
..."Percayalah Allah selalu mempunyai cara untuk membuat kita bahagia dan Allah selalu menyiapkan kejutan yang indah bagi orang-orang yang berdo'a dan bersabar."...
...(Quote Islami)...
………………………………………………………………………………
Deg!
"Ka–kamu ...." suara Dody tercegat dalam tenggorokan saat melihat sosok Nada dalam rengkuhan Athar.
"Emmm, maaf ini tidak seperti yang kalian kira, dia istri saya dan saya menemukan istri saya sudah dalam keadaan seperti ini." tutur Athar menjelaskan pada dua pelayan itu karena ia tak ingin mereka berpikir yang tidak-
tidak terhadap dirinya dan Nada.
Dody masih memperhatikan keadaan Nada yang sedikit berantakan.
"Gawat! sepertinya obatnya sudah mulai bereaksi." ucap Dody tiba-tiba yang membuat Anto dan Athar sama-sama mengernyitkan keningnya karena tak mengerti apa yang diucapkan oleh Dody.
"Maksudmu apa Dod?" tanya Anto tak mengerti
"To, di–dia itu, dia adalah gadis yang aku maksud tadi, yang aku ceritain tadi sama kamu." ujar Dody pada Anto.
"Apa?!" pekik Anto dan Athar serempak.
"Aduh, Mas mendingan Mas cepetan deh bawa istri Mas itu pergi dari sini!" usul Dody pada Athar.
"Ta–tapi ...."
"Mas Athar, panas Mas, a–ku gak kuat." Nada kembali meracau sambil mempererat pelukannya pada tubuh suaminya. Kepalanya mendusel-dusel di dada bidang suaminya.
"Ayo Mas cepetan kasihan itu Mas istrinya!" bujuk Dody lagi.
"Tapi kalo dilihat dari kondisinya rasanya tidak memungkinkan kalo dibawa pulang. Emmm, gini aja Mas, di seberang sana ada hotel mendingan istrinya dibawa kesana saja. Ayo Mas, lewat pintu samping saja Mas, biar tidak jadi perhatian orang-orang." Saran Anto. Athar mengangguk lalu dengan segera ia membopong tubuh Nada meninggalkan restoran itu lewat pintu samping dan dibantu juga oleh kedua pelayan restoran yang baik hati itu.
Sementara Vello mengepalkan tangannya. Ia sangat marah setelah mendengar hal yang tidak ia sukai dari orang suruhannya lewat sambungan seluler.
__ADS_1
"Dasar preman gak berguna! Kenapa harus gagal sih, gue udah bayar lo mahal-mahal tapi apa hasilnya? Kenapa mesti pake gagal segala!!" teriak Vello pada orang suruhannya di seberang sana.
"Tenang dulu bos, gue memang gagal tapi tidak dengan rencana bos itu!" ujar suruhan Vello santai.
"Maksud lo?" tanya Vello seraya mengernyitkan keningnya tak mengerti maksud dari ucapan orang suruhannya di seberang sana.
Orang suruhan Vello menceritakan apa yang ia lihat dan apa yang terjadi hingga ia menjadi penguntit sampai ke hotel.
"Ok, segera lo kirim buktinya ke gue!" Vello langsung memutuskan sambungan teleponnya dengan orang suruhannya itu. Senyum licik tersungging di bibir seksinya dengan rencana-rencana licik yang akan ia lakukan nanti.
***
Di kamar hotel, Nada tak mau lepas dari pelukan Athar. Athar berusaha menyadarkan istrinya itu dengan menyuruhnya untuk terus berdzikir kepada Allah Swt.
"Nada, Nada. Dengerin aku, istighfar sayang. Nada masih kuat kan?" Suara lembut Athar mampu membuat Nada tersadar meski pengaruh obat itu semakin bereaksi. Nada tersenyum lalu mengangguk lemah pada suaminya.
"Perbanyak istighfar dan sebut nama Allah sesering mungkin dalam hati. Kita sholat sunnah dulu, ayo aku bantu kamu ke kamar mandi ambil wudhu." ucap Athar menuntun Nada agar selalu berdzikir lalu memapah Nada ke kamar mandi untuk ambil wudhu.
"Ya Allah, kuatkan hamba, hamba tak ingin suami hamba kecewa terhadap hamba. Hamba memohon ya Robbi, bantu hamba ya Allah agar bisa bertahan untuk suami hamba!” Nada terus berdo'a dalam hati.
