Kampus Love Story

Kampus Love Story
Pamit


__ADS_3

Siang ini, disebuah restoran besar yang terletak di dekat sebuah mall terkenal di Jakarta, saat saat jam makan siang pengunjung restoran ini semakin membludak. Membuat beberapa pelanggan harus rela mengantri untuk mendapatkan meja,


untung nya Kayla sudah lebih dulu memesan sebuah ruangan privat.


Kini gadis itu sedang duduk sambil menunggu seseorang dengan gelisah, Kayla sedang mencoba menyusun kata kata yang akan dia ucapkan saat bertemu dengan seseorang itu nanti.


Kayla masih larut dalam lamunan panjang hingga pintu terbuka dan seseorang masuk dengan senyum sumringah nya. Kayla terpaku beberapa saat melihat senyum ceria pria tersebut. Akankah senyuman itu tetap ada setelah mendengar apa yang akan di ucapkan nya nanti, begitu pikir Kayla sambil membalas senyum tulus pria tersebut.


" Maaf gue telat, tadi agak macet, lo udah lama disini? " Tanya nya sambil duduk di kursi berseberangan dengan Kayla.


" Nggak papa kak, Kayla juga baru sampe kok. Tadi udah sekalian Kay pesenin makanan, tapi nggak tau sesuai selera kak Roland apa nggak "


" Haha, nggak papa lagi " Roland terkekeh sambil menepuk pundak Kayla " Lo tumben mau ketemuan gini, ada perlu apa? " Tanya nya kemudian setelah meneguk segelas air.


Setelah beberapa obrolan singkat mereka, beberapa pelayan masuk dan menyajikan pesanan di atas meja, Kayla menggunakan kesempatan ini untuk mengatur nafas dan membuang rasa gugup yang tiba tiba menghinggapi nya.


Rasa takut akan kekecewaan Roland semakin besar saat dia melihat senyum cerah pria itu tadi, dan betapa jahat nya Kayla jika apa yang akan dia katakan nanti membuat senyum cerah milik Roland hilang.


Setelah semua pesanan ditata rapi di atas meja, beberapa pelayan tadi keluar ruangan setelah memberi sapaan hangat pada pelanggan nya.


Jantung Kayla berdetak semakin tak beraturan, terlebih saat melihat senyuman Roland yang daritadi tidak pernah luntur sedikitpun.


" Kak Roland... Kayla mau ngomong.. " gumam Kayla pelan, bahkan Roland hampir tidak mendengarnya.


" Mau ngomong apa Kay? Nanti aja, makan dulu ya. Gue laper banget nih haha " Roland langsung melahap makanan nya dengan semangat, sedangkan Kayla hanya mendesah pasrah lagi lagi harus mengatur detak jantung nya yang tak karuan.


Roland masih fokus dengan makanan nya, sedangkan Kayla, gadis itu hanya memainkan garpu dan sendok nya. Otaknya sedang berfikir bagaimana cara menyusun kata kata yang tidak akan menyakiti hati Roland nanti.


" Mau ngomong apa Kay? " Tanya Roland tiba tiba, seketika membuat Kayla tersadar dari lamunan panjang nya.

__ADS_1


Udah berapa lama sih gue ngelamun, elahh gue gak enak banget mau ngomong ini sama kak Roland.


Kayla menarik nafas dalam lalu menghembuskan perlahan, mendadak ruangan ini menjadi sesak untuk bernafas. Terlebih lagi saat Roland menatapnya dengan raut wajah sesenang itu, Kayla jadi semakin ragu untuk mengatakan semua nya.


Apa semahal ini yang harus gue bayar untuk kebahagiaan Abang gue?


Air matanya hampir jatuh, jika saja Kayla tidak cepat cepat menghapusnya sebelum Roland melihat air mata itu.


" Kak.. Kayla minta ketemu kak Roland kesini, sebenernya ada yang mau Kayla omongin sama kak Roland " Gadis itu menunduk tak berani bersitatap dengan Roland.


Roland mengernyit sambil menatap Kayla, tidak biasanya gadis itu menunduk saat bicara. Kayla yang selalu percaya diri saat menatap lawan bicaranya, sungguh aneh dengan gadis itu yang hanya menunduk saat ini.


" Sebelum nya, aku minta maaf sama kak Roland...tapi, tujuan aku mau ketemu kakak disini.. aku mau ngomong " Kayla tergagu tanpa berani menatap mata Roland.


Ngomong sama kakaknya aja sakit banget, gimana sama adek nya?!


" Mau ngomong apa Kay? " Tanya Roland penasaran, pasal nya sejak tadi gadis itu berberlit belit dalam menyusun kalimat.


Roland bungkam, tapi sedetik kemudian senyum sinis terukir di bibir nya. Roland mengalihkan tatapan matanya, sedangkan Kayla menunduk tak berani melihat wajah Roland yang pasti sudah berubah muram.


