Kampus Love Story

Kampus Love Story
F. A. L


__ADS_3

Hari ini, adalah hari yang paling tidak ingin dilewati oleh Kayla. Kenapa? ya karena dia tidak ingin melawati kenyataan setelah hari ini.


Gadis itu bahkan keluar kamar dengan wajah murung nya pagi ini, Ian yang biasanya melihat wajah ceria adik nya berjengit heran saat melihat keanehan Kayla sejak beberapa hari ini.


" Kenapa muka lo di tekuk? " Tanya Ian sewot, memang jika sedang dalam situasi tertentu kakak beradik itu akan nyeleneh untuk mencairkan suasana.


" Kepo aja lo urusan gue! " dengus Kayla, mengikuti gaya bahasa abang nya.


" Idih, gue nanya baik baik lo nyolot aja. " Mendorong bahu adik nya dengan jari telunjuk.


" Udah deh bang, gue lagi gak pengen bercanda! " Menghiraukan abang nya, gadis itu lebih memilih duduk dan menghabiskan jatah sarapan nya.


" Hari ini gue seneng, gue mau kencan dong " Ian tersenyum bangga, dengan kenyataan yang barusaja dia terima bahwa papanya susah merestui hubungan nya dengan Viona. Awal nya Ian heran, tiba tiba papanya merestui hubungan nya dengan Viona. Padahal hal itu menurutnya mustahil bisa terjadi, tapi pada akhir nya Ian lebih memilih tidak memikirkan alasan nya. Yang penting, sekarang dia dan Viona bisa kembali seperti dulu. Bukan kah itu lebih dari cukup?


Tapi Ian sama sekali tidak mengetahui apa yang akan terjadi dan hilang dari hidup nya nanti sebagai imbalan dari restu papa nya.


" Wahh, bagus dong. Kayla ikut seneng denger nya, tapi nggak takut ketahuan papa lagi? " Tanya Kayla seolah baru mengetahui semua nya, senyum getir tampak di bibir gadis itu.


" Nah itu dia, dek. kamu pasti nggak percaya denger ini, papa udah restuin hubungan abang sama Viona " Ian bersorak gembira sambil menghambur memeluk adik nya.


" Waah, bagus dong kalo gitu bang. Jadi Kayla nggak perlu khawatir lagi kalo abang ada yang nemenin "


" sejak kapan kamu khawatir sama abang? " Tanya Ian, masih memeluk erat adik nya.


" Haiss! Kayla selalu khawatir sama abang tau! Abang aja yang nggak tau diri. " Dengus Kayla sambil memukul keras punggung abang nya.


" Haha, maaf sayang. Abang terharu banget kamu perhatiin gitu, kamu jangan jauh jauh dari abang ya! "


deg. Air muka Kayla langsung berubah saat mendengar ucapan Ian.


Maafin Kayla ya, bang. Maaf untuk semua yang akan terjadi.


" Kayla mau ngomong dong sama kak Vio, kangen. " Rengek Kayla sambil melepaskan pelukan nya.


" Hmm, nggak boleh! Kamu mau ngomong apa sama dia? Jangan macem macem ya. " Menolak tanpa berfikir, membuat Kayla semakin cemberut.


" Please bang.. Ini terakhir kali nya loh, Kayla mau telfonan sama kak Viona. " Ucap Kayla tanpa sadar, membuat Ian mengernyit heran.

__ADS_1


eh?


" Terakhir? terakhir gimana maksud nya? " Tanya nya kemudian, Kayla tersenyum lebar sambil menghindari tatapan Ian.


" Yaa, abis ini kan Kayla mau jalan sama kak Ray. Dan lagi, Kayla orang sibuk kali. Mana sempet nelfon calon kakak ipar kan? " Ayo percaya, percaya saja dengan ucapan adik mu.


Ian hanya angkat bahu acuh, lalu mengeluarkan ponsel dari saku jaket. setelah tersambung dengan Viona, Ian memberikan ponsel nya pada Kayla.


" Halo kak Vio. " Sapa Kayla sambil tersenyum, lupa jika orang yang di sapa pasti tidak bisa melihat senyuman nya.


-----


" Iya nih hehe, Kayla yang paksa bang Ian telfon kakak. Dia mana punya inisiatif sendiri buat telfon kakak kan haha "


------


" Nggak sih, cuma kangen kak Vio aja. " Mendengarkan, lalu tertawa. " Nanti aku nggak ngampus kak, mau jalan sama kak Ray hehe " Nyengir kuda sambil melirik Ian yang sedang melahap roti nya.


------


" Iya, gak papa kak sekali sekali bolos hehe. Oya, Kayla mau ngomong sama kak Vio. " Suara Kayla terdengar serius, membuat Ian lagi lagi mengernyit heran melihat tingkah adik nya. Seperti ada yang tidak beres dengan Kayla akhir akhir ini, begitu pikir Ian sambil mengamati adik nya.


------


" Tolong jagain abang nya Kayla ya kak Vio, ingetin kalo dia susah makan, dia kan punya riwayat maag. Suruh rajin olahraga biar nggak lemes,


terus suruh istirahat juga ya kak. Bang Ian suka lupa waktu kalo kerja sih. " Diam, mendengarkan. " Iya Kayla juga kesel kak, Bang Ian paling susah kalo di bilangin. "


Ian berdecak sebal, merasa jadi objek pembicaraan dua gadis kesayangan nya itu.


