Kampus Love Story

Kampus Love Story
tamu kehormatan


__ADS_3

pagi ini Kayla mendapat informasi dari sekretaris Hendra bahwa ia dan papa nya tidak bisa pulang ke indonesia karena ada larangan dari pemerintah untuk melakukan mobilisasi lintas negara.


dan dengan terpaksa Mereka akan menetap di Amerika bersama Ian untuk sementara waktu.


Hendra tentu saja sudah mengetahui tentang kejadian yang di alami Kayla, sebenarnya jika situasi nya tidak di luar kendali seperti ini dia sudah pulang ke Indonesia dan turun tangan langsung untuk mengatasi masalah Kayla.


Kayla juga sudah mendesak Hendra untuk tidak memberi informasi tentang kejadian beberapa waktu lalu, awal nya Hendra menolak, karena jika Tuan Wijaya tau anak nya mendapat masalah seperti itu tentu semua orang akan menjadi sasaran kemarahan nya. dari pengawal dirumah, bodyguard dan staf keamanan khusus, sampai Hendra sendiri pun pasti tidak luput dari amukan Tuan mereka.


" ya halo? " Kayla sedang bersantai di kamar nya ditemani para pelayan saat menerima telfon dari seseorang.


-----


" bawa ke apartemen, sekarang! " perintah tuan dengan nada dingin


----


" tunggu disitu, aku sendiri yang turun tangan " ucap nya lagi sambil memberi isyarat pada pelayan yang sedang membersihkan kukunya untuk berhenti.


setelah menutup telfon, Kayla bergegas keluar kamar untuk mencari pak hasan untuk meminta konci mobil nya.


* * * * *


15 menit perjalanan Kayla sudah sampai di apartemen nya, dengan kondisi jalan yang sepi membuat nya lebih cepat sampai. kebijakan pemerintah untuk membatasi mobilitas masyarakat membuat jakarta yang biasa nya padat merayap kini sudah mulai senggang.


saat sampai di lobby apartemen Kayla sudah ditunggu oleh para staf keamanan khusus dan juga para pengawal yang dia tugaskan untuk mencari keberadaan Praya dan pria yang tempo lalu hampir melakukan sesuatu pada nya.


namun Kayla tidak melihat keberadaan dua orang yang hari ini akan menjadi dalang di balik peristiwa tempo hari lalu.


" Dimana mereka " tanya Kayla dengan nada