
" Kak Ray!! " Kayla merengek manja sambil berlari, lalu bergelayut manja di lengan Rayhan. Pria itu berjengit heran menatap kekasih nya. Seperti berkata, kenapa kamu?.
" Kamu kenapa hari ini, aneh banget? " Bertanya sambil mencubit hidung kesayangan nya.
" Ihh, sakit. " menarik tangan nakal Rayhan dari hidung nya. " Nggak papa kok, lagi pengen manja aja. " Kembali bergelayut manja dilengan Rayhan.
" Yaudah, kita mau kemana sekarang? Nanti siang aku ada rapat sama anak Maharipal, ada agenda di BEM juga. " Katanya sambil tersenyum, geli melihat tingkah Kayla yang tiba tiba menjadi seorang gadis manja.
" Yaah.. Aku kan bilang, hari ini aku mau seharian sama kakak. Jadi kosongin semua schedule kakak hari ini, temenin aku kemana pun aku mau ya. " Kedua nya berjalan bersisian menuju parkiran. Tidak peduli dengan tatapan tidak suka dari orang orang.
" Nggak bisa Kay, ini rapat penting jadi aku harus dateng. Ini rapat sertijab BEM. Jadi mau nggak mau aku harus hadir, nggak papa ya "
" Nggak, kak Ray kan udah janji hari ini mau sama aku seharian. Nggak mau tau pokok nya hari ini kita jalan ya kak, please. " Masih mencoba merengek manja, sedangkan Rayhan mulai kehabisan akal. Dia juga tidak tau kalau agenda rapat akan dimaju kan, dan dia sebagai anggota inti harus hadir dalam rapat itu.
" Kay.. Ayo dong, aku bener bener harus hadir di rapat itu. Kan nggak mungkin aku lari dari tanggung jawab, lagian kan masih bisa besok kita jalan atau weekend ini. Kamu ngertiin aku dong, jangan hari ini yah please. " Kali ini memohon seperti yang dilakukan Kayla.
Rayhan merasa ini adalah tanggung jawab nya, jadi tidak mungkin lari begitu saja dari tanggung jawab itu. Terlebih mereka kan hanya akan jalan berdua, jadi tidak lebih penting dari rapat yang harus dihadirinya. Begitu Rayhan menimbang harus memilih yang mana.
" Oke. "
" Nah gitu dong, makasih ya udah ngerti. " Kembali mencubit gemas hidung Kayla. " Aku janji, weekend ini kita jalan jalan seharian. Kemana pun yang kamu mau, aku turutin. "
" Nggak usah kasih janji kak, kalau nggak bisa di tepatin " Ucap Kayla acuh sambil buang muka, memingat bahwa hari itu Rayhan sudah berjanji akan menghabiskan waktu seharian dengan nya.
" Jangankan weekend ini, 5 menit kedepan aja kita nggak tau apa yang akan terjadi. Nggak ada yang bisa menjamin kan, weekend ini aku masih hidup atau nggak. " Kayla melengos, lalu meraih kunci mobil dari dalam tas nya.
__ADS_1
" Kalau kak Ray emang nggak bisa nggak papa kok, aku tau rapat itu penting. Bukan cuma untuk kak Ray, tapi juga untuk kampus ini. Aku juga nggak mau kak Ray jadi orang yang nggak menjalankan amanah, jadi lebih baik disini aja. "
" Kayla.. Bukan gitu maksud aku, please kamu ngerti posisi aku. Jangan buat aku terpaksa harus milih salah satu "
Kayla menatap Rayhan dalam, sungguh dia sangat ingin memeluk pria itu saat ini. Meluapkan rasa sakit yang selama ini terpendam dalam.
" Aku ngerti kok, yaudah lebih baik kakak ke ruang kajur sekarang, bukan nya banyak yang harus di siapin kan? Yaudah aku pamit ya.. "
Entah mengapa, tapi saat mendengar kata pamit dari Kayla membuat Rayhan merasa aneh. Jantung nya berdetak kencang, hati nya merasakan ada sesuatu aneh yang terjadi. Tapi apa? Bukan kah gadis itu hanya akan pulang kerumah atau ke apartemen nya saja.
" Aku pergi kak, terimakasih buat semua nya yang udah pernah kita lalui. Tetap semangat disini ya, jangan lupa makan siang nanti. Aku sayang kak Ray! " Menatap Rayhan sambil tersenyum, sedangkan Rayhan hanya menatap Kayla heran.
