang memang memiliki suara merdu.
Suara Zidan Ali Al Fatih yang kini tengah melantunkan sebuah sholawat dibelakang si gadis manis itu.
...• هُوَ النُّوْرُ يَهْدِي الْحَائِرِيْنَ ضِيَاؤُهُ...
Huwan nuuru yahdil haa iriina dhiyaa uhu
Dialah Nabi saw Pelita cahaya yang memberi petunjuk orang-orang yang bimbang
Gadis manis itupun diam terpaku dalam suara merdu Zidan yang memulai sholawatnya.
...وَ فِي الْحَشْرِ ظِلُّ الْمُرْسَلِيْنَ لِوَاؤُهُ...
Wa fil hasyri zillul mursaliina liwaa uhu
Di padang mahsyar panjinya sebagai pemberi naungan
...تَلَقَّى مِنَ الْغَيْبِ الْمُجَرَّدِ حِكْمَةً...
Talaqqoo minal ghoibil mujarrodi hikmatan
Sampailah kepadanya hikmah tanpa perantara apapun
...بِهَا أَمْطَرَتْ فِي الْخَافِقَيْنِ سَمَاؤُهُ...
Dengan hikmah itu hujanlah langit (dengan rahmat) di segala penjuru barat dan timur
Senyum manis tersungging di bibir merah sang gadis. Ia menoleh sebentar kebelakang.
"Oh my God... Ada cogan nyasar yang lagi bersholawat disini!" Seru pelan gadis berambut sebahu itu kegirangan. Gadis itu menoleh lagi ke belakang. Menatap penuh pesona pada lelaki tampan yang kini tengah memejamkan matanya khusyuk bersholawat.
Segera gadis manis itu mengeluarkan ponselnya membuka aplikasi video lalu merekam Zidan yang tengah bersholawat secara diam-diam sambil senyum-senyum.
...• وَمَشْهُوْدُ أَهْلِ الْحَقِّ مِنْهُ لَطَائِفٌ...
Wa masyhuudu ahlil haqqi minhu lathoo ifun
Para saksi dari para ahli makrifah yg dalam kebenaran, menyaksikan dari beliau saw kasih sayang dan kelembutan kelembutan
...تُخَبِّرُ أَنَّ الْمَجْدَ وَشَاؤُهُ...
Tukhobbiru annal majda wa syaa uhu
Dikabarkan sungguh apa yg terjadi adalah dg keinginanmu (saw)
...فَلِلّهِ مَالِلْعَيْنِ مِنْ مَشْهَدِ اجْتِلاَ...
Falillahi maa lil'ayni min masyhadij tilaa
Padaku penglihatan apa apa yg ku saksikan sangatlah berpijar luhur
...يَعِزُّ عَلَى أَهْلِ الْحِجَابِ اجْتِلاَؤُهُ...
__ADS_1
Yai'zzu a'laa ahlil hijaabij tilaa uhu
Menundukkan para pemilik kemuliaan yg masih tertutup penglihatannya dari pandangan keluhuran ini
...• أَيَانَازِحًا عَنِّي وَمَسْكَنُهُ الْحَشَا...
Ayaanaazihan a'nnii wa maskanuhul hasyaa
Wahai yang jauh dariku dan tempatnya di lubuk hati yang terdalam
...أَجِبْ مَنْ مَلاَ كُلَّ النَّوَاحِي نِدَاؤُهُ...
Ajib man malaa kullan nawaahii nidaa uhu
Jawablah wahai saudaraku seruan (Sang Nabi saw) yang memenuhi segala penjuru
...أَجِبْ مَنْ تَوَلاَّهُ الْهَوَى فِيْكَ وَامْضِ فِي...
Ajib man tawallahul hawaa fiika wamdhi fii
Jawablah wahai yang diriku adalah terbenam dalam rindu padamu (saw), dan mengalir pada-
...• هُوَ النُّوْرُ يَهْدِي الْحَائِرِيْنَ ضِيَاؤُهُ...
Huwan nuuru yahdil haa iriina dhiyaa uhu
Dialah Nabi saw Pelita cahaya yang memberi petunjuk orang-orang yang bimbang
...وَ فِي الْحَشْرِ ظِلُّ الْمُرْسَلِيْنَ لِوَاؤُهُ...