Athar yang sedang berdo'a terlonjat kaget dengan aksi istrinya itu. Secepatnya Athar menyelesaikan bacaan do'anya.
Setelah selesai, Athar memejamkan mata, menghela nafas dalam-dalam lalu membalikkan tubuhnya menghadap pada Nada membuat pelukan Nada terlepas.
Tampak Nada yang kini sudah tak lagi memakai mukena. Athar menatap dalam gadis berambut hitam panjang serta lurus itu. Athar kembali terpesona pada wajah pucat tepat di hadapannya namun masih tampak terlihat cantik dan imut itu menurutnya. Matanya yang sayu karena sudah tidak bisa manahan lagi keinginannya yang membuncah tiba-tiba berkaca-kaca.
"Mas, ma–afkan aku, ta–pi a–ku sudah ti–tidak kuat la–gi M–Mas." Nada kembali meracau dengan suara yang serak dan gemetar.
Athar yang melihat keadaan istrinya itu sungguh tidak tega. Athar meraih wajah Nada dan membelainya perlahan dan lembut. ia juga memberi kecupan agak lama pada kening istrinya.
"Assalamu'alaikum, istriku." sapa Athar pada Nada dengan suara lembut yang menenangkan hati dan jiwa Nada.
"Wa–'alaikum sa–lam, su–suamiku." sambut Nada hampir lirih sambil berusaha menerbitkan senyuman untuk sang suami.
"Sekarang aku minta izin padamu, boleh aku untuk menyentuhmu dan meminta hakku sebagai seorang suami?" pertanyaan Athar langsung direspon dengan anggukan kepala berkali-kali oleh Nada.
__ADS_1
Athar tersenyum. Ia merentangkan kedua tangannya pada Nada hingga dengan senang hati Nada segera berhambur kepelukan sang suami. Nada memeluk Athar dengan sangat erat. Sedangkan Athar dengan senyuman teduhnya membalas pelukan Nada serta mengelus-elus kepala Nada yang tak berhijab itu.
"Kita pindah keatas ya, di ranjang?" bisik Athar pada Nada. Nada mengangguk tapi tetap memeluk Athar. Athar tersenyum dengan tingkah istrinya itu.
Karena Nada tak kunjung melepas pelukannya, Athar pun berinisiatif menggendong tubuh Nada ala bridal style. Nada yang kaget reflek mengalungkan kedua tangannya pada leher Athar. Nada juga ingin menyembunyikan wajahnya
yang bersemu pada dada bidang sang suami.
Setelah membaringkan tubuh sang istri, Athar menuntunnya untuk membaca do'a sebelum melakukan kegiatan suami istri. Malam ini mereka jadikan malam yang indah dan penuh cinta, mengarungi surga cinta yang halal dan yang tentunya diridhoi oleh Sang Pemilik Cinta.
Meski Nada berada di bawah pengaruh obat namun tetap Athar yang mendominasi karena obat yang tercampur dalam minuman Nada tadi di restoran termasuk jenis obat yang berdosis rendah.
Malam pertama yang tertunda setelah tiga bulan menikah namun tetap indah dan berkesan bagi mereka berdua. Hal yang pertama bagi keduanya, dilalui bersama dengan cumbuan cinta dan kasih sayang yang halal.
Athar menatap wajah ayu istrinya yang kini terlelap dalam dekapannya setelah tadi menyelesaikan kewajibannya sebagai seorang istri.
Athar mendekat lalu mencium kening Nada dengan waktu yang cukup lama.
"Sekarang aku telah menjadi seorang suami seutuhnya untuk istriku. Begitu juga dengan Nada yang telah menjadi istri seutuhnya untukku. Semoga setelah ini hubunganku dengan istriku menjadi lebih dekat dan semakin erat dan aku bisa jadi suami yang bertanggung jawab dan bisa membimbing istriku di jalan Allah. Aamiin." lirih Athar dengan mata yang sayu karena sudah ngantuk. Beberapa detik kemudian ia memejamkan matanya menyusul sang istri ke alam mimpi.
***
To be continue
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Assalamu'alaikum...
Haaai kakak... ketemu lagi di karyaku yang kedua. Minta like n sarannya ya...
Salam sayang dari author.
Terima kasih kakak 💗
Jangan lupa dijadikan favorit ya😘
__ADS_1