
..."Jika Allah telah menggariskan takdirmu bersamanya, bagaimanapun caranya kamu dan dirinya akan bersatu dalam rumah tangga pernikahan."...
...(Pearl of Love)....
………………………………………………………………………………
"Raka keluar dulu ya Paman, mau menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan." ucap Raka lagi lalu melangkahkan kakinya keluar setelah Pak Irfan menganggukkan kepala.
Ceklek ....
"Bunda ...." panggil Raka pada Bunda Rahma.
"Gimana sayang? Pak Irfan baik-baik saja, kan?" tanya Bunda Rahma penuh harap. Nada, Nury dan Kayra juga mendekati kedua ibu dan anak itu.
"Bunda, keadaan paman Irfan saat ini sedang tidak baik-baik saja dan paman Irfan meminta Raka untuk menikahi Athifa sekarang dan di sini. Jadi Raka mohon sama Bunda restui pernikahan Raka dan Athifa. Izinkan Raka untuk menyempurnakan separuh agama Raka bersama Athifa." ucap Raka meminta restu pada Bunda Rahma. Bunda Rahma tersenyum mendengarnya lalu mengangguk mantap.
"Jadi Ustadz Raka serius ingin menikahi Athifa?" tanya Nada mewakili kedua temannya. Raka menoleh pada tiga sahabat calon istrinya lalu mengangguk mantap.
"Tolong jaga Athifa ya Ustadz, sayangi dan cintai dia sahabat kami selayaknya cinta seorang suami terhadap istrinya pada umumnya." Pesan Nada pada Raka.
"Jangan sampai Ustadz Raka menyakiti apalagi menghianati sahabat yang kami sayangi. Bila itu terjadi kami tidak akan segan-segan untuk mengambilnya kembali dan tidak akan mengembalikannya lagi pada Ustadz. Sudah cukup dia menerima perlakuan buruk dari mantan calon suaminya tadi pagi " Kayra menimpali.
"Dan jika Ustadz sudah tidak mampu lagi untuk menjaganya, maka kembalikan dia pada kami secara baik-baik. Biar kami yang menjaga serta menyayangi sahabat kami." Nury ikut menimpali.
Raka tersenyum. "Masya Allah, kalian memang gadis-gadis yang hebat dan penuh kasih sayang. Saya salut dengan persahabatan kalian." Raka takjub.
Terlihat Bunda Rahma mengeluarkan sesuatu dalam tasnya lalu mengulurkannya pada Raka. Sebuah kotak kecil yang Raka terima dari ibunya. Raka membuka kotak kecil itu.
Dua pasang cincin pernikahan yang terbuat dari Emas putih untuk mempelai wanita dan yang satunya lagi berbahan Palladium untuk mempelai pria. Karena sesungguhnya dalam Islam seorang pria tidak diperbolehkan memakai sesuatu yang terbuat dari emas.
__ADS_1
"Cincin couple ini hadiah terakhir dari almarhum ayahmu, Raka. Ayahmu membelinya sewaktu umur kamu masih 4 tahun. Tapi sama sekali belum pernah kami pakai, karena ayahmu keburu meninggal beberapa hari setelah itu." jelas Bunda Rahma dengan mata yang berkaca-kaca mengenang almarhum Alvian Dirgantara, suaminya.
"Jadikan ini sebagai cincin pernikahan kalian!" ucap Bunda Rahma lagi. Raka mengangguk sambil tersenyum.
"Bunda, Raka mau hubungi Athar dulu ya Bun buat minta bantuannya." Pamit Raka pada Bunda Rahma yang tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban.
Raka mengambil ponsel dari saku bajunya sambil melangkah menjauh lalu menghubungi para Sahabat Fillah untuk meminta bantuan segala sesuatu yang diperlukan dalam prosesi ijab qobul nantinya.
Raka menceritakan semuanya yang terjadi pada ketiga sahabatnya lewat sambungan video. Awalnya mereka kaget atas keputusan Raka. Tapi pada akhirnya mereka juga mengerti.
Para Sahabat Fillah pun menyanggupi dan bersedia membantu Raka. Mereka bertiga membagi tugas dalam menyiapkan segala yang diperlukan termasuk pergi ke KUA guna mendatangkan bapak penghulu. Entah bagaimana caranya mereka bisa bernegosiasi dengan pak penghulu agar bersedia untuk menikahkan sahabatnya. Usut punya usut ternyata si bapak penghulu adalah kerabat dekat Fadhil.
Sedangkan ketiga sahabat Athifa dan Bunda Rahma menyiapkan satu ruangan khusus di rumah sakit untuk di jadikan proses ijab qobul setelah meminta izin pada pihak rumah sakit. Mereka juga mendekor ruangan khusus itu selayak mungkin.
***
Saat tangan Raka dan Pak Irfan berjabat ...
"Qobiltu Nikahaha Athifa Kamelia binti Mohammad Irfan wa Tazwijaha alal Mahril Madzkuur wa Radhiitu bihi, Wallahu Waliyut Taufiq." Di jawab kalimat qobul dengan lantang dan sekali tarikan nafas oleh Raka.
"Bagaimana para saksi? Sah?" tanya Pak Penghulu.
"SAH!!!" Jawab para saksi serempak
"Alhamdulillahirobbil 'alamiin ...."
"Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia ciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang." (QS al-Rum: 21).
"Barakallahu laka wa baraka ‘alaika wa jama’a bainakuma fii khairin. Mudah-mudahan Allah memberkahi engkau dalam segala hal dan mempersatukan kalian berdua dalam kebaikan.”
"Alfu mabrukin liajmali ‘arusaini. Selamat untuk pengantin baru yang paling cantik.” ucap Nada pada Athifa yang dibalas dengan anggukan dan sedikit senyuman oleh Athifa.
__ADS_1
"Alhamdulillah ... Akhirnya Akhy Raka sudah sould out juga, tinggal kita bertiga nih yang masih jomblo fii sabilillah ...." Seloroh Fadhil pelan yang hanya di dengar oleh Athar dan Zidan yang ada di samping kanan dan kirinya. Athar beristighfar sedangkan Zidan menepuk jidatnya.
Nada dan Bunda Rahma menuntun Athifa untuk duduk di dekat suaminya, Raka Aditya Putra Alvian.
Gugup serta grogi, itulah yang dirasakan oleh kedua pengantin baru dadakan itu. Raka mengulurkan tangannya pada Athifa, dan dengan perasaan gugup yang masih melanda Athifa menyambut uluran tangan Raka lalu menciumnya sebagai awal rasa hormat dan baktinya terhadap lelaki yang kini sudah sah menjadi suaminya baik secara hukum maupun agama.
"Ya Allah, tumbuhkanlah rasa cinta di dalam hati kami setelah ini, jadikanlah hamba istri Sholihah. Semoga pernikahan ini adalah yang pertama dan yang terakhir buat hamba dan suami hamba."Aamiin." Doa dan harapan Athifa dalam hati.
Raka tersenyum. Ada rasa gelenyar di hatinya saat pertama kalinya Athifa menyentuh dan mencium tangannya. Setelah itu Raka menyentuh dan mengusap ubun-ubun Athifa yang berbalut hijab dengan penuh kasih sayang serta membaca do'a dengan lirih.
"Allahumma inni as’aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa ‘alaih. Wa a’udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha ‘alaih. Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan istriku dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan istriku dan keburukan yang Engkau tetapkan atas dirinya." Raka mencium kening Athifa dengan penuh kasih sayang. Sementara Athifa memejamkan mata meresapi segala rasa yang ada di hatinya.
Raka menyematkan cincin pernikahan pada jari manis Athifa dan begitu sebaliknya. Athifa juga melakukan hal yang sama terhadap Raka, sang suami.
"Ya Allah, tetapkanlah hati dan cinta hamba pada dia yang sudah sah menjadi istri hamba. Berikanlah keberkahan dalam rumah tangga kami, Semoga hamba bisa menjadi suami yang bertanggung jawab. Aamiin." Do'a dan harapan Raka dalam hati.
Semua orang yang ada di ruangan itu memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai termasuk para sahabat mereka.
Kini kedua mempelai itu sungkeman dengan Ayah Irfan dan Bunda Rahma.
To be continue
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Assalamu'alaikum...
Haaai kakak... ketemu lagi di karyaku yang kedua. Minta like n sarannya ya...
Salam sayang dari author.
Terima kasih kakak 💗
__ADS_1
Jangan lupa jadikan favorit kakak😘