
beberapa minggu setelah kejadian itu, semua berlalu dengan normal. Kayla dan Rayhan yang semakin sering terlihat bersama saat di kampus, yang mengundang iri dari setiap perempuan yang melihat..
dan juga Roland yang sudah tak pernah mengganggu Kayla lagi karena sibuk dengan tesis nya dan juga sebuah usaha yang baru dirintis nya di sebuah kafe, hingga ia tak mempunyai waktu luang untuk sekedar menemui tunangan nya. tentu saja ini menjadi hal baik bagi Kayla dan juga Rayhan karena tidak ada yang mengganggu hubungan mereka.
tapi malam ini, masalah datang kembali. saat ini Kayla dan Lisa sedang ada di tengah jalan dengan beberapa pria berandal yang mengganggu mereka.
tepat pukul setengah 11 malam, Kayla dan Lisa baru selesai menonton film terbaru di bioskop.
tentu saja Kayla bisa melakukan ini karena lagi lagi papa nya sedang keluar negeri untuk urusan bisnis, dan hal ini di manfaat kan dengan baik oleh Kayla untuk jalan jalan berdua dengan Lisa.
tapi bukan itu masalah nya!! saat ini kedua gadis itu sedang meringkuk ketakutan di samping motor karena di kelilingi oleh pria berandal yang entah apa tujuan nya.
" Kayla gue takut Kay, mereka nggak bakal nyulik kita kan? " tanya Lisa sambil sesenggukan menahan tangis.
" tenang Lis, bentar lagi bodyguard gue dateng kok. lo jangan bikin gue takut juga dong " ucap Kayla sambil waspada dengan menatap sekeliling nya.
" hey cantik, sini sama gue. kalian mau kemana sih malem malem begini? " seorang pria dengan tinggi semampai, berkulit putih, hidung sedikit runcing dan juga rambut gondrong nya mendekati Kayla.
" lepas!! lo jangan macem macem " Kayla mendesis sambil menunjuk jari nya sebagai tanda peringatan.
" Kayla gue takutt!! " rengek Lisa yang semakin membuat Kayla merasa khawatir juga. kemana para bodyguard yang selalu ada di dekat nya, kenapa sampai kecolongan begini sih. pikir Kayla semakin takut dengan para pria berandal ini.
pria tersebut langsung menarik tangan Kayla untuk menjauh, namun jangan lupakan dengan ilmu beladiri yang Kayla miliki. Kayla langsung menendang punggung pria itu dengan sekuat tenaga, tapi naas Kayla langsung tidak sadarkan diri saat seorang pria lagi membekap mulut nya dari belakang.
dia langsung jatuh ke pelukan pria itu, dan semakin membuat Lisa menjerit ketakutan saat melihat sahabat nya pingsan.
__ADS_1
" hey!! jangan apa apain Kayla, pliss lepasin kita " tangis Lisa semakin menjadi saat melihat Kayla di gendong oleh pria gondrong itu.
" diem lo!! gue nggak punya urusan sama lo! " teriak pria itu sambil mendorong bahu Lisa dengan kencang.
setelah itu mereka pergi membawa Kayla dengan sebuah mobil hitam, meninggalkan Lisa yang menangis semakin histeris di samping motor nya.
" Kaylaa!!! gue harus gimana.. gue takut.. tolong.. tolong guee" teriak nya histeris sambil menarik rambut sendiri.
*gue harus hubungin siapa?!! bokap Kayla di luar negeri, sekretaris nya juga!! bodyguard nya Kayla pada kemana sih?!! astaga Tuhaaan.. hikss.. gue harus gimana? kak Rayhan sama Candra masih ada acara...
Roland!!.. iya kak Roland*!!
Lisa langsung meraih ponsel di saku celana untuk menghubungi Roland, dia memang memiliki nomor hp laki laki itu karena memang Roland sering bertanya tentang Kayla pada Lisa.
" halo!! ada apa, kenapa sama Kayla?! " tanya Roland tak kalah panik nya di seberang sana.
" kaakk.. hiks.. Kayla di culik, dia di bawa cowo berandalan tadi " ucap Lisa kurang jelas karena bicara sambil menagis, atau menangis sambil bicara, entah lah. Lisa gak jelas.
" lo jangan bercanda Lisa, mana mungkin Kayla di culik, apa kabar para bodyguard yang selalu di deket dia dengan radius 10 meter? " tanya Roland tak percaya, pasal nya tunangan nya itu memang punya penjagaan yang super ketat dimana pun dia berada.
" kak!! gue nggak bercanda!! tolong cari Kayla sekarang, gue takut dia kenapa kenapa " teriak Lisa semakin emosi karena Roland menganggapnya membual.
Lisa langsung memutus sambungan telfon begitu saja, padahal Roland masih berusaha mencerna kata katanya tadi.
Lisa masih menangis ketakutan dan kehilangan akal sehat nya, dia meronta ronta di pinggir jalan yang sudah sepi tanpa memikirkan keselamatan nya sendiri.
__ADS_1
Kayla, maafin gue.. maaf gue gak bisa nolong lo, kalo bokap lo tau gue pasti bakal di cincang kan. hiks...hikss
Lisa masih terus menangis sejadi jadi nya sambil berusaha menelfon Rayhan, tapi entah kenapa ponsel laki laki itu malah tidak aktif di saat situasi darurat seperti ini.
tak lama sebuah mobil putih menepi di dekat Lisa, gadis itu langsung bangkit dan menghampiri pintu mobil karena mengenal siapa pemilik nya.
" heyy!! kenapa lo disini? " tanya Candra khawatir melihat keadaan Lisa.
" kak Ray!! untung lo lewat. kemana aja sih gue telfon gak di angkat!!. hikss" Lisa langsung menghampiri Rayhan sambil menangis.
" eh.. ada apa? kenapa lo nangis gitu? " tanya Rayhan heran, lebih heran lagi karena Lisa malah menghampirinya bukan Candra.
" kak.. Kayla,, dia.. dia"
" Kayla kenapa? bukan nya tadi dia bilang sama lo? " tanya Rayhan baru menyadari seharusnya pacar nya ada bersama Lisa saat ini.
" itu dia kak!! Kayla di culik, dia di bawa cowok berandalan tadi" seru Lisa masih sambil menangis.
" hahahaha.. " Rayhan malah tertawa karena merasa lucu.
" Lisa jangan bercanda, sumpah nggak lucu. lo pikir gue percaya, jangankan di culik, di gigit semut aja nggak mungkin kali.. " dengus Candra yang juga ikut tertawa.
" hey ayo dong!! gue mana mungkin bercanda disituasi kaya gini. kalian pikir gue gila nangis di pinggir jalan begini!! " bentak Lisa kesal karena dari tadi tidak ada yang percaya ucapan nya.
Rayhan dan Candra langsung beradu pandang, benar juga. tidak mungkin Lisa menangis di pinggir jalan sepi seperti ini jika tidak terjadi sesuatu. tapi Kayla diculik, itu kan mustahil. bagaimana gadis itu bisa di culik saat selalu membawa bodyguard kemana mana walaupun sedikit menjaga jarak
__ADS_1