Wa fil hasyri zillul mursaliina liwaa uhu
Di padang mahsyar panjinya sebagai pemberi naungan
...تَلَقَّى مِنَ الْغَيْبِ الْمُجَرَّدِ حِكْمَةً...
Talaqqoo minal ghoibil mujarrodi hikmatan
Sampailah kepadanya hikmah tanpa perantara apapun
...بِهَا أَمْطَرَتْ فِي الْخَافِقَيْنِ سَمَاؤُهُ...
Dengan hikmah itu hujanlah langit (dengan rahmat) di segala penjuru barat dan timur
...• فُؤَادِيَ مَايَهْوَى الْهَوَى وَيَشَاؤُهُ...
Fuaadiya ma yahwal hawaa wa yasyaa uhu
Sanubariku apa apa yg dirindukan sanubari ini dan yg ia (diriku) dambakan
...بَنَى الْحُبُّ فِى وَسْطِ الْفُؤَادِ مَنَازِلاً...
Banal hubbu fii wasthil fu aadi manaazila
Cinta membangun istana agung di dalam hati yg terdalam
...فَلِلّهِ بَانٍ فَاقَ صُنْعًا بِنَاؤُهُ...
Falillahi baanin faaqo shuna'n binaa uhu
Demi Allah, sungguh tempat itu paling tinggi dan indah di antara bangunan (tempat) yang lain.
...هُوَ النُّورُ...
Huwan nuur
Dialah Nabi saw pelita cahaya
...هُوَ النُّورُ...
Huwan nuur
Dialah Nabi saw pelita cahaya
__ADS_1
...هُوَ النُّورُ...
Huwan nuur
Dialah Nabi saw pelita cahaya
...هُوَ النُّورُ...
Huwan nuur
Dialah Nabi saw pelita cahaya
...هُوَ النُّورُ...
Huwan nuur
Dialah Nabi saw pelita cahaya
...هُوَ النُّورُ...
Huwan nuur
Dialah Nabi saw pelita cahaya
...هُوَ النُّورُ...
Huwan nuur
Dialah Nabi saw pelita cahaya
...هُوَ النُّورُ...
Zidan mengakhiri sholawatnya dan dengan segera pula gadis itu mengakhiri rekamannya. Senyum manis tak luput menghias di bibir pinknya.
Zidan menatap ke arah pintu lalu melirik pada jam tangannya.
"Sepertinya sahabat fillah sudah selesai tuh. Tapi kok belum ada yang hubungi ana ya?" Ucapnya pelan tapi masih didengar oleh Gadis itu.
"Sahabat fillah...? Siapa tuh?" Gumam Gadis itu bertanya-tanya dalam hati.
"Apa ana samperin aja kali ya mereka?" Ucap Zidan lagi.
Mendengar ucapan Zidan membuat senyum gadis manis itu menyurut. Seakan-akan tak rela Zidan pergi dari tempat itu.
"Samperin aja deh."
Wajah Gadis itu semakin merengut tatkala Zidan memutuskan untuk keluar dari kafe.
"Mbak...!" Panggilnya pada salah satu pelayan kafe. Pelayan itu menghampiri dan memberi billnya pada Zidan.
Setelah Zidan membayar billnya, pelayan kafe itu beranjak meninggalkan Zidan.
Zidan beranjak dari duduknya dan dua kali ia melangkah bertepatan dengan gadis itu berdiri sehingga keduanya tertabrak dalam ketidak sengajaan. Kepala gadis itu membentur dagu Zidan.
"Astaghfirullahal 'adzim..."
"Oh my god..."
Seru mereka berdua secara bersamaan. Zidan memegang dagunya yang agak sakit sedangkan gadis itu memegang serta mengusap kepala bagian belakangnya yang juga terasa sakit.
"Ukhty tidak apa-apa...?" Tanya Zidan pada gadis yang memunggunginya itu.
Gadis itu membalikkan badannya sehingga berhadapan langsung dengan Zidan.
To be continue
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Assalamu'alaikum...
Haaai kakak... ketemu lagi di karyaku yang kedua. Minta like n sarannya ya...
Salam sayang dari author.
__ADS_1
Terima kasih kakak 💗