Kampus Love Story

Kampus Love Story
Kencan


__ADS_3

" Sekarang kita mau kemana? " Tanya Kayla sambil mengikuti langkah kaki Rayhan menuruni tangga darurat.


" Kamu mau kemana? " malah balik bertanya


di tanya balik nanya, sabar sabaar


" Lah aku kan masih ada jam habis ini Kak, kakak nggak ada jam lagi? "


" Kamu nggak tau? sebagian dosen lagi kumpul di dekanat, mau bahas soal pergantian Rektor. Pak Agus kaya nya juga di dekanat "


" Hemm, emang ya kalo punya pacar yang serba tau itu enak " Ledek Kayla sambil menyikut lengan Rayhan


" Kita ke Mall yuk, kita selama pacaran belum pernah jalan " tiba tiba merengek manja, membuat yang mendengar bergidik ngeri


" Kak Ray. kenapa tiba tiba kaya gini? " bertanya heran.


" Kenapa? Nggak suka, aku kaya gini kan cuma sama kamu " nada bicara sudah seperti biasa nya, arrogant dan ketus.


dih, salah lagi kan. dasar cowok sensitif


" kita ngapain di Mall jam segini? " lebih baik mengalihkan pembicaraan, daripada pria sensitif itu terlanjut bad mood. Lagi pula jarang jarang dia punya inisiatif seperti ini.


" Ya ngapain gitu, nonton, atau belanja belanja. Biasa nya cewek suka belanja " Enggan berkata jujur kalau dia ingin berkencan.


" Oh kak Ray ngajak kencan? " dengan lugu nya malah bertanya, padahal yang mengajak sedang menahan gengsi mengatakan yang sejujurnya.


Pikirian polos Kayla menganggap bahwa ajakan laki laki pergi bersama itu namanya kencan, istilah ini di dapatnya dari drama korea dan thailand yang sering dia tonton.


" Nggak. siapa bilang, gue cuma ajak lo nonton aja. Lagian gue bosen rapat terus. sekali sekali gue butuh refreshing gitu " berkilah dengan sempurna.


Kayla terdiam, tidak lagi seantusias tadi. Jadi tujuan Rayhan mengajak nya itu apa kalau cuma untuk menghibur dirinya sendiri? pikir Kayla sambil berjalan mendahului Rayhan.


Kalo gitu pergi aja sendiri, mau refreshing otak kan! sekalian tu refreshing hati nya. biar gak kaku kaku amat!

__ADS_1


" Ayo kita kencan! " seru Rayhan, membuat Kayla menghentikan langkah nya demi meyakinkan diri kalau dia tidak salah dengar tadi.


" apa? "


" kamu tuli? ayo, mau pergi nggak? " Gantian meninggalkan Kayla dengan gaya sok keren nya, membuat gadis itu geram sendiri.


* * * * * *


Tiba di sebuah Mall besar di kawasan pusat kota Jakarta, Kayla dan Rayhan harus rela sedikit berdesak desakan dengan pengungjung lain yang juga ingin menghabiskan waktu di Mall ini. Jam kerja dan juga kesibukan tidak membuat mall ini sepi pengunjung sedikitpun, membuat Kayla jadi merasa sesak berlama lama di tempat seperti ini.


Gadis itu memang kurang menyukai tempat keramaian seperti ini, dari dulu setiap kali diajak ke mall dia akan menolak dengan berbagai alasan. Tapi kali ini gadis itu sedikit antusias karena pertama kali nya bagi Kayla bersama seorang laki laki selain Ian berada di tempat keramaian seperti ini.


" Kita mau kemana? " berjalan di belakang Rayhan sambil menarik ujung hoodie pria itu untuk mengimbangi langkah Rayhan yang cepat.


" hmm? " Rayhan menoleh. melihat tangan Kayla yang menarik ujung hoodie nya.


Sejak tadi beberapa orang yang berpapasan mempertikan mereka seolah ada yang aneh, Rayhan sampai mengernyit bingung orang orang di sekitarnya memperhatikan mereka.


Kayla juga merasa risih sejak tadi melihat tatapan orang orang yang berpapasan dengan mereka, memang ada yang salah dengan dandanan ku? begitu pikir Kayla sambil menunduk memperhatikan penampilan nya sendiri. Benar, tidak ada yang salah! lalu apa yang mereka perhatikan dengan serius begitu?


Rayhan menarik tangan Kayla, membawa gadis itu menuju sebuah toilet umum dan melepaskan hoodie yang di pakainya.


" nih pakai " memberikan hoodie tersebut, sekarang Rayhan hanya memakai kaos distro pendek berwarna putih.


" kenapa? ada yang salah ya? dari tadi kaya di perhatiin orang orang? "


" udah pakai aja jangan banyak tanya "


Kayla memakai hoodie yang di berikan Rayhan tanpa banyak tanya lagi apa alasan nya, gadis itu sudah jengkel dengan sikap dingin Rayhan tadi.


Saat keluar dari toilet, Kayla melihat beberapa wanita sedang berbicara dengan Rayhan, dilihat dari interaksi mereka seperti nya saling mengenal.


Kayla memutuskan untuk menunggu Rayhan menyelesaikan urusan nya dengan mereka dulu tanpa di ganggu, Kayla kembali kedalam toilet dan merapikan rambut nya yang tadi diikat karena memakai hijab.

__ADS_1


**Sayang❤


"Dimana? udah belum? kok lama**"


chat dari Rayhan.


* * * * * *


" Kamu lama lama di toilet tadi karena dandan? " Bertanya sambil memperhatikan penampilan gadis itu dari atas sampai bawah.


" hehe, tadi aku liat kakak masih ngobrol sama orang jadi sekalian benerin rambut dulu " mendengar ucapan Kayla bukan nya membuat Rayhan senang wajah nya semakin terlihat kesal.


" Kamu dandan kaya gitu biar diliat siapa? tutup muka kamu! " perintah nya sambil menutup wajah Kayla dengan topi hoodie nya.


*Idih, emang kenapa sih?!


mau di liatin ke siapa muka cantik kamu itu? nggak sadar dari tadi di liat banyak orang*?!


" emang kenapa sih kak? " bertanya saja lah, daripada tidak jelas.


" Muka kamu jelek, nggak enak diliat! " duaaarr!! vangke, seenak jidat kalo ngomong ya! ini muka blasteran tau!!


Kayla masih mematung di tempat nya, sedangkan Rayhan sudah berjalan beberapa langkah di depan. Sepertinya pria itu tidak punya rasa bersalah di hati nya setelah mengatai seorang gadis jelek dan tidak enak di lihat!.


" Kak Ray! " Teriak Kayla jengkel, bagaimana tidak kesal. Dikatai jelek dan tidak enak di lihat oleh pacar sendiri bisa kalian bayangkan bagaimana rasa nya.


eh?


Rayhan memutar badan melihat Kayla masih berdiri dengan wajah tertekuk menunjukkan kekesalan, pria itu menghampiri pacar nya lalu mencubit pipi nya dengan gemas.


" Kamu kalo muka nya di tekuk udah jelek makin jelek, pantesan dari tadi orang orang pada liatin kita. Mereka liat muka jelek kamu jalan sama aku yang ganteng gini " sambil tersenyum gemas melihat wajah Kayla yang semakin geram, gadis itu memukul bahu nya beberapa kali membuat Rayhan sedikit meringis.


" Aku pulang aja! " berbalik hendak meninggalkan Rayhan.

__ADS_1


__ADS_2