
" Yeessss akhir nya rencana kita berhasil, hahaha. Ide gue emang brilian dah.." Lisa berjingkat ria merayakan keberhasilan mereka mempertemukan Ian dan Viona.
" Iya iya, ide hebat lo Lisa. Gue sampe terharu banget punya sahabat kaya lo " Ucap Kayla acuh, sambil memakan potongan buah kesukaan nya.
Sedangkan Rayhan dan Candra, mereka masih sibuk dengan game online tak menghiraukan dua gadis yang dari tadi berteriak histeris.
" Tapi gue sampe sekarang belum ngerti, kak Viona sama bang Ian itu sebenernya ada hubungan apa ya? "
" heh, gue yang adek nya aja nggak kepo kenapa lo jadi sibuk Lis? " Kayla berceloteh sambil menjelajahi dunia sosial media milik nya.
Sebenarnya dia jengkel juga, dari tadi Rayhan asik dengan dunia nya sendiri. Bahkan seperti nya pria itu tidak sadar pacarnya masih ada disini atau tidak.
" Lis, gue balik duluan ya. Disini gabut, punya doi tapi sibuk sendiri " Dengan nada tegas sambil melirik Rayhan, terbukti pria itu sudah mendongak dari layar ponsel lalu menatap Kayla.
" Eh, iya Kay, gue juga juga mau tidur. masa apartemen gue dijadiin tempat mabar game, gak elite banget! " ikut mengeraskan suara sampai Candra juga mendongak dari layar ponsel nya.
" Kamu mau kemana? Nggak liat aku masih disini, kamu mau pergi gitu? " Mulai bicara dengan nada angkuh nya sambil menghampiri Kayla.
" Hey kak! dari tadi juga lo sibuk sendiri sama game lo, giliran doi mau pergi sok soan marah idih heran gue sama cowok cowok jaman sekarang, mau di perhatiin tapi nggak pernah ngasih perhatian " Lisa yang juga dari tadi menahan kesal meluapkan amarah nya pada Rayhan.
" Loh, kok jadi nyalahin cowok cowok? Kan yang salah Rayhan? " Candra yang merasa dirinya dibawa-bawa langsung protes keras.
" udah udah, kalian dua sama aja tau nggak. Udah gue mau balik duluan, bosen disini" Sungut Kayla lalu berjalan menuju pintu, Rayhan gelagapan sambil mengejar gadis itu. Sedangkan Candra malah sibuk berdebat dengan Lisa masalah percintaan cowok dan cewek padahal mereka sendiri sama sama jomblo.
* * * * * *
" Maaf, maafin aku dong. tadi khilaf main nya, abis nya seru " Merengek manja sambil mengimbangi Kayla melangkah ke pintu lift.
Kayla mendelik sambil membuang muka, merasa frustasi dengan sikap Rayhan yang berubah ubah. Kadang manja, kadang arogan, dan yang lebih parah kadang suka marah marah tidak jelas, lebih lagi jika membahas teman teman pria Kayla.
" Dia siapa? kok kamu save cowok ganteng? bule lagi, kenal darimana? Kamu suka genit ya kalo sama cowok " Katanya suatu hari saat memeriksa ponsel Kayla.
" kok followers kamu cowok semua sih? suka like sama komen foto kamu lagi, ih aku nggak suka " Itu saat memeriksa akun sosial media milik Kayla, sungguh saat itu ingin rasa nya mencekik Rayhan yang tiba tiba menyebalkan.
" Kamu kok chattan sama cowok lain? pake tanya tanya kabar segala, Jangan chat dia lagi! "
Dan masih banyak lagi tingkah menyebalkan Rayhan, tapi menurut Kayla lebih baik Rayhan bersikap menyebapkan daripada merengek manja seperti ini yang membuatnya bergidik ngeri.
" Kak Ray!.. shuttt " menutup mulut Rayhan dengan tangan nya, dari tadi pria itu masih terus minta maaf dengan nada manja nya.
" Malu ih diliatin orang, Lagian kakak nggak malu apa kaya gitu? Kay aja malu tau kak! "
Rayhan menggeleng sambil tersenyum tanpa dosa, setelah masuk lift pria itu langsung memeluk erat tubuh Kayla. Tidak peduli dengan beberapa orang yang juga dalam lift. Aneh nya, mereka hanya buang muka dan menyibukkan diri masing masing tanpa menoleh pada dua sejoli yang serasa dunia milik sendiri itu.
