
Lisa masih terdiam melihat langkah Rayhan yang semakin mendekat ke mereka.. tapi pria itu memberi kode untuk tidak memberi tahu kedatangan nya pada Kayla.
Lisa mengangguk sedikit tanda memahami kode yang di sampaikan Rayhan.
"eh tapi Lis, gue seneng banget lo karna mama baik...."
"mama? " tanya Lisa tak mengerti, bukankah mamanya Kayla sudah meninggal 10 tahun yang lalu.
" iya mama nya kak Ray, gue gak nyangka dia orang nya baik. gue seneng banget, setelah 10 tahun akhir nya gue bisa panggil seseorang dengan sebutan mama" ucap Kayla dengan senyum hambar.
Rayhan yang dari tadi sudah ada di belakang nya pasti bisa mendengar semua yang di ucapkan Kayla..
"kay.. lo jangan sedih dong, gue ikut sedih ni" Lisa mengelus punggung tangan sahabat nya.
"haha, tapi gue suka gak ngerti sama anak nya. kadang baik kadang ngeselin, tapi kadang ngangenin" ucap Kayla tanpa sadar..
Lisa hanya menahan senyum karena tingkah Kayla, dia tidak tahu saja di belakang ada orang yang sedang dibicarakan.
sedangkan Rayhan, dia juga tersenyum seketika mendengar ucapan Kayla. emosi dan sakit hati yang tadi menguasai nya perlahan menghilang entah kemana..
"ehem. ehem" Rayhan berdehem tepat di telinga Kayla.
"ehh kamvret lo" umpat Kayla sambil berdiri, dia tak sempat melihat wajah orang yang berteriak di telinga nya.
"upsss bang Ray" ucap nya lesu seketika melihat Rayhan.
mampuss, kan ketahuan gue muji dia. elah mulut kenapa asal mangap gak kenal tempat sih. rengek Kayla dalam hati sambil menunduk salah tingkah..
"nah Kay, tuh orang yang di kangenin udah dateng" celetuk Lisa sambil terbahak bahak.
"udah diem lo bawel , sengaja lo ya mau buat gue malu" Kayla mencubit lengan nya sambil berbisik.
"ikut gue bentar " Rayhan langsung menarik tangan Kayla begitu saja tanpa izin si empunya tangan.
"emang mau kemana kak? aku bentar lagi masuk loh" tanya Kayla sambil mengikuti tangan nya yang terseret.
"temenin gue bolos" jawab Rayhan tanpa menoleh, dia masih belum melepaskan tangan nya.
__ADS_1
sedangkan Lisa yang di tinggalkan tanpa aba aba sudah pasti marah besar, marah karena di tinggal sendirian ples harus membayar makanan milik Kayla juga.
* * * *
setelah hampir 2 jam perjalanan, akhir nya Kayla dan Rayhan sampai di suatu tempat yang terletak di pinggiran kota.
tempat ini seperti nya sebuah taman tapi tidak terawat hingga tak ada yang datang berkunjung.
entah apa maksud Rayhan mengajak nya kesini, tapi Kayla suka tempat ini. tempat dengan pemandangan sebuah danau buatan yang di penuhi eceng gondok, dan bunga teratai di tengah nya.
Kayla masih terus mengikuti langkah Rayhan yang entah kemana tujuan nya, sampai akhir nya Kayla melihat sebuah pohon kayu ara yang besar, dan tak memiliki daun lagi. mungkin ini kayu mati, dan yang menarik perhatian Kayla. diatas sana terdapat rumah pohon, seperti tempat bermain anak.
"gue suka tempat ini.. " ucap Rayhan sambil melihat danau dari atas pohon.
"heem, aku juga suka. kenapa aku baru tau ya di jakarta ada tempat kayak gini? " Kayla yang duduk di sampingnya ikut bersuara.
"ini tempat cuma gue yang tau, dan lo orang pertama yang kesini selain kakak gue" jawab Rayhan, kali ini nada bicara nya berubah datar.
"gue kadang suka mikir, apa salah ya gue ada di dunia ini? apa salah gue sampai gue nggak di harapkan? " lirih Rayhan, tanpa aba aba ia menyenderkan kepala nya pada bahu Kayla. tentu saja gadis itu terkejut bukan main.
