
..."Perempuan itu karir terbaiknya boleh apa saja yang ia lakukan sesuai dengan kemampuan, kebutuhan, passion, dan kehendak sadarnya dalam memilih prioritas dalam hidup."...
...(Kalis Mardiasih)...
………………………………………………………………………………
Setiap manusia punya rasa cinta
Yang mesti dijaga kesuciannya…
Namun ada kala insan tak berdaya
Saat dusta mampir bertahta…
Nada masih berkutat di depan layar perseginya. Namun atensinya beralih pada ponsel yang berdering di samping laptopnya.
Mbak Indah is calling...
Nada menghentikan ketikannya lalu meraih ponsel yang sedari tadi mengeluarkan alunan suara indah dari seorang penyanyi yang merupakan putri sulung dari salah satu ustadz terkenal yang kini sudah tiada.
Nada menggeser icon berwana hijau di layar benda pipihnya sehingga tersambung pada seseorang di sebrang sana.
"Halo, assalamu'alaikum Mbak ...." sambut Nada dengan salamnya.
"Wa'alaikum salam Nada." sahut Indah dengan antusias di sebrang sana.
"Ya Mbak, ada apa Mbak? Ada masalah dengan toko roti?" tanya Nada sambil menatap ke arah laptopnya.
"Ya Nad. Kamu tahu nggak Nad, toko mebel yang ada di pojokan sebrang itu?" tanya Indah pada Nada.
"Oh ya saya tahu Mbak, toko mebel yang baru itu kan?" Nada tanya balik.
"Ya, toko mebel itu sudah selesai dibangun beberapa hari yang lalu, denger-denger ownernya juga masih muda lho Nad." ujar Indah semakin antusias.
__ADS_1
"Oh jadi maksudnya nih Mbak Indah mau ngelamar jadi karyawan di sana toh ...." Goda Nada pada Indah.
"Eh bukan itu, ngomong apa sih kamu ini? Kalo aku ngelamar jadi karyawan di sana, terus siapa dong yang jagain toko roti kamu? Secara gitu kamu gak akan ketemu sama orang yang kayak aku yang cantik jelita ini mengalahkan princess Syahrini, udah gitu ramah lagi sama pelanggan toko roti ...." ucap Indah narsis. Nada terkekeh mendengar kenarsisan partnernya di toko roti itu.
"Haduh jadi sampai lupa ini mau ngabari kamu," ucap Indah tepuk jidat berkali-kali.
"Emang ada apa Mbak?" tanya Nada penasaran.
"Itu tadi ada orang yang mau pesan cake dan roti dengan jumlah yang lumayan banyak. Katanya buat acara syukuran atas dibukanya toko mebel baru itu, Nad." jawab Indah.
"Oh ya? Alhamdulillah dong Mbak. Trus masalahnya di mana Mbak Indah yang cantik jelita yang katanya mengalahkan princess Syahrini ...?" ucap Nada yang diakhiri dengan ledekan. Indah malah nyengir kuda mendengar ledekan Nada.
"Masalahnya aku besok pasti akan kewalahan meskipun dikerjakan berdua dengan kamu. Kita butuh beberapa orang lagi untuk membantu kita dalam membuat dan membungkus roti dan cake-nya Nada sayang yang cantiknya bak bidadari surga ...." jelas Indah yang juga diiringi dengan kata-kata candaan terhadap Nada.
"Oh gitu ...." gumam Nada sambil berpikir akan solusinya. Indah mengangguk-anggukkan kepala seakan Nada melihatnya.
"Emmm gini aja Mbak, coba Mbak Indah minta bantuan sama siapa kek, temen-temen Mbak Indah atau ibu-ibu yang ada di sekitar toko roti kita yang lagi senggang waktu trus nanti saya juga akan minta bantuan sama teman-teman saya," ucap Nada mengusulkan.
"Ok Mbak."
"Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikum salam."
Sambungan telephon pun terputus. Nada tersenyum.