" Kenapa? Apa karena Rayhan, dia yang suruh lo batalin pertunangan kita?! " suara Roland terdengar rendah, Kayla mendongak. Raut wajah Roland sudah tidak secerah tadi, seperti yang dia bayangkan.


Kayla kembali menunduk, semua kata kata yang sudah dia siapkan sejak semalam hilang begitu saja.


" Kayla minta maaf kak Roland, mungkin Kay jahat ngomong ini sama kakak. Tapi ini murni keputusan aku kak, nggak ada paksaan dari orang lain, kak Rayhan, ataupun bang Ian nggak ada yang tau " Gue nggak bohong kan, mereka emang nggak tau kan masalah ini.


" oke " Dari nada suara nya Roland terdengar santai, tapi percayalah ada emosi yang berusaha dia sembunyikan dibalik sikap tenang nya.


" Kalo lo emang mau batalin pertunangan ini ok fine, gue terima kok. Ya mungkin ini bakal jadi masalah untuk orang tua kita, tapi akan lebih masalah kalo pertunangan ini tetap dilanjutin. Gue tau lo nggak ada perasaan apapun untuk gue, dan gue paham itu " Roland melepaskan cincin yang selalu tersemat di jari manisnya, Kayla memejamkan mata tak sanggup melihat yang dilakukan Roland.

__ADS_1


Sungguh, rasa bersalah Kayla semakin menyeruak saat melihat cincin yang tadi dikenakan Roland sudah ada di atas meja.


" Gue emang sakit kehilangan lo, tapi akan lebih sakit saat gue bisa memiliki lo, dan hati lo untuk orang lain. Terimakasih untuk semua Kay, terimakasih untuk kesempatan jadi tunangan lo, yaa walaupun itu karena paksaan juga haha " Roland tertawa hambar sambil mengalihkan pandangan dari Kayla.


Kayla bangkit dari tempat duduk nya, dan perlahan berjalan ke arah Roland yang sedang menunduk. Gurat kekecewaan tergambar jelas di wajah tampan pria itu, menghadapi Roland saja membuat Kayla seperti ini. Bagaimana jika menghadapi Rayhan nanti?


" Aku.. boleh peluk kak Roland? " Tanya gadis itu sambil menunduk, demi melihat wajah Roland. seketika pria itu mendongak, dan melihat Kayla yang tersenyum manis padanya.


Roland tidak menjawab, tapi secepat kilat dia menarik gadis itu kedalam pelukan nya. Sungguh, ini kali pertamanya Roland berhasil mengerengkuh tubuh gadis ini kedalam pelukan nya. Gadis yang sejak 4 tahun lalu mencuri perhatian nya dengan segala kelebihan yang dimiliki gadis itu.


Roland menyembunyikan wajahnya dibalik bahu gadis itu, memeluknya seerat mungkin yang dia bisa. Untuk menguatkan diri sendiri menerima kenyataan bahwa dia sudah kehilangan gadis ini, gadis yang tidak pernah dia miliki seutuhnya.


Kayla meringis, pelukan Roland membuat nya susah bernafas. Tapi gadis itu lebih memilih diam, membiarkan Roland memeluknya sampai pria itu merasa lega. Anggap saja ini tanda perpisahan, karena sebentar lagi gadis itu akan pamit.


" Kayla.. " Lirih Roland, perlahan pelukan nya terlepas, tapi masih pada posisi nya semula.


" Boleh gue cium kening lo? " Tanya nya kemudian. Kayla mengerjap kaget saat mendengar ucapan Roland, tapi tak urung gadis itu mengangguk juga tanda persetujuan.


Kayla yakin, Roland hanya ingin menghilangkan kekecewaan dan rasa sedih nya. Kayla menutup rapat matanya saat sebuah benda kenyal dan dingin mendarat di kening nya.


Perlu beberapa saat untuk Roland menyelesaikan ritual perpisahan dengan gadis kecil nya itu. " Terimakasih.. " gumam nya sambil tersenyum sekilas.


" Gue sayang, sama lo.. Walaupun lo nggak, jangan pernah jauhin gue walaupun kita udah nggak punya hubungan, ya? "


" Kayla juga sayang sama kak Roland, maafin Kayla ya kak, tapi aku yakin kak Roland pasti ketemu dengan orang yang lebih baik dari Kayla "


Tapi gue cuma mau lo, Kayla. Roland berusaha tersenyum selebar yang dia bisa, kini dia benar benar harus melepaskan gadis kecil kesayangan nya itu.


* * * * * * * * * * *

__ADS_1


**Selamat siang!!


Selamat hari Kartini, untuk semua perempuan Indonesia. Tetaplah berusaha menjadi sosok kartini masakini**:)


__ADS_2