Kampus Love Story

Kampus Love Story
Susun Rencana


__ADS_3

Pagi ini Kayla berhasil berangkat ke kampus menyetir mobil sendiri, setelah drama perdebatan panjang dengan Ian yang heboh ingin mengantar adiknya.


Ian kalah saat adu debat dengan adiknya, skak mat yang diberikan Kayla berhasil membuat abang nya bungkam dan menurut masuk mobil nya sendiri.


" Abang kenapa akhir akhir ini antusias banget anterin Kayla ke kampus, Kay bukan anak TK bang! Abang kalo mau anter jemput Kayla masa nya udah telat! " saat itu Kayla tidak berniat membentak abang nya, tapi sejak pembicaraan mereka di kamar kemarin Ian jadi lebih memanjakan dan juga protektif padanya. Dan Kayla merasa risih karena sebelum nya tidak pernah diperlakukan begitu.


" SAYANG.. " seseorang mencubit pipi kanan Kayla, gadis yang terbengong itu menoleh. Lisa nyengir kuda di samping nya dengan sebuah cemilan ditangan.


" sayang sayang bacot lo, eneg gue denger nya. jijik tau nggak! " Mendengus kesal memukulkan sebuah binder di ke tangan Lisa.


" Dih biasa aja ****, tau gue mah sayang lo cuma Rayhan doang " menatap Kayla sambil mengunyah makanan dengan gemas " mulai bucin "


" Apaan bucin? gak ya, normal gue. Lagian tu manusia kaga ada bucin nya Lis, lo tau gak dia kalo ngajak kencan gimana caranya? "


"gimana? gimana? " Urat penasaran mulai muncul, mulai menebalkan telinga agar mendengar jelas karena suara Kayla teredam dengan suara bising kelas ini.


" ke Mall yuk, gue bosen rapat terus jadi pengen refreshing otak. " menirukan intonasi saat Rayhan berbicara. " Gila nggak tuh, gak ada romantis romantis nya sama sekali, aaaahhh!! Gue kesel setengah mati tau nggak Lis" Lisa membungkam mulut setengah mati menahan tawa, bagaimana ada orang yang mengajak kencan dengan cara seperti itu pikirnya.


" Dan lo tau apa yang lebih parah? "


" Apa? " Lisa bertanya semakin antusias, sedangkan Kayla semakin kesal mengingat kejadian nya.


" Dia bilang gue jelek dan nggak enak di liat! dia sampe kasih hoodie nya buat tutup muka gue Lis! "


HAHAHAHAHA. Lisa tergelak sekencang mungkin karena mendengar ucapan Kayla, gadis itu mengundang perhatian teman sekelas nya. Kelas yang tadi heboh mendadak hening mendengar tawa Lisa yang menggelegar, bahkan bisa dipastikan suara tawa nya sampai keluar ruangan.


Kayla yang duduk di samping nya menutup wajah dengan binder menahan malu.

__ADS_1


" Lisaa... Lo, kenapa? kalo sakit lebih baik ke unit kesehatan aja, Kaya nya lo mengidap penyakit parah deh " seorang gadis yang diketahui namanya Dewi duduk di depan Lisa, menyarankan gadis itu memeriksakan kesehatan. Oh, koreksi! memeriksakan kejiwaan nya yang upnormal.


" eh bacot lo, gue sehat ya woy! " berdiri lalu berkacak pinggang " Lo liat di bagian mana gue yang sakit hah?! " Gadis yang bernama dewi itu menatap semakin heran.


" udah udah, haiss lo malu maluin gue banget" Kayla menarik tangan nya, gadis itu kembali duduk di kursinya.


" hahaha " masih tersisa gelak tawa Lisa " lo yang cantik bening blasteran aja masih dibilang jelek dan nggak enak diliat Kay?! Lah gimana gue yang kaya tutup toples kerupuk gini ya? "


" Nah itu masalah nya Lis, gue kan kesel jadi nya. Ya kalo mau ngomongin gue jelek juga nggak harus di depan umum gitu juga kali hahaha "


" Kalian ngomongin gue?! "


Nah, nah kan! yang dari tadi jadi objek pembicaraan muncul tiba tiba, dan parah nya lagi mendengar semua nya lagi!


