
..."Jangan sesalkan sebuah perpisahan, jika perpisahan itu akan membawa kita ke dalam pertemuan yang baru, yaitu sebuah perjalanan yang indah."...
...(Quote of the Day)...
………………………………………………………………………………
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Dear Diary....
Untukmu yang namanya selalu aku sebut dalam setiap doaku....
Pernahkah kau mengingatku dalam diammu...
Layaknya aku yang selalu mengingatmu dalam diamku...
Pernahkah kau merinduiku,
layaknya aku merindukanmu.
Sekilas bayangmu melintas dalam pikiranku.
Duhai engkau yang selalu aku sebut di setiap doaku...
Bolehkah jika aku merindukanmu?
Salahkah jika aku merindukanmu yang belum halal bagiku?
Walau ku tak pernah tahu sampai kapan rindu ini akan usai...
Hanya Allah yang tahu.
Allah maha membolak-balikkan keadaan. Mungkin saat ini kita masih berjauhan, namun aku yakin kelak Allah akan membuat kita berdekatan.
Untukmu yang jauh di sana...
Aku harap kau selalu menjaga hatimu untukku.
Seperti aku di sini yang selalu menjaga hatiku untukmu
Yang ku yakini, kelak kita bisa bersua kembali dalam karakter cerita yang berbeda
Maka...
izinkan aku menjadi bagian dari hidupmu kelak.
^^^by :^^^
__ADS_1
^^^Ts. Q. Nada^^^
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Nada menutup buku hariannya lalu memasukkannya kembali ke dalam tasnya. Ia beranjak dari duduknya lalu melangkah meninggalkan area taman kampus menuju ke ruang kelasnya.
Dalam kelas sudah ada Nury dan Kayra yang lebih dulu sampai. Mereka bertiga saling sapa . Tak lama kemudian dosen yang akan mengisi kelas mereka datang. Nada dan semua teman sekelasnya pun mengikuti mata kuliah yang diisi oleh dosen tersebut.
Dua jam telah berlalu, mata kuliah pun berakhir. Semua teman-teman Nada berhamburan keluar dari ruangan setelah dosen mereka berlalu terlebih dahulu. Begitu juga Nada dan Kayra dan Nury. Sementara Athifa masih belum masuk. Mereka bertiga bisa memakluminya.
Mereka bertiga berniat untuk mengunjungi Athifa, namun mereka urungkan. Mereka ragu dan tidak enak hati dengan suami Athifa. Apalagi kini Athifa ikut tinggal di rumah suaminya. Jadi mereka tidak sebebas dulu karena saat ini Athifa bukan gadis single lagi.
"Eh, bentar lagi kita bakalan berhadapan dengan skripsi nih, kalian udah pada nentuin dosbing kalian siapa?" tanya Nada pada Kayra dan Nury.
"Mending kita cari dosbing yang sama aja deh, Nad. biar nanti selesainya sama-sama juga, gimana?" usul Kayra. Nada dan Nury berpikir.
"Boleh juga." sahut Nada menyetujui.
"Kalo lo gimana, Nur?" tanya Kayra ada Nury.
"Gue sih ok-ok aja, tapi nggak tahu dek kalo si Athifa." jawab Nury mantap.
"Ya udah kita tanyain nanti aja sama orangnya kalo sudah masuk kuliah lagi." ucap Nada dan diangguki oleh Kayra dan Nury
"Lagian si Athifa cutinya kok lama amat sih, pasti tuh dia lagi seneng-seneng bareng suaminya." ucap Nury menggerutu.
"Ya, namanya juga pengantin baru, nanti kamu pasti juga akan mengalami hal yang sama kok." tegur Nada.
"Emang kenapa kalo Athifa dapat suami seorang ustadz?" tanya Nury sambil mengerutkan keningnya.
"Gimana ya, pokoknya beruntung banget deh tuh anak dan gue juga pengennya kayak gitu. Nanti gue pengennya dapat suami seperti kak Zidan yang notabeninya juga seorang ustadz, hehehe." jawab Kayra konyol sambil nyengir kuda.
"Huuuuu, dasar lo, kurangi tuh centilnya biar ustadz Zidan gak ilfil sama lo." ledek Nury melihat tingkah Kayra.
"Bodo amat, emang gue pikirin. Yang ada lo tuh yang harus kurangi pacaran sama si playboy cap kadal buntung Derder itu." semprot Kayra juga balas meledek Nury.
"Yeee ngatain pacar orang segala, namanya tuh Derry, bukan Derder, dan dia tuh bukan cowok playboy tahu ...." protes Nury tidak terima.
