
pagi ini Rayhan bangun agak telat setelah semalaman mengerjakan tugas kuliah nya yang akan di presentasikan hari ini.
dia turun untuk sarapan bersama keluarga nya seperti biasa, namun saat sampai di ruang makan Rayhan di kejutkan oleh kehadiran sang kakak yang sudah duduk manis di meja makan.
"lo balik? kapan? " tanya Rayhan sambil menghampiri kakak nya.
pria yang di tanya langsung membalikkan badan dan menatap sang adik sambil tersenyum.
pria berusia 22 tahun itu adalah kakak kandung Rayhan, namanya Roland. dia sedang menyelesaikan s2 nya di luar negeri.
Roland adalah pria yang tinggi semampai dengan wajah tampan dan manis dengan kedua lesung pipi menghiasi wajah nya, bola matanya hitam pekat dan membulat, di tambah dengan tahi lalat di bawah matanya.
mirip dengan Rayhan lah fisik nya, sama sama tampan.
"semalem, gue pulang dadakan"
jawab nya sambil menggapai bahu sang adik lalu berpelukan singkat.
"loh ada apa nih sampe pulang mendadak? " tanya Rayhan dengan rasa penasaran..
__ADS_1
"buat apa kamu perlu tahu? urus urusan mu sendiri! " ketus papa Rayhan yang tiba tiba sudah ada di ruang makan. Rayhan hanya memutar bola matanya, jengah dengan kelakuan sang papa. dia diam saja sambil duduk di samping kakak nya.
Pria bernama Wijaya Kesuma itu memeluk hangat sang anak sulung yang sudah lama tidak pulang kerumah.
"papa suruh kamu pulang karna ada hal penting yang mau papa bicarakan " kata Wijaya sambil menyendokkan makanan nya..
Rayhan hanya diam sambil makan, dia tidak ada niatan untuk mencampuri obrolan itu.
"ada masalah apa sih pa sampai aku harus pulang segala?" tanya Roland sambil menatap sang papa.
"Ray, kamu makan yang banyak ya. mau mama tambahin nggak? " tanya mama tiba tiba sampai mengalihkan pandangan Roland dan Wijaya, tapi yang di tanya malah diam saja.
" papa mau kenalkan kamu dengan tunangan kamu "
yaa agak klise memang, tapi Roland memang benar benar tersedak makanan saat mendengar penuturan sang papa. apa apaan, dia disuruh pulang jauh jauh dari Amrik cuma untuk ini?
sedangkan Rayhan hanya diam sambil tersenyum mendengarkan omongan papa nya..
"pah, papa kenapa sih? kenapa mendadak banget? tunangan sama siapa, pacar aja Roland nggak ada? " tanya Roland dengan nada bicara mulai meninggi, menandakan kekesalan nya.
__ADS_1
" nak, kamu itu sudah papa jodoh kan dengan anak teman papa sejak kalian kecil. jadi beberapa hari lagi papa akan kenal kan kalian" jelas Wijaya dengan tenang.
Roland menghempaskan sendok di tangan nya dengan keras, membuat mamanya dan juga Rayhan terkejut.
"nggak!,, apa apaan. aku masih kuliah pa, belum ada rencana menikah dalam waktu dekat " Roland menyerukan penolakan nya.
" yang bilang kamu mau langsung nikah siapa? kalian baru akan tunangan, lagi pula calon mu itu juga baru masuk kuliah"
" papa jodohin Roland dengan anak kecil? kenapa nggak Rayhan aja kalo gitu, mereka nggak jauh beda kan? " ujar sang kakak yang membuat Rayhan menatap nya dengan tajam.
" apa yang bisa di andalkan dari nya , kuliah saja di tempat tidak elit. dia tidak punya masa depan, anak tidak berguna!! " hina Wijaya sambil tersenyum remeh pada Rayhan.
"papah! " bentak sang mama yang dari tadi diam saja.
suasana yang makin tegang, membuat Rayhan jengan dengan keadaan seperti ini, selalu seperti ini jika sang kakak ada dirumah, papa nya akan selalu membandingkan dirinya dengan sang kakak..
selalu seperti itu,entah apa alasan nya, setiap tindakan yang dilakukan Rayhan selalu salah dimata sang papa. bahkan prestasi dan pencapaian nya selama ini hanya di anggap seperti angin lalu oleh papa nya.
Rayhan bangkit sambil menatap tajam sang papa, tangan nya terkepal menandakan ia sedang menahan emosi nya.
__ADS_1
Rayhan meninggalkan ruang makan sambil mendengar kalimat cacian yang terlontar dari mulut sang papa.
dia tidak peduli, persetan dengan semua perkataan papa nya. Rayhan sudah tidak berselera untuk melanjutkan makan sambil mendengarkan hinaan sang papa.