
suasana menjadi canggung saat Ian dan Roland saling melemparkan tatapan tajam yang hanya mereka yang tau apa makna nya.
Roland yang tadi nya sangat antusias untuk mendekati Kayla sekarang lebih banyak diam dan sesekali menatap tajam ke arah Ian yang duduk di samping tunangan nya.
" oh ya wijaya, anak sulung mu ini kenapa baru terlihat sekarang? " papa Roland bersuara
" anak bungsu mu juga baru terlihat sekarang, apa kau sengaja menyembunyikan nya? " balik bertanya sambil melirik Roland dan Rayhan bergantian
" Saya di deportasi dari Indonesia 2 tahun yang lalu om " Ian yang menjawab sambil menatap acuh pada Roland.
" nah, kalau saya jarang berpartisipasi dalam kegiatan keluarga om " Rayhan juga menjawab sambil menatap acuh papa nya.
Wijaya Kesuma langsung menghardik Rayhan melalui tatapan mata nya, bukan nya membuat Rayhan menciut justru semakin ingin menentang papanya.
Mamanya Rayhan yang baru datang dari ruang makan diiringi beberapa pelayan yang menghidangkan makanan langsung menjabat tangan calon besan dan juga calon menantu nya. Tapi malah terkejut saat baru menyadari Kayla adalah gadis yang di bawa Rayhan menginap beberapa bulan yang lalu.
" Kayla? wahh, kita ketemu lagi nak. Kenapa nggak pernah main kesini lagi, mama kangen loh " ucap nya sambil memeluk Kayla dengan hangat.
Semua orang dalam ruangan bingung sendiri sambil memperhatikan interaksi kedua perempuan itu, kecuali Rayhan yang dengan bangga nya tersenyum.
" mama udah kenal Kayla? " tanya Roland heran.
__ADS_1
" iya, kan waktu itu pernah main kesini sama.."
"eeh.. tante, ayo Kayla bantu siapin makan malem nya " Kayla memotong ucapan nya sebelum mama nya Rayhan menyelesaikan kalimat nya.
Buru buru Kayla menarik calon mama mertua nya itu untuk meninggalkan ruang keluarga yang dari tadi terasa sesak dengan pembicaraan yang tidak jauh jauh dari bisnis dan membahas bagaimana kedepan nya hubungan antara Kayla dan Roland yang membuat nya muak sendiri, terlebih saat Rayhan hanya diam dan manggut manggut saja seperti sama sekali tidak mempermasalahkan hal tersebut.
" Kayla,, maaf waktu itu mama nggak dateng ya. mama ada urusan yang nggak bisa di tinggalin " ujar nya menyembunyikan kenyataan yang sebenarnya.
" iya nggak papa kok mah, Kayla ngerti kok " menjawab sambil tersenyum pasrah.
Di tempat lain
Ian suda duduk di bangku taman bersama Roland, sudah hampir 5 menit kedua nya duduk sambil terdiam dalan pikiran masing masing. Mengingat kejadian 2 tahun lalu yang menjadi titik balik kehidupan mereka saat ini.
" gimana kabar nya sekarang? " tanya Ian langsung pada inti nya, sejak dulu memang pria ini paling anti dengan basa basi.
" Hhhh, nggak usah sok peduli lo. Setelah lo pergi tanpa kejelasan dan sekarang masih nanya apa kabar dia, hahaha " lagi lagi dengan nada meremehkan.
" Lo kalo nggak tau apa apa lebih baik diem Lan. lo tau apa emang? " tanya Ian sambil menatap wajah mantan sahabat karib nya itu.
Mendengar ucapan Ian, Roland yang memang sudah menahan amarah nya sejak pertemuan pertama tadi langsung menarik kerah baju Ian dan melayangkan pukulan sekuat tenaga di wajah tampan Ian.
__ADS_1
" bgst!! Lo bilang apa ha?! gue nggak tau apa apa? cihh!! gue yang paling tau kisah kalian dua dan gimana akhir nya lo ninggalin dia tepat di hari lo janji bakal melamar dia Ian!! " berteriak dengan suara tertahan karena tidak ingin menimbulkan keributan.
Ian hanya menunduk dalam mengingat kembali kenangan masalalu nya bersama gadis yang sekarang entah dimana dan bagaimana kabar nya.
" Lo tau!! Dia bahkan nunggu lo hampir semaleman di tengah ujan!! dan lo!! hari ini lo masih berani tanya gimana kabar dia? dimana otak lo yang dulu kelewat pinter itu Ian? " Emosi Roland semakin meledak saja dan dia butuh meluapkan semua nya setelah tertahan 2 tahun.
" Sorry.. " Lirih Ian masih menunduk dalam, dan semakin membangkitkan hasrat Roland untuk menghajar nya habis habisan. Tapi emosi itu masih mampu dia kendalikan mengingat Tuan Wijaya dan juga Kayla didalam.
" Hebat banget lo Ian, hebaat banget. Apa karna ternyata lo anak konglomerat dan dia cuma rakyat biasa yang kuliah aja karena beasiswa makanya lo tinggalin dia?! apa lo nggak waras ha?! Dimana otak lo woi!! "
" oh shitttt!! " Umpat Roland tidak bisa di tahan lagi, emosi nya semakin meledak saja saat mengingat kisah 2 tahun lalu antara dia Ian dan juga seorang gadis.
" Dimana Vio sekarang? " Tanya Ian lagi, tidak menghiraukan emosi Roland yang sejak tadi sudah mencapai puncak nya.
" Damn!!! , tutup mulut lo Ian. jangan harap lo bisa ketemu dia lagi setelah apa yang lo lakuin, karena gue nggak akan pernah biarin itu "
" haha, gue cuma nanya gimana kabar dia. Apa dia baik baik aja setelah gue tinggal? lagian lo terlalu berlebihan, lo pikir setelah gue tinggalin dia 2 tahun lalu sekarang gue mau cari dia lagi?! Lo bener Lan, gue nggak bisa sama dia karena dia cuma seorang BIASA " Lirih Ian sambil menatap nanar wajah sahabat nya.
Satu hantaman keras kembali mendarat di Wajah Ian menyisakan memar kebiru biruan, Ian hanya meringis sambil tersenyum getir melihat Roland yang berjalan meninggalkannya.
Ian terduduk lemas di kursi sambil menatap foto seorang gadis di dompet nya, potret sepasang kekasih tersenyum manis menghadap kamera dengan ice cream di tangan masing masing.
__ADS_1
Maafin gue Vio, apa lo hidup dengan baik selama ini? Setelah gue pergi tepat di malem gue akan ngelamar lo?
gue rindu Vio...