-------


" Yaa, Kayla khawatir aja kalo nanti Kay nggak ada, takut nggak ada yang jagain abang. " Ucap Kayla spontan, mengundang tatapan tidak suka dari abang nya.


" Kayla! " Bentak Ian, pria itu tidak suka dengan kalimat adik nya barusan. Entah mengapa, Ian merasa ada sesuatu yang terjadi dengan adik nya.


Ian merebut ponsel itu kasar, membuat Kayla tersentak kaget. " kenapa? " tanya nya seolah tak merasa bersalah sama sekali.

__ADS_1


" Kamu kenapa ngomong gitu, abang nggak suka " Bentak nya lagi, pria yang sudah rapi dengan setelan jas itu beranjak berdiri lalu pergi begitu saja.


Kayla terdiam menatap kepergian abang nya, setetes air bening mengalir di pipi nya.


J**angan pergi bang, Kay nggak mau jauh dari abang lagi. Lirih nya, masih menatap Ian yang berjalan menuju pintu.


* * * * * * * *


Kayla tengah duduk di kursi panjang, dengan beberapa buku tebal penuh rumus dihadapan nya. Mencoba membuang segala pikiran buruk dan kotor nya, dia memfokuskan atensi pada buku buku tebal itu.


Sedangkan Lisa, gadis itu sibuk membuka sosial media sambil makan cemilan. Padahal sudah jelas aturan melarang di dalam perpus tidak boleh membawa makanan apapun. Tapi tetap saja gadis gila makan itu selalu punya cara untuk membawa makanan kedalam perpus.


" Lisa.. " Kayla membuka suara, setelah beberapa menit tadi ruangan ini diisi keheningan.


" Eh, kenapa Kay? Gue ganggu ya, sorry ya hehe. " Lisa nyengir sambil angkat jari membentuk huruf V. terlihat menggemaskan bagi Kayla.


" Gue.. Gue, minta maaf ya Lis mungkin selama ini gue banyak salah sama lo. Gue banyak nyusahin lo, dan gue juga sering bikin lo kesel. " Kayla menatap dalam mata sahabat nya, betapa wajah ini akan sangat dia rindukan nanti.


" Eh?! Kenapa lo tiba tiba ngomong gitu, elaah Kay lo ngomong apa sih. Lo nggak pernah nyusahin gue, justru gue yang selalu nyusahin lo kan selama ini. Yang selalu bikin lo naik darah karna sikap gue ini..."


" Lisaa... Janji ya, akan selalu jadi sahabat gue sampai kapan pun, walaupun suatu saat nanti kita terpisah. Atau mungkin Lo punya sahabat baru, jangan pernah lupain gue ya Lis. " Lisa tertegun mendengar ucapan Kayla, selama bersahabat baru kali ini mereka berbicara seserius ini.


" Kay, kenapa lo tiba tiba jadi melow drama gini sih? Gue jadi baper nih, sedih tau haha. " Lisa melakukan gerakan mengucek mata seolah menangis.


" Lis.. Dengerin gue, kalo suatu saat nanti kita terpisah jauh, lo bakal tetep jadi sahabat gue kan? Kalo nanti gue punya salah sama lo, lo masih mau kan maafin gue? Dan kalo gue punya kekurangan, lo juga masih tetep mau kan jadi sahabat gue, Lisa? "


Lisa mengerjap beberapa kali tak percaya apa yang baru di dengar nya, kenapa tiba tiba Kayla si gadis periang jadi melo drama begini sih.


" Kayla, bagi gue sejauh apapun jarak yang memisahkan kita, sebesar apapun salah lo dan sebanyak apapun kekurangan lo gue akan tetap jadi sahabat lo. Orang yang selalu ada disaat lo bahagia, dan akan tetap ada walaupun lo lagi terpuruk. Apapun yang terjadi, lo akan tetep jadi sahabat gue Kay "


Kayla lega dan senang mendengar jawaban Lisa, ternyata memiliki sahabat akan sebahagia ini rasanya. Jika tahu dari dulu, mungkin Kayla akan mencari sahabat sejak dulu.


" Tapi, ngomong ngomong lo kenapa sih ngomong gitu Kay, mau pegi kemana emang lo? " Tanya Lisa dengan nada bergurau, tapi membuat raut wajah Kayla langsung menegang.


" Nggak kemana-mana, Lisa gue boleh peluk lo yaa. " Ucap Kayla tiba tiba. membuat Lisa bergidik ngeri, menatap curiga pada sahabat nya.


" Gue normal Lisa! " Umpat Kayla, seolah mengerti tatapan Lisa.

__ADS_1


Setelah itu, Kayla menghambur kedalam pelukan Lisa. Sungguh, Kayla bisa merasakan kehangatan pelukan sahabat nya seperti pelukan hangat seorang ibu pada anak nya. Kayla menyadari, betapa dia akan merindukan Lisa suatu saat nanti.


__ADS_2