" Kakak kenapa sih? malu tau diliatin orang orang " Kayla menggerakkan tubuhnya berharap Rayhan melepas pelukannya.
" Kan nggak ada yang liatin, mereka aja sibuk sendiri kok. Emang kamu nggak kangen sama aku? " bertanya sambil mempererat pelukan nya.
__ADS_1
" Haiss, lepasin! gerah tau " menggungcang tubuhnya lebih keras berusaha melepaskan diri.
" Kamu nggak suka aku peluk? iya?! " melepaskan pelukan nya, lalu mendorong bahu Kayla, gadis itu meringis sekaligus kaget dengan Rayhan yang tiba tiba marah.
Astaga!! Tuhaan, gue sekali nya punya pacar dapet yang kaya gini? Apa gue cari pacar baru ya wkwkwk
* * * * * * * *
Malam ini Kayla sedang asyik didalam kamarnya sambil membaca novel online kesukaannya, sesekali gadis itu membuka aplikasi WhatsApp untuk membalas pesan dari sang kekasih.
Dan ketukan di pintu kamar, berhasil mengalihkan atensi nya dari ponsel yang dia pegang.
" Masuk " Kayla kembali fokus pada ponsel yang masih ada ditangan nya.
" Maaf nona, anda di panggil oleh tuan ke ruang kerja nya sekarang " Ujar pak Hasan di ambang pintu.
Kayla mengernyit, lalu menoleh pada pak Hasan.
" Ada apa pak? " Nggak biasa nya papa manggil ke ruang kerja?
" Maaf saya tidak tahu nona " Pak Hasan menunduk hormat lalu keluar dari ruangan, Kayla bangkit sambil meletakkan hp nya diatas nakas.
Kayla menuruni tangga sambil bersenandung ria, spam chat tidak penting dari Rayhan memang selalu bisa membuat mood nya menjadi lebih baik.
* * * * * * * *
" Aku di panggil papa bang, Abang ngapain disini? di panggil papa juga? " Kayla mengambil posisi di samping Ian, duduk di sebuah sofa panjang.
Ian tiba tiba merasa ada yang tidak beres dengan semua ini, terakhir kali dia masuk kedalam ruangan ini sudah dua tahun lalu saat papa nya mengetahui masalah Viona.
Dan hari ini, dia kembali masuk ke ruangan ini pasti karena Viona lagi.
Tapi ada apa dengan Kayla, apa yang dia lakukan sampai harus di panggil kesini juga?
Ian tersadar dari lamunan nya saat suara pintu terbuka dan tak lama Tuan Wijaya sudah duduk di hadapan mereka, Kayla yang tidak mengetahui duduk permasalahan nya hanya diam dan tenang. Sedangkan Ian, dari tadi dia sudah merasakan ada yang janggal dari semua ini.
" Kalian tau, kenapa papa memanggil kalian kesini? " Tuan Wijaya bersuara dengan tenang, sambil menatap kedua anak nya bergantian. Kayla hanya menggeleng sambil tersenyum, sedangkan Ian hanya diam dan menatap papa nya.
Tuan Wijaya berdecak, kemudian melangkah menuju meja kerja nya dan membuka laci, entah apa yang dia cari didalam sana.
sedangkan Ian dan Kayla hanya diam dan melihat apa yang dilakukan papa mereka.
Ian dan Kayla tersentak kaget saat beberapa lembar foto jatuh berceceran di atas meja, foto Ian dan Viona keluar dari apartemen hari itu, beberapa foto didalam mobil, dan juga foto di apartemen milik Viona.
Ian membeku di tempatnya, bagaimana dia bisa mengulang kesalahan yang sama untuk kedua kalinya. Kecerobohan sampai papa nya bisa dengan cepat mengetahui hal ini.
Sedangkan Kayla, hanya diam dan mencerna situasi ini. Dia belum mengetahui apa yang sebenarnya terjadi 2 tahun yang lalu.
__ADS_1
" Kamu mengulangi perbuatan yang sama Ian? Papa mengira kamu sudah cukup pintar, tapi ternyata papa salah lagi " Kata kata tajam Tuan Wijaya menghunus Ian, pria itu hanya menunduk sambil menatap beberapa foto di atas meja.
Apa papa tahu lebih dari ini? Tuhan, jaga Viona
" Papa, ini ada apa sih? Kayla nggak ngerti, emang apa yang abang lakuin pa? " Kayla bertanya sambil menatap Ian dan papa nya bergantian.
