
" Aku mau tanya, pas kamu susul aku ke London kamu sempet ketemu aku kan? " tanya Rayhan sambil menatap dalam mata Kayla.
Gadis itu semakin mengernyit heran mendengar pertanyaan Rayhan, pasal nya dia tidak memberitahu siapa pun pernah menyusul ke London kecuali Lisa. Lalu darimana Rayhan tahu semua ini?
" Kakak tau dari siapa aku pernah ke London? " sekarang balik Rayhan yang mengernyit heran, memang siapa lagi yang tau kepergian Kayla ke London?
" Ya tau lah, Viona ketemu kamu kan, terus si Justin juga liat kamu katanya. Kamu dateng pas aku di taman berdua kan sama Viona? "
" Nggak!! Aku nggak ke London!! " pekik spontan Kayla membuat Rayhan tertawa geli melihat pacar nya salah tingkah.
" Segitu cinta nya ya, sampe nyusul aku kesana? " tanya Rayhan sambil mencubit gemas kedua pipi gadis itu, yang dicubit hanya diam saking malu nya.
" nggak kok, jangan kepedean ya kalo ngomong!! siapa juga yang cinta sama kakak?! "
"oh jadi nggak cinta sama aku?! " membentak sambil melepas cubitan tangan nya " kamu nggak mau tau Viona itu siapa? dia cantik loh, aku saayang sama dia " Goda Rayhan sambil menatap wajah Kayla, bersiap menunggu perubahan ekspresi gadis itu.
" hahaha. ya kalo suka sana sama dia, kenapa malah minep disini! " memukul bahu Rayhan keras, membuat pria itu meringis kesakitan.
" udah sana pulang aja nggak usah disini " Bentak Kayla sambil menyeret keluar Rayhan dari kamar nya.
Gadis itu merasa kesal dan di permainkan saat dengan enteng nya Rayhan mengakui sayang pada gadis lain dihadapan nya.
__ADS_1
Dengan sisa kekuatan yang masih dia punya, Kayla sekuat tenaga menyeret Rayhan sampai di lantai bawah. Pria itu bukan nya merasa bersalah malah tersenyum geli saat di seret paksa oleh Kayla.
" sayang.."
" apa?! apa sayang sayang?! Kakak pulang aja sana, aku capek mau istirahat " Kayla menunjuk pintu keluar dengan tangan nya sambil menatap Rayhan tajam.
duhh, salah nih gue. ngambek beneran ni anak.
Rayhan menyadari saat ini Kayla benar benar marah, terlihat dari cara nya bicara dan menatap Rayhan. Niat awal nya mau mengerjai sekarang dia kena batu nya sendiri.
" Kayla,, aku bercanda.. "
Untung nya Kayla bisa masuk kamar dan masih sempat mengunci pintu supaya Rayhan tidak bisa masuk, Kayla benar benar merasa kesal saat Rayhan mengatakan hal itu tadi, sungguh dia merasa sedang dipermainkan sekarang.
Apa apaan sih dia itu, bercanda juga ada batas nya kali!! Tapi kalo bener?! Apa coba maksud dia kaya gitu, jadi selama ini gue ini cuma di mainin doang gitu?
" Kayla buka pintu nya, gue bercanda lo tadi, niat nya sih gue mau ngerjain lo. Eh malah gue kena batu nya. Kay, lo denger gue kan? Buka dong pintu nya "
Kayla tidak berniat sama sekali untuk menggubris perkataan Rayhan, dia lebih memilih segera masuk kedalam selimut dan tidur. Kayla yakin, tidak sampai 5 menit di depan pintu Rayhan pasti sudah pergi karena kesal. Gadis itu benar benar terjun ke alam mimpi nya dan tidak mendengarkan semua ucapan Rayhan diluar sana.
* * * * * * *
__ADS_1
07.00
Kayla terbangun dari tidur nyenyak nya saat suara alarm terdengar keras dan rasa lapar yang teramat sangat. Seingat nya, ia semalam tidak makan karena hasil masakan nya dihabiskan dengan lahap oleh Rayhan, membuat Kayla tersenyum senang saat mengingat ekspresi Rayhan semalam.
Kayla membuka pintu kamar nya, seketika ada benda berat yang menghantam kaki nya dibawah.
" kak Ray!! " pekik Kayla saat melihat Rayhan masih tertidur nyenyak menimpa kaki nya, apa semalaman Rayhan tidur di depan pintu? Begitu pikir Kayla, gadis itu membangunkan Rayhan dengan menepuk pelan wajahnya.
" bangun kak, ngapain tidur disini sih? Semalem aku suruh pulang kan " menarik tangan Rayhan untuk berdiri, pria itu masih sempoyongan karena nyawa yang belum sepenuh nya terkumpul.
" kan aku bilang bakal temenin kamu, kamu lupa? " tersenyum sambil mengusap wajah nya, mengumpulkan kesadaran sepenuhnya.
" maaf, semalem aku marah marah.. "
" aku yang minta maaf, yang semalem aku cuma bercanda. jangan kamu anggap beneran ya, Viona itu sepupu aku. Dia yang selalu kasih aku semangat dan motivasi saat aku di London, dia juga yang akhir nya buat aku sadar untuk kembali ke Indonesia. Sekarang dia ada disini, kapan kapan aku kenalin ya "
Kayla menghela nafas lega saat mendengar ucapan Rayhan, tapi sedetik kemudian rasa malu menjalar keseluruh tubuh nya saat mengingat semalam marah marah tidak jelas pada Rayhan.
Kayla tersenyum sambil menatap Rayhan, laki laki itu merasa lega saat melihat senyuman gadis yang di cintai nya. Karena senyuman itu lah yang beberapa waktu terakhir ini menjadi penyemangat untuknya selain senyum tulus sang mama.
* * * * *
__ADS_1