" Assalamualaikum. Kak Rayhan." Berlalu secepat mungkin, agar Rayhan tidak melihat air mata yang barusaja jatuh ke wajah nya. Tapi terlambat, Rayhan bahkan sudah melihat saat matanya berkaca-kaca tadi.
Kayla menyeka air mata yang membahasi pipi nya, menghidupkan mesin mobil dan segera berlalu dari parkiran itu.
Berusaha tidak memperdulikan panggilan Rayhan, Kayla melajukan mobil nya secepat mungkin meninggalkan parkiran yang ramai dengan beberapa mahasiswa yang nongkrong.
" Aaakkh!! " Rayhan berteriak emosi, menendang ban mobil seseorang meluapkan amarahnya.
* * * * * *
Kayla mengendarai mobil dengan ugal ugalan, kebiasaan lamanya muncul, setiap kali mempunyai masalah selalu dia lampiaskan dengan dengan cara seperti ini.
Mobil putih itu melaju dengan kecepatan maksimal, menyalip beberapa kendaraan lain nya.
__ADS_1
Mengundang kemarahan pengendara lain yang membunyikan klakson mobil nya sebagai tanda peringatan. Bukan nya berhenti, mobil putih yang di kendarai gadis itu semakin melaju kencang. Sekolah berkendara yang di jalani nya beberapa tahun lalu, membuat cukup lihai mengendarai mobil.
Lampu lalu lintas berwarna kuning, menandakan beberapa detik lagi akan berganti merah, dan para pejalan kaki akan segera menyebrang jalan. Hal itu tak menyurutkan niat Kayla untuk tetap berpacu dengan mobil kesayangan nya.
Teriakan amarah dari para pengendara dan pejalan kaki mengiringi laju kencang mobil sport putih yang kecepatan nya hampir di luar kendali itu. Kayla terkekeh hambar, ternyata ada kerinduan jika mengingat kejadian masalalu.
Saat ugal-ugalan menjadi kebiasaan nya, menghabiskan malam yang panjang di sebuah club malam lalu ugal-ugalan dan besok hari berakhir jadi buronan polisi. Begitulah cara nya untuk menarik perhatian sang papa yang selalu sibuk bekerja. Tapi setelah kepergian Ian, semua kebiasaan buruk nya hilang.
Kini Kayla merasa rindu dengan kebiasaan lama nya, ingin mengulang semua kenangan itu. Dan lamunan panjang nya berhenti saat seseorang tiba tiba menyebrang jalan, membuat nya kehilangan kendali atas mobil yang tengah melaju kencang.
" 4njirr!! bangs4t gue lupa mana rem!!. " Umpat nya di tengah kepanikan, sementara orang di depan sana dengan jarak 10 meter sudah berteriak histeris.
Chiiitttt.
Suara ban mobil bergesekan dengan aspal jalanan, lalu berakhir menabrak trotoar.
* * * * * * *
" Jadi acara serah terima jabatan akan di adakan akhir bulan ini, agenda nya akan kita adakan di aula jurusan. Dan saya sendiri sebagai ketua pelaksana yang akan mengkoordinasi kegiatan ini agar berjalan dengan baik. " Semua anggota manggut manggut tanda setuju dengan keputusan final.
" Baiklah, rapat finalisasi akan kita lakukan dalam 3 hari kedepan. Saya mohon untuk ketua bidang masing masing sudah menyiapkan planning untuk jalan nya acara. Ada yang ingin ditanya kan lagi?. " Tanya Rayhan sambil memperhatikan anggota rapat nya satu persatu.
" Kak, Pembentukan anggota tim nya gimana? Kakak yang pilih, atau ketua bidang masing masing yang memilih? " Tanya seorang gadis, yang Rayhan tahu namanya Nadil, mahasiswi setingkat Kayla.
Ahh, ngomong-ngomong soal Kayla, Rayhan jadi teringat gadis itu sekarang. Sedang apa dia, sejak tadi ada sesuatu yang mengganjal perasaan Rayhan sejak perdebatan mereka di parkiran tadi.
__ADS_1
" Kalau urusan itu, saya serahkan pada ketua bidang kalian masing masing. Baik, kita akhiri rapat siang ini. Terimakasih atas kehadiran kalian, saya tunggu kalian di rapat selanjutnya. " Ucap nya mengakhiri rapat siang ini, sebenarnya sejak tadi Rayhan sudah tidak fokus. Pikiran dan hati nya tidak sejalan, membuatnya ingin segera keluar dari tempat membosankan ini.