Lisa menelan ludah sambil melihat wajah masam Rayhan didepan nya, sedangkan Kayka, gadis itu menunduk lesu saat melihat tatapan tajam Rayhan.


* * * * * * *


" hahaha" tertawa hambar " nggak kok, nggak ada ngomong apa apa kak " nyengir kuda sambil garuk kepala.


" Ah iya kak, aku kok ngerasa kak Viona sama bang Ian itu kaya nya ada sesuatu deh " ayo bahas masalah lain, jangan ingat masalah tadi yah.


" hubungan, apa? " Tanya Rayhan acuh, dia lebih memilih memainkan hidung mancung dan mungil Kayla.


" emm, aku juga belum yakin sih. tapi kita harus cari tau ya kak, feeling aku sih mereka pernah ada sesuatu di masalalu "


" heemm, males!! ngapain sibuk ngurusin hubungan orang, mending hubungan kita. Kedepan nya mau gimana? " Malas membahas orang lain, Rayhan masih memainkan hidung mungil itu sesekali menarik nya. Kayla merasa mungkin hidungnya itu sebentar lagi akan memanjang karena ditarik.

__ADS_1


" kak Ray " berteriak saat Rayhan menarik hidung nya keras " sakiittt " merengek manja yang membuat Rayhan semakin gemas.


Rayhan meniup hidung gadis itu agar meredakan rasa sakit, memang iya ditiup bisa menghilangkan rasa sakit? Haha.


" Kak denger aku... Aku yakin bang Ian sama kak Viona itu ada hubungan kak, kita harus cari tau. Bang Ian nggak mungkin sampe kaya gitu kalo dia nggak ada apa apa sama kak Viona, pliss bantuin aku cari tau yaah "


" Yaudah boleh, tapi ada syarat nya "


Nah kan, gue bawaan nya gaenak aja kalo udah liat senyum kaya gitu.


" haiss, bantuin pacar pake syarat gitu kak? " Bertanya sambil mengacak rambut Rayhan dengan gemas, pria itu hanya tersenyum melihat tingkah menggemaskan pacarnya.


" heemm apa ya? Kamu mau nya apa? " Kembali menarik hidung dengan gemasnya.


Lhaa kampret, ditanya malah balik nanya. kebiasaan


" yaudah yaudah, apa aja syarat kak Ray aku terima. Tapi kita harus cari tau tentang mereka dari sekarang. Kakak tugas nya Kak Viona, kalo aku bang Ian. Kita harus tau ada sebenernya sama mereka.."


" Lagian kamu kenapa semangat banget sih, aku males ah sama Viona. Dia nyebelin orang nya " gerutu Rayhan sambil mengingat bagaimana kelakuan Viona yang suka seenak nya.


Melihat Rayhan yang dari tidak antusias mendengar ucapan nya, membuat Kayla mendengus kesal. Lagipula sejak kapan Rayhan tertarik sekali dengan hidung mungil nya.


" Kak Ray, mau bantuin aku nggak sih? kalo nggak aku minta bantuan kak Roland aja deh " ancaman paling mematikan, lihat kan matanya langsung menatap tajam hahaha.


" hah? apa? kamu mau minta tolong siapa, berani ya kamu ya!! Udah sana pergi, minta tolong aja sama si Roland sana!! " berteriak kesal, membuat Kayla merinding ngeri.


Nah kaaann!! Kampret ini manusia, aaaahhh! pacar gue begini orang nya?! haha, oke kita lanjutkan kak Ray.

__ADS_1


" oke, byee!! Jangan salahin aku ya kalo nanti kak Roland mau bantuin " Beranjak, lalu meninggalkan Rayhan.


" eh eh tunggu dong, kamu beneran minta tolong Roland? kok jahat sih! tega ya sama aku" Mulai merengek manja, entah bagaimana bisa pria itu bisa berubah sikap dalam hitungan detik.


__ADS_2