
"ada apa? " tanya Rayhan sambil menghampiri teman bule nya yang berasal dari Australia yang sedang memunguti buku nya itu.
" tadi nabrak cewek, cantik banget gilak" antusias pria itu sambil bangkit dengan buku di dekapan nya.
" siapa, disini nggak ada cewek? " tanya Rayhan heran, jelas jelas disini tak ada gadis manapun apa jangan jangan teman nya baru tertabrak makhluk tak kasat mata?
" udah kabur bro, tadi dia nangis nggak tau kenapa tuh cewek.. tadi kayak nya dari arah bangku kamu deh " ucap pria itu sambil duduk di samping Viona.
" masa sih? dari tadi aku sama Rayhan gak liat cewek, apalagi nangis " jawab Viona kebingungan
" iya justin , mungkin kamu salah liat. atau jangan jangan itu bukan manusia? " tanya Rayhan dengan nada bergurau berusaha melupakan kegundahan di hatinya.
" nggak mungkin lah, orang jelas jelas tadi nabrak aku kok. cantik sumpah, bening tu cewek kayak nya orang asia. mirip kalian dua, mata nya item bulet, rambut agak kecoklatan gitu, bibir nya kecil mungil, imut banget sumpah"
terang pria bernama justin itu sambil tersenyum mengingat kecantikan gadis yang baru di tabrak nya.
Rayhan dan Viona berpandangan heran mendengar ucapan teman nya, dari ciri ciri nya Viona jadi ingat dengan gadis yang di tabrak nya tempo hari lalu. sedangkan Rayhan sedikit terkejut mendengar ucapan Justin, dia jadi teringat gadis yang sangat di cintai nya memiliki ciri ciri yang sama.
apa jangan jangan, Kayla?! seru Rayhan dalam hati.
"apa mungkin dia orang yang sama dengan yang aku tabrak kemaren ya? " gumam Viona sambil mengingat gadis itu.
" siapa yang kamu tabrak? tanya justin
" Ray, lo ada foto pacar lo nggak? gue liat dong? " ucap Viona tiba tiba
__ADS_1
(note : kalo pake lo gue arti nya komunikasi antara Rayhan dan Viona pake bahasa Indonesia, kalo pake aku kamu itu komunikasi pake bahasa inggris soal nya ada justin juga)
" kenapa lo tiba tiba pengen liat cewek gue? " tanya Rayhan keheranan tapi tetap mengeluarkan ponsel dari saku, dan memperlihatkan wajah Kayla yang menjadi wallpaper ponsel nya.
Viona langsung memekik kaget melihat foto gadis di layar itu, benar dugaan nya bahwa gadis yang sama di tabrak nya kemarin.
"dia disini Ray, cewek lo disini " teriak Viona tertahan agar tak menjadi pusat perhatian.
Rayhan yang mendengar nya hanya tersenyum miring, bagaimana mungkin Kayla ada disini. itu hal mustahil, siapa yang tau dia ada disini kecuali orang tua nya, Roland dan juga Candra.
dan Rayhan yakin bahwa sahabat nya tidak mungkin memberitahu keberadaan nya, karena Candra juga tau alasan Rayhan ada disini sekarang.
" gue gak bercanda Ray, sumpah. coba lo kasih liat foto nya sama Justin apa dia cewek yang di tabrak barusan "
Viona langsung memberikan ponsel milik Rayhan pada pria bule itu, dan langsung di sambar oleh si bule.
" benar Rayhan, ini cewek yang barusan aku tabrak " ucap nya sambil mengembalikan ponsel Rayhan.
" kemaren gue juga ketemu, dan kayak nya gue udah beberapa hari ini papasan sama dia. cuma gue gak perhatiin, kemaren gue gak sengaja nabrak dia. dan dia bilang lagi nyari lo, dia juga nunjukin foto lo" terang Viona dengan nada cemas melihat ekspresi Rayhan.
mendengar hal itu Rayhan langsung membeku di tempat, benarkah Kayla menyusulnya sampai sini? benarkah Kayla mencari nya, apa Kayla benar benar ingin bersama nya? lalu bagaimana dengan perjodohan itu??
" Ray, apa dia denger ya yang kita bicarain tadi? " tanya Viona hati hati.
" Vio, gue harus susul dia.." ucap Rayhan sambil bangkit.
__ADS_1
"Ray, jangan gegabah, lo udah pikirin ini semua mateng mateng, lo yakin mau nyusul dia? " tanya Viona sambil menahan lengan Rayhan.
" gue takut dia salah paham Vi!" lirih Rayhan sambil kembali duduk.
mendengar jawaban Rayhan, entah kenapa Viona malah jadi marah, kenapa juga menahan Rayhan barusan. Viona baru menyadari kebodohan Rayhan itu karena mengambil keputusan yang salah.
" hahaha, sejak awal juga dia udah salah paham dengan kepergian lo yang gak ada kabar Ray!! dan lo baru sadar? " tanya Viona dengan nada yang mulai meninggi.
" maksud lo apa? " tanya Rayhan tak paham
" lo begok tau nggak Ray, otak lo kemana?! lo baru mikir sekarang kalo dia bakal salah paham? terus lo ninggalin dia tanpa kabar dan tiba tiba bahkan hampir sebulan lo ilang gak ada kabar , lo kira dia gak bakal salah paham? " tanya Viona dengan nada bicara sudah tak santai.
" tapi gue punya alasan Vio! " tukas Rayhan tak mau kalah jawab.
" apa alasan lo?! karena lo tau kalo dia cewek yang bakal jadi tunangan kakak lo, gitu Ray?..
iya gue tau niat lo baik lo mau memantaskan diri lo buat dia dan lo bakal perjuangin dia, tapi cara lo SALAH BESAR RAYHAN!! keputusan lo ini bakal buat dia sakit hati dan benci sama lo!! " bentak Viona sambil menatap tajam Rayhan.
"lo gak liat kan gimana penampilan dia kemaren, kayak mayat jalan Ray! itu cewek pucet kayak udah gak makan berapa hari, mata nya bengkak, badan nya gak keurus. mungkin selama sebulan ini dia kayak gitu karna lo, karena ulah lo Rayhan!! "
Rayhan langsung tertunduk lemas saat mendengar ucapan sepupu nya Viona, benarkah Kayla sekacau itu, dan itu semua sebab nya adalah Rayhan.
apa keputusan nya untuk meninggalkan Kayla tanpa kabar ini adalah jalan yang salah? tapi niat nya hanyalah untuk bisa mendapatkan Kayla kembali, dia sadar siapa yang dihadapi nya. dia harus menghadapi papa dan kakak nya dan juga Tuan Wijaya, makanya Rayhan mengambil jalan ini.
sebelum memperjuangkan Kayla, tentusaja Rayhan harus memperbaiki diri dulu kan agar pantas untuk bersaing dengan kakak nya. dan dia sadar, jika hanya menjadi lulusan kampus lokal dia tidak akan bisa membuat papa nya Kayla tertarik padanya. oleh sebab itu lah Rayhan memutuskan untuk pindah kesini dan mengejar cita cita nya. dan juga menjadi orang yang pantas untuk bersanding dengan Kayla.
__ADS_1
" Ray lo sadar gak, keputusan yang lo ambil ini salah. gue tau lo sakit hati sama bokap lo yang jodohin kak Roland sama cewek lo, tapi kenapa lo nggak jujur aja kalo kalian dua saling suka?
kenapa lo malah ambil jalan rumit ini Ray? jalan yang bakal lo sesali nanti, lo harus balik Ray. kalo lo disini, yang ada lo malah kehilangan cinta lo!! "