" tolong.. toloonggg.. jantung gue.. jantung gue mau meledak" teriak Kayla dalam hati, saking gugup nya dia sampai tahan nafas.
entah apa yang membuat Rayhan tiba tiba bicara seperti itu, Kayla sampai bingung harus menjawab apa.
"nggak ada yang salah dengan pilihan hati kak, setiap orang punya hak untuk nentuin pilihan hidup, mungkin keputusan kita nggak sesuai sama yang orang lain mau tapi cuma kita sendiri yang tau mana yang terbaik buat hidup kita"
ucap Kayla setenang mungkin. dia tau bahwa laki laki di samping nya ini sedang memiliki masalah, walaupun dia tak tau apa permasalahan nya.
Rayhan langsung memeluk Kayla lalu menenggelamkan wajah nya pada bahu gadis itu, sungguh hati nya ingin mencari ketenangan untuk menghadapi permasalahan nya.
"Kayla nggak tau kakak punya masalah apa, tapi kalo kak Ray mau cerita. aku siap dengerin semua cerita kakak "
"gue sakit Kay, gue sakit selama ini. tapi nggak ada yang ngerti perasaan gue, cuma mama yang ngerti gimana. gak tau kenapa bokap gue benci sama gue, dia bahkan gak mau akuin gue sebagai anak. semua usaha gue selama ini sia sia. gak ada arti nya" lirih Rayhan dengan wajah masih bersembunyi dibahu Kayla.
mendengar ucapan Rayhan, gadis itu hanya meringis dia mampu merasakan apa yang dirasakan oleh Rayhan. betapa sakit dan beratnya luka yang tertoreh di hati pemuda itu. Rayhan yang selama ini dikenal nya sebagai sosok yang tegas, kuat dan berwibawa ternyata menyimpan luka besar di hati nya.
"gue gak benci kakak gue yang punya kelebihan di banding gue, tapi gue cuma gak terima di beda bedain" tangan Rayhan melingkari pinggang Kayla, semakin mempererat pelukan nya.
__ADS_1
" tenangin pikiran dan hati kakak. kalo udah tenang kak Ray bisa cerita semua pelan pelan" ucap Kayla sambil mengelus rambut Rayhan dengan hati hati.
Rayhan terdiam beberapa saat, setelah tenang dia melepaskan pelukan nya lalu menceritakan semua kisah hidup nya pada Kayla.
dimulai saat papa nya mulai membeda bedakan kasih sayang untuknya dan kakak nya, bagaimana perlakuan sang papa saat Rayhan melakukan kesalahan, dan bagaimana usahanya untuk memenangkan hati sang papa. dari bersikap baik dan menuruti semua kemauan papa nya, sampai dengan semua prestasi yang dia raih. tapi tak satu pun yang membuat hati seorang Wijaya Kesuma luluh pada usaha anak nya..
hingga akhir nya Rayhan menemukan sosok gadis cantik yang memberinya kekuatan dan semangat, dia adalah Praya, namun setelah beberapa lama Rayhan kembali mengalami sakit hati saat di tinggal oleh gadis itu..
dan yang membuat papa nya makin benci pada Rayhan adalah keputusan nya untuk melanjutkan belajar di kampus nya sekarang, bagi papanya, Rayhan tidak pantas untuk menuntut ilmu di tempat itu.
namun Rayhan tetap bersikeras yang membuat sang papa semakin membenci nya.
" lucu ya hidup gue " ucap Rayhan sambil tersenyum hambar.
" hidup emang lucu kak, kalo gak lucu jalan nya hambar.. sama kaya masakan kalo gak ada garam pasti hambar" canda receh Kayla untuk menghibur Rayhan.
" aduhh, lo kenapa lucu banget sih. gue makin suka... " jawab Rayhan sambil menarik hidung nya lagi.
"haa?! " Kayla menatap Rayhan bingung, ini lagi lagi dia salah denger apa Rayhan salah ngomong?!
"iya gue suka.."
kira kira Rayhan suka apa ya guys??
* * * *
*author : nah lo suka apa jen?
netijen : haiss thor, ngapa di potong dah?
author : sengaja biar pada mati penasaran.
netijen : kalo yg baca pada mati cerita lo begimane jenab..
author : iya juga ya hahah, yodah ah besok thor lanjut. ngantuk gue markonah!!
netijen : gud nit thor 😘
__ADS_1
thor : masih sore marjukik*!!!