"Yaelah, dibilangin juga gak percaya amet lo." ujar Kayra pelan.
"Sudah-sudah, kalian gak perlu ribut hanya masalah seperti itu." tegur Nada menengahi kedua sahabatnya itu.
"Kayra tuh Nad yang mulai duluan ...." rengek Nury mengadu.
"Nury, apa yang dikatakan Kayra itu ada benarnya juga lho. Sebentar lagi kita akan menghadapi skripsi, jadi mulai sekarang kurangi dulu pacarannya ya, biar kamu fokus dalam penggarapan skripsi, biar cepet selesai dan biar kita cepet juga lulusnya sesuai target kita." ucap Nada menyarankan. Nury terdiam meresapi saran dari Nada.
"Tuh, dengerin saran dan nasehat Una, itu pun kalo kamu pengen cepet lulus," sahut Kayra.
__ADS_1
"Ya maulah, gue juga mau cepet lulus, terus cari kerja dan bantuin mama di butik." ujar Nury mantap.
"Kenapa gak nikah aja sama cowok lo?" tanya Kayra heran.
"Nggak ah ... gue mau kerja dulu, setelah itu baru nikah." jawab Nury sambil tersenyum.
"Kalo cowok lo langsung ngajak nikah gimana?" tanya Kayra lagi.
"Ya, tetep gue gak mau, dan kalo dia tetap maksa ya udah tinggal cari aja dia cewek lain yang bisa diajak nikah cepet," jawab Nury masih tersenyum.
"Segampang itukah ...?" tanya Kaya melongo.
"Yes, kalo itu terjadi ya gak papa, berarti dia bukan jodoh gue." ucap Nury dengan entengnya.
"Wiiiiih mantap ... good idea ... itu baru Nury Khadeeja, sahabat ter-comel gue se-Indonesia Raya!" seru Kayra dengan tingkah konyolnya.
"Hadeeh, gak usah lebay gitu napa lo, Kay ..." cicit Nury jengah. Kayra terkekeh. Nada malah ikut terkekeh dengan tingkah konyol Kayra.
"Yes! Bagus Nury, dengan lo ngulur waktu untuk nikah sama tuh cowok playboy, gue berharap semoga aja si kadal buntung cepet-cepet mutusin lo, gue gak mau dan gue gak ridho lo sampe nikah sama playboy tengik macam Derder itu. Hmmm mana udah celup sana celup sini lagi, enak aja mo nikahin sahabat comel gue yang masih orisinil dan perawan ting-ting ini." Gumam Kayra dalam hati dengan raut wajah yang berubah-ubah.
***
tetesanembuntsqn
tetesanembuntsqn "Antara manisnya syahadat dan dahsyatnya syafaat diantara hitungan tasbihku, aku percaya bahwa sujudku dan sujudmu akan bertemu di Aamiin yang sama.
Sampai bertemu di pertarungan doa yang selalu aku langitkan."
"Entah kenapa tiap kali aku membaca kata-kata dan tulisan ukhti ini, tiap kali juga aku selalu teringat padanya, siapa sebenarnya pemilik akun tetesan embun ini ya? Rasa-rasanya aku pernah mengenalnya." gumam Athar yang saat ini tengah menatap benda pipihnya yang masih menyala menampilkan sebuah akun privat dengan foto profil anime gadis berhijab.
"Bertahun-tahun telah berlalu namun aku masih ingin sekali bertemu dengannya lagi. Aku tak tahu apakah yang ku rasakan saat ini adalah sebuah kerinduan. Aku pun sudah mencari keberadaannya meskipun hingga saat ini tiada hasil. Ya Allah ya Robb, jagalah dia yang namanya selalu ku sebutkan di setiap doaku. Ku titip rindu ini pada-Mu untuk dia, ukhti kecilku. Semoga dirinya masih menanti hadirku sesuai janjinya dulu. Akupun tak menyesali perpisahan yang lalu hingga Engkau mempertemukan kami kembali dalam pertemuan yang lebih indah. Semoga takdir jodoh menyertai kami berdua. Aamiin." ucapan doa Athar.
Di tempat yang berbeda ...
"Aamiin." gumam seorang gadis yang sedang berbaring dengan matanya yang tengah terpenjam karena tertidur.
To be continue
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Assalamu'alaikum...
Haaai kakak... ketemu lagi di karyaku yang kedua. Minta like n sarannya ya...
Salam sayang dari author.
__ADS_1
Terima kasih kakak 💗
Jangan lupa dijadikan favorit ya😘