JOMBLO FII SABILILLAH

JOMBLO FII SABILILLAH
5. PELUKAN PERSAHABATAN


__ADS_3

..."Kehidupan itu cuma dua hari. Satu hari berpihak kepadamu dan satu hari melawanmu. Maka pada saat ia berpihak kepadamu, jangan bangga dan gegabah; dan pada saat ia melawanmu bersabarlah. Karena keduanya adalah ujian bagimu."...


...(Ali bin Abi Thalib)...


………………………………………………………………………………


Malam hari di kediaman Azkayra....


Seperti biasanya, makan malam Kayra ditemani oleh kedua orang tuanya. Sedangkan adiknya selesai duluan dan langsung kembali ke kamarnya.


Sedari tadi Kayra tidak fokus pada makannya. Kayra makan sambil melamun. Sering kali Kayra tersenyum dalam lamunannya.


Rada, ibunda Kayra yang memperhatikan Kayra sejak awal sampai keheranan terhadap putri sulungnya itu. Bu Rada sampai menyenggol-nyenggol tangan pak Erik, suaminya yang sedang makan.


Setelah pak Erik menoleh ke arahnya, bu Rada memberi isyarat dengan mata melirik ke arah Kayra. Pak Erik pun menoleh ke Kayra yang sedang makan sambil senyum-senyum tidak jelas, lalu menoleh lagi ke istrinya dengan mengkedikkan kedua bahunya tanda juga tidak tahu.


Hingga selesai makan malam pun Kayra tetap senyum-senyum melamun dan membayangkan wajah seorang lelaki si pelantun sholawat tadi siang di kafe.


"Ah... Kak Zidanku... Sungguh kau telah membuat jantungku bergetar, apalagi setelah mendengar suaramu yang merdu itu." Gumam Kayra pelan.


"Apa iya ya, gue lagi jatuh cinta sama kak Zidan...?" Tanya Kayra pada dirinya sendiri.


"Lagi apa dia sekarang? Apakah kita akan bertemu lagi? Ck... Seandainya gue punya nomor ponselnya..." Monolog Kayra sambil memeluk guling.


"Bodoh lo Kay,,, kenapa gue tadi siang gak minta nomor ponselnya aja sih sekalian... Eh kata si Nada kalo minta sesuatu sama Allah dengan sungguh-sungguh, maka Allah pasti akan kabulkan do'a-do'a kita." Ucap Kayra kemudian.


Kayra menengadahkan kedua tangannya keatas lalu berkata :


"Ya Allah... Pertemukan kembali hamba dengan kak Zidan. Kalau kak Zidan adalah jodoh hamba maka segera pertemukanlah kami berdua dalam keindahan dan kebaikan. Dan jika kak Zidan bukan jodoh hamba maka jadikanlah kak Zidan sebagai jodoh hamba. Aamiin Ya Allah" Kayra mengusapkan kedua tangannya pada wajahnya seusai berdo'a.


"Bobok dulu ah, siapa tahu ketemu kak Zidan dalam mimpi, hihihi." Gumam Kayra yang kemudian merebahkan tubuhnya dikasurnya yang empuk. Setelah baca do'a sebelum tidur, akhirnya Kayra memejamkan matanya sambil memeluk guling kesayangannya.


***


Esok harinya di kampus.....


Di dalam sebuah ruangan seorang gadis berhijab, tengah asik tenggelam dengan oretan tinta dalam sebuah buku hariannya.


Baris demi baris ia bubuhkan kata demi kata yang sesuai isi hatinya.

__ADS_1


Beberapa detik kemudian, suara teriakan seseorang yang memanggil namanya mengagetkan dirinya dan disusul oleh suara dua orang lagi yang menambahkan kehebohan dalam ruangan itu.


"NADAAAAA" Suara teriakan si barbar Kayra memekikkan telinga siapa pun yang mendengarnya.


Gadis berhijab yang memiliki nama lengkap Tsabitah Qotrunnada itu reflek menoleh ke arah pintu dimana Kayra, Athifa dan Nury berada. Senyum manis ia sunggingkan sebagai sambutan untuk ketiga sahabatnya.


Sontak ketiga gadis itu menghampiri Nada dan berhambur memeluknya.


"Aaa Unaaa.... I miss you so much dear..." Pekik Kayra kegirangan.


"Lagian lo Nad, pulang kampung kok lama amat!" Sahut Nury tak kalah hebohnya dari Kayra.


"Masya Allah... Kalian ada-ada saja deh... Cuma satu mingguan doang kan aku pulang kampung, udah pada lebai gitu..." Gerutu Nada yang kerap kali di panggil Una itu oleh para sahabatnya, panggilan kesayangan gitu kata mereka.


