Kampus Love Story

Kampus Love Story
kunjungan 4


__ADS_3

seorang dosen mengangkat tangan kanan nya yang artinya ia ingin bicara pada Tuan Wijaya, akhir nya dia kembali kepodiumnya.


"silahkan jika ada yang ingin bertanya sesuatu" ucap nya sambil melihat kearah dosen yang berdiri itu.


tak lama sang pembawa acara memberikan micropon kepada dosen tersebut.


" selamat siang tuan, saya ingin bertanya. mungkin pertanyaan saya mewakili seluruh orang yang ingin tahu jawaban nya" ucap dosen wanita itu sambil menunduk karena ragu..


"apa yang ingin anda tanyakan? " tanya Wijaya sambil tersenyum hangat.


" eem,, maaf atas kelancangan saya tuan, saya ingin bertanya apa mahasiswi yang tadi bersama anda itu adalah putri anda? "


deg


hening


krik

__ADS_1


krik


krik


astaga tuhan, gue cuma pengen hidup damai selama belajar disini, papa pliss jangan kasih tau orang sini. Kayla bukan orang gila hormat pah, kayla udah tobat jadi manusia gila hormat.


kayla langsung menunduk dalam setelah mendengar pertanyaan tersebut. kondisi semakin tak terkendali setelah beberapa mahasiswa juga meneriakkan pertanyaan yang sama.


" iya tuan, apa dia putri anda yang belajar disini? " teriak seorang mahasiswi yang berada di sisi kanan panggung.


Kayla hanya menunduk sambil memijit pelipis nya karena tiba tiba merasa pusing, sedangkan pak Wijaya yang masih berdiri di podium mulai mengedarkan pandangan mencari keberadaan putri kesayangan nya. mata nya bergerak liar mencari Kayla di tengah ribuan mahasiswa lain yang memenuhi ruangan ini..


Kayla langsung mendongak dan menatap sang papa, tak lama tatapan mereka bertemu dan kayla menggeleng pelan sebagai kode untuk tidak membeberkan semuanya.


sedangkan Tuan Wijaya hanya mengangguk sekilas karena paham maksud dari putri nya.


" oh itu, dia bukan putri saya, tadi saya bertemu dengan nya dijalan saat mobil nya rusak kebetulan dia juga mahasiswi disini maka nya saya beri dia tumpangan"

__ADS_1


Kayla langsung bernafas lega setelah mendengar jawaban sang ayah.


"lah kenapa lo nggak di akuin kay? " tanya lisa penasaran.


"gue cuma pengen hidup tenang aja sampe lulus lisa, gue capek di kejar kejar penjilat yang cuma numpang tenar dan pengen harta gue aja" lirih kayla sambil kembali menunduk.


" tenang Kay, nggak semua orang kayak gitu kok, gue tulus kok temenan sama lo" Lisa tersenyum sambil memegang pundak sahabat nya.


" iya gue tau lis, lo emang beda dari temen gue yang lain" Kayla membalas senyuman Lisa.


" putri saya itu agak sedikit risih jika orang orang mengetahui identitas nya, dan juga saya ingin kalian berteman tanpa memandang status sosial seseorang, tulus lah dalam menjalin persahabatan. saya yakin jika kalian berteman dengan putri saya kalian akan bahagia, dia orang yang tulus dan baik, dia juga pintar.. saya sangat menyayangi nya, jadi perlakukan lah dia dengan baik walaupun kalian tak bisa mengenal nya. jangan menganggap nya memiliki derajat yang lebih tinggi, karena semua orang sama bagi saya"


Lalu tuan Wijaya menundukkan kepala para hadirin sebagai bentuk terimakasih, setelah itu dia turun dari panggung dan menyalami para tamu kehormatan lain nya. dan tak lama dari itu Tuan Wijaya meninggalkan lokasi karena masih ada rapat penting di luar kota.


" gue nggak nyangka bokap lo sebaik itu kay, gue jadi terharu, kangen bokap gue di Lampung" lirih Lisa sambil mengelap air mata yang turun tak tahu situasi dan kondisi.


" lo boleh kok anggep bokap gue bokap lo juga, lo pasti kangen banget sama keluarga ya? "

__ADS_1


"semangat geh, jangan sedih kan ada gue, ada gebetan lo juga" Kayla memberi semangat pada sahabat nya yang tiba tiba melow itu


__ADS_2