
"KAMU?!! "
"ELO?!! " pekik mereka bersamaan sambil menunjuk dengan tangan masing masing,
astaga takdir macam apa ini?
"waah, jadi kalian udah saling kenal ya? gagal kejutan dong kalau begini " celetuk Wijaya Kesuma karena melihat interaksi mereka yang seperti saling mengenal.
" Kay gimana kalian bisa kenal? wah berarti kalian memang jodoh " ucap Tuan Wijaya sambil mengelus kepala anak nya dengan sayang.
Kayla kembali duduk setelah berjabat tangan dan memberikan senyuman pada orang itu, kemudian menunduk tak mau menatap nya lagi.
Kayla merasa lega setelah mengetahui siapa calon tunangan nya itu, jadi tidak akan susah bagi nya untuk menyusun rencana nya.
" selamat malam tuan " sapa seorang pelayan menghampiri meja itu.
setelah menunduk hormat, beberapa pelayan lain mulai menata makanan di atas meja untuk pengunjung terhormat nya.
setelah selesai dengan pekerjaan nya para pelayan tersebut pergi meninggalkan ruangan, lalu keempat orang itu memulai makan malam mereka.
terdengar obrolan hangat dari kedua Wijaya yang berbincang mengenai kesibukan masing masing, seperti nya sudah lama kedua pria itu tidak bertemu hingga asyik sendiri begitu.
sedangkan Kayla hanya makan dengan hening tanpa ada niat ikut bergabung dalam obrolan, sesekali tatapan nya dengan pria yang ada di hadapan nya itu bertemu, kemudian saling bertukar senyum. untuk mengobrol? ayo lah mereka tidak seakrab itu, terlebih ada orang tua disisi mereka.
__ADS_1
sesekali juga Kayla melirik ke arah ponsel yang sejak tadi ada di pangkuan nya, ia risau karena menunggu kabar seseorang yang belum juga menghubungi nya sampai saat ini..
* * * *
" jadi Kayla, lo inget gue kan? " tanya pria itu akhir nya buka suara setelah hampir setengah jam keheningan menguasai mobil yang sedang melaju itu. setelah acara makan malam dan tukar cincin yang di lakukan tadi, Tuan Wijaya menyuruh Kayla untuk pulang bersama pria yang sudah resmi menjadi tunangan nya. bahkan tanpa dia tahu siapa nama pria itu.
"iya " jawab Kayla singkat sambil menatap layar ponsel nya, jari nya sibuk mengetikkan sesuatu pada ponsel itu.
" lo nggak mau tanya nama gue? " tanya pria itu lagi sambil menoleh Kayla sekilas.
" apa penting nya buat gue? " tanya Kayla acuh.
" perkenalkan nama gue.. " ucap nya menggantung, menunggu reaksi dari gadis di samping nya.
"Roland Wijaya Kesuma" sambung pria itu sambil menoleh ke arah Kayla.
Kayla hanya mendelikkan bahu nya acuh, tak ingin merespon laki laki itu.
" lo nggak kangen gue? udah lama lo kita nggak ketemu" Roland masih sibuk mencari topik pembicaraan, sedangkan Kayla masih sibuk dengan ponsel nya. rasa cemas di wajah nya terlihat dengan jelas bagi Roland.
" gue gak kangen! kita ketemu juga gak sengaja kan, dan ya, gue lupa bilang makasih waktu itu. makasih karna bantuin gue pas itu " jawab Kayla sambil menatap Roland, gadis itu menyerah pada ponsel nya karena tak kunjung ada notif.
"aah, gue sampe lupa lo belum bilang makasih. padahal gue mau ajak kenalan, lo nya langsung kabur gitu aja " ucap Roland sambil tersenyum lebar.
__ADS_1
" gue kira lo bakal kuliah di kampus itu, pasti mudah buat lo masuk. secara kan lo juara olimpiade yang di adakan kampus itu" lanjut nya lagi.
" gue gak minat, gue lebih minat universitas XX disini" dusta Kayla, padahal ia masuk kampus itu karena terpaksa, terpaksa yang sekarang ia sukuri setelah bertemu dengan Rayhan.
"adek gue juga kuliah disitu "
"gue gak nanya! " tukas Kayla kesal karena pria itu terus saja mengoceh sejak tadi.
"gue inget loh kejadian pas lo kesasar gak tau jalan mau kemana pas itu, untung gue lewat kalo nggak lo bakal di kibulin sama bule bule kadal disana. "
Roland kembali mengingat kejadian sekitar 4 tahun lalu, saat itu dia masih seorang mahasiswa semester 6 di salah satu universitas ternama di inggris.
dan Kayla saat itu masih kelas 1 SMA, saat itu universitas ternama itu mengadakan olimpiade ekonomi internasional yang di adakan di kampus nya. Dan saat dia sedang berjalan di koridor kampus, ia tak sengaja menabrak seorang gadis yang terlihat kebingungan.
melihat dari wajah nya, Roland yakin bahwa gadis itu orang Asia, atau bahkan Orang Indonesia. saat dia menyapa gadis itu menggunakan bahasa Jepang ternyata gadis itu fasih, namun dari wajah nya jelas gadis itu bukan keturunan jepang.
Lalu Roland bicara lagi dengan bahasa Indonesia , seketika gadis itu memekik kegirangan dan memeluk Roland tanpa aba aba. gadis itu langsung meminta bantuan Roland untuk mengantarnya menuju aula universitas, dan permintaan itu di sanggupi oleh Roland. tentu dia merasa harus membantu orang yang berasal dari tanah air yang sama.
setelah sampai di aula, gadis itu langsung berlari meninggalkan Roland tanpa berkata apapun. berterimakasih saja tidak, padahal Roland sudah berniat untuk mengajak nya kenalan. sungguh gadis cantik nan imut itu mencuri perhatian nya, dan dari kostum yang dia kenakan Roland yakin bahwa gadis itu salah satu peserta olimpiade. jadi Roland mencari tau tentang data diri gadis itu.
tiga hari acara berlangsung, selama itu pula Roland selalu berusaha mendekati Kayla tapi tak ada kesempatan sedikit pun. sampai hari terakhir saat pengumuman, dan Kayla keluar sebagai juara nya. Roland langsung melompat kegirangan dan memeluk tubuh mungil Kayla, sontak saja Kayla murka besar pada pria itu.
dan Roland mendapat jotosan di wajah, tendangan di kaki dan juga area pribadi yang membuat nya mengaduh kesakitan.
__ADS_1
"gue gak sebodoh itu sampe bisa di kadalin bule! " bentak Kayla yang menyadarkan Roland dari lamunan panjang nya tentang masalalu.