"Alhamdulillah ya Allah ... terimakasih atas semua yang telah Kau berikan pada kami. Semoga kedepannya diberi kelancaran dan semoga ada berkah di dalamnya, Aamiin." Do'a Nada. Nada sangat senang dan bersyukur karena ini adalah pesanan roti dan cake pertama dengan jumlah yang dangat banyak bagi Nada dan Indah. Ia berharap setelah ini usaha toko roti yang selama ini menjadi tempat mencari nafkah bersama Indah akan semakin meluas dan berkembang.
Ya, Nada mulai membuka toko roti sejak satu tahun pertama berada di kota Jogja ini. Sadar akan kondisi neneknya di kampung yang mulai menua, Nada bertekad membuka toko roti sebagai biaya hidupnya selama di kota Jogja bersama Indah.
Indah adalah seorang wanita tangguh, ceria yang ia temui di jalan. Wanita yang tengah putus asa karena sudah lelah mencari pekerjaan kesana kemari namun tak juga ia dapatkan.
Sementara di rumahnya ada seorang gadis cilik berusia sekitar lima tahunan yang harus ia nafkahi. Gadis kecil imut dan cantik yang merupakan keponakannya sendiri yang ditinggal mati oleh ibunya saat baru saja melahirkan. Sementara ayah dari keponakan Indah hilang tidak tahu entah kemana.
__ADS_1
Nada membuka toko roti dengan modal awal seadanya. Sang nenek sangat mendukung keinginan Nada. Sampai-sampai neneknya menjual tanah yang dulu dibelinya bersama almarhum suaminya di kampung demi mewujudkan keinginan cucu semata wayangnya.
Nada Bakery and Cake, itulah nam toko roti yang Nada kelola. Meski toko rotinya kecil, namun dari situlah Nada dan Indah mencari cuan tuk sekedar biaya hidup mereka. Masalah biaya kuliah Nada sudah mendapatkan beasiswa dari sekolahnya dulu. Karena Nada termasuk salah satu siswa berprestasi pada masa SMA di kampungnya dulu.
Ada alasan tertentu kenapa Nada membuka toko roti di Kota Perjuangan itu. Berharap suatu saat nanti ia bertemu dengan seseorang. Seseorang yang namanya selalu ia langitkan selama ini.
Kerja sambil kuliah itulah kegiatan Nada selama hampir tiga tahun belakangan ini. Kini Nada sudah hampir memasuki semester akhir. Sebentar lagi ia akan menghadapi penggarapan skripsinya.
Nada kembali meraih ponselnya. Ia hendak menghubungi para sahabatnya. Kali ini hanya Nury dan Kayra yang ia pintai tolong. Sementara Athifa ia masih belum berani karena selain pengantin baru Athifa masih dalam keadaan berkabung.
Mengingat apa yang terjadi pada Athifa akhir-akhir ini, Nada jadi kepikiran sama keadaan sahabatnya yang satu itu.
Sebagai seorang sahabat sedih rasanya bila mengingat nasib Athifa. Namun ia juga lega karena sekarang Athifa telah ada yang mendampinginya. Ada sosok suami di samping sahabatnya itu yang tentunya pasti akan menemaninya melewati semua ujian yang tengah melandanya.
Nada sangat berharap semoga akan ada cinta diantara keduanya setelah ini. Cinta yang halal karena Allah, cinta yang sepasang suami istri dalam ridho sang Ilahi Robbi.
Setelah Kayra dan Nury dihubungi dan mereka berdua bersedia membantunya esok hari, Nada pun bisa bernafas lega. Tak luput ia ucapkan kalimat Hamdalah berkali-kali sebagai rasa syukurnya kepada sang Maha Pencipta.
Sementara di tempat lain, sebelum tidur Indah juga menghubungi teman-temannya. Meski awalnya ia kecewa karena tidak ada diantara teman-temannya yang bersedia membantunya, namun rasa kecewanya terobati setelah ia menghubungi salah satu ibu-ibu yang tinggal di sekitar toko roti yang bersedia membantunya besok. Ibu itu juga bersedia mencarikan bantuan ke ibu-ibu yang lain.
To be continue
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Assalamu'alaikum...
Haaai kakak... ketemu lagi di karyaku yang kedua. Minta like n sarannya ya...
Salam sayang dari author.
Terima kasih kakak 💗
Jangan lupa jadikan favorit kakak😘
__ADS_1