Tuan Wijaya berdecak lagi, lalu memperlihatkan rekaman cctv di apartemen Kayla. Memperlihatkan Ian dan Viona yang sedang berpelukan, Ian hanya meringis tak kuat melihat lebih jauh. Sedangkan Kayla terbelakak tak percaya, bagaimana bisa dia melupakan hal penting ini. selama ini ada cctv yang terpajang di apartemen nya.
Nggak mungkin papa nggak tahu kan?! Ian
Apa papa juga tahu tentang gue?! Gimana ini?!! Kayla
" Apa yang kamu terima 2 tahun lalu tidak cukup untuk membuat mu jera Ian? " Tanya Tuan Wijaya sambil menatap tajam pada putra sulung nya.
" Maafin Ian pa... Ian mohon, tolong jangan ganggu dia "
" Papa sudah memberi kamu peringatan 2 tahun lalu, tinggalkan dia! Tapi hari ini papa tahu kalian kembali berhubungan. Jadi kali ini apa yang akan papa lakukan? mengirim mu lebih lama lagi, atau langsung menikahkan kamu dengan salah satu anak kolega papa hah?! " sentak Tuan Wijaya, membuat Ian dan Kayla terpaku di tempat duduk nya.
" Ian mencintai Viona pa.. "
" Cukup Ian!! sudah berapa kali papa bilang? kalian tidak pantas bersama, strata kalian itu jauh berbeda. Dia tidak bisa masuk kedalam lingkungan kita, begitu pun kamu tidak bisa masuk dalam lingkungan kehidupannya! Apa yang kamu lihat dari gadis itu Ian? Papa bahkan bisa mencarikan kamu yang lebih cantik, lebih kaya dan lebih berpendidikan dari gadis itu! "
" cukup pa?! ini sebenernya ada apa? apa cuma Kayla yang nggak tau apa apa disini? " menatap papa nya dengan penuh tanya.
" bang, ini ada apa sih? " beralih pada Ian setelah tidak mendapat jawaban dari papanya.
" Tinggalkan gadis itu, atau kamu yang akan Meninggalkan rumah ini lagi! "
Kayla diam, dia langsung mengerti semua nya setelah mendengar kalimat terakhir papa nya. Jadi alasan Ian 2 tahun lalu pergi dari rumah ini karena Viona. Dan masalah ini juga yang menjadi kesalahpahaman antara Ian dan Viona.
" Tinggalkan gadis bernama Viona itu! "
" Papa! " Kayla berdiri sambil berteriak pada papa nya.
" Udah cukup, papa nggak bisa maksa bang Ian, dia sayang sama kak Viona. Kayla nggak suka papa atur atur bang Ian. Dia udah dewasa udah bisa pilih jalan hidup nya sendiri pah! " Ian menarik tangan adik nya untuk kembali duduk, Kayla memberontak sambil menatap tajam papa nya.
" Jadi ini, alasan abang Ian pergi 2 tahun lalu? ini semua karna papa kan? Jadi abang ninggalin Kayla karena papa? hhh" Kayla mulai menangis sambil terus menatap tajam papa nya, kekecewaan dan kemarahan yang selama ini dia pendam tiba tiba mendesak ingin dikeluarkan.
" Kayla nggak nyangka, ternyata papa yang selama ini Kay banggain nggak lebih dari orang jahat! Papa jahaat!! " Kayla terhunyung saat satu tamparan keras mendarat di pipinya, gadis itu tersungkur ke sofa, darah segar mengalir dari sudut bibirnya.
" Jaga ucapan kamu, saya ini orangtua kamu Kayla! " bentak Tuan Wijaya, membuat Ian yang dari tadi diam, juga ikut tersulut emosi.
" Pah! Kayla nggak salah. jangan pukul dia, Ian mohon pah!! "
" Orangtua papa bilang?! Nggak ada orangtua yang tega hancurin hidup anak nya sendiri pah, Papa bukan orang tua! " Kayla berdiri lagi tepat dihadapan papa nya, bukan maksud nya ingin melawan, tapi dia hanya melakukan yang menurutnya benar.
tangan Tuan Wijaya kembali mengangkat tangan nya untuk menampar anak nya, Ian lebih dulu mencengkram tangan papanya.
__ADS_1
" Papa mau tampar Kayla lagi, iya? tampar aja pah, kalo papa cukup dengan nampar aku nggak papa. asal jangan pisahin bang Ian sama pacar nya " Lirih Kayla sambil mengusap bibirnya yang berdarah.