"Ya, lo tahu nggak sih, gak ada lo gak rame kali Nad" Athifa ikut menyahuti. Nada hanya tersenyum meresponnya.


"Trus gimana keadaan nenek lo sekarang, Nad?" Tanya Athifa lagi yang di angguki Kayra dan Nury tanda pertanyaan yang sama.


"Alhamdulillah nenek udah mendingan sekarang, ya walaupun tidak seratus persen sih... Maklum lah sudah lanjut usia." Jawab Nada tetap dalam senyuman teduhnya walau dalam hati bersedih mengingat kembali pada sang nenek tersayang yang ia tinggalkan sendirian di kampung demi amanah almarhum kedua orang tuanya. Yaitu melanjutkan pendidikannya hingga ke jenjang sarjana.


Meski berat tapi sang nenek terus memberi nasehat serta semangat pada Nada agar terus melangkah demi masa depannya.


Bukannya tidak tahu bahkan mereka cukup mengerti perasaan dan keadaan hati Nada saat ini perihal nenek Nada yang sering sakit-sakitan dan ditinggal sendirian dikampung. Mereka cukup paham tentang keadaan hati seorang Nada.


Maka dari itu sebagai sahabat yang baik mereka selalu disamping Nada. Menghibur Nada dan menyemangati Nada kala Nada bersedih hati. Kendati Nada selalu menyembunyikan rasa sedihnya, namun ketiga sahabatnya itu tetap merasakan apa yang Nada rasakan.


"Aamiin. Thanks ya kalian selalu semangati aku selama ini. Aku beruntung banget punya sahabat kayak kalian!" Seru Nada dengan senyum harunya seraya menatap wajah para sahabatnya dengan mata yang berkaca-kaca.


"Oh... So sweet.... Pelukan dulu deh, kayak Teletubbies..." Celetuk Kayra mendekat dan memeluk ketiga sahabatnya.


Mereka tertawa bersama dalam pelukan persahabatan mereka atas tingkah Kayra.


Suara riuh dalam kelas menginstruksi bahwa dosen mereka sudah datang. Semua mahasiswa beranjak duduk di bangku masing-masing tak terkecuali empat sahabat itu.


Semua mengikuti jam mata kuliah dengan cermat hingga jam kelas yang mereka ikuti selesai.


Huuufft...


"Akhirnya...." Seru Nury sambil meregangkan kedua tangannya kedepan di ikuti oleh Nada dan Athifa.

__ADS_1


Sementara si cewek bar bar Kayra? Hmmmm


rupanya sedari tadi gadis itu sedang asik dalam lamunannya. Pantes tidak terdengar suara berisiknya sedari tadi.


Nada, Athifa dan Nury keheranan melihatnya. Sedetik kemudian Athifa dan Nury saling lirik. Mereka berdua tersenyum penuh arti seakan mereka berdua berada dalam satu pemikiran yang sama.


Sementara Nada semakin mengerutkan kening melihat senyuman Athifa dan Nury. Ia merasa seperti ada yang ia lewatkan saat ia pulang kampung kemarin. Entahlah. Begitu pikirnya dalam hati.


Ahhaaaa....


Di detik berikutnya terbesit senyuman lebar dibibir Nury. Ia punya ide jahil untuk membangunkan Kayra dari lamunannya.


"Ada Zidan lewat!!!" Pekik Nury keras membuat, Nada, Athifa kaget dan pekikannya itu telah berhasil membuat Kayra sadar dari lamunannya.


"Zidan?" Gumam Nada dalam hati.


"Kak ZIDAN...? Mana, mana kak ZIDANKU???" Tanya Kayra langsung tersadar dari lamunannya. Secara reflek dan tanpa sadar gadis bar bar itu menyebut Zidan miliknya.


"Hahahaha...."


Sontak Nury dan Athifa tertawa dengan reaksi Kayra. Menyadari kalau ia tengah dikerjai oleh Nury, Kayra hanya merengut dan mengerucutkan bibirnya.


"Ciyeeeee... Yang lagi kasmaran... Yang pikirannya terpenuhi dengan love, love, love..." Ejek Nury sok dramatis.


"Sejak kapan tuh... si Zidan itu jadi KAK ZIDANKU..." Athifa ikut menggoda Kayra dengan menekan kata terakhirnya. Membuat Kayra jadi gelagapan sendiri.


Sementara Nada semakin tak mengerti dengan apa yang si bicarakan oleh tiga sahabatnya.


"Siapa Zidan...?"


To be continue


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Assalamu'alaikum...


Haaai kakak... ketemu lagi di karyaku yang kedua. Minta like n sarannya ya...


Salam sayang dari author.

__ADS_1


Terima kasih kakak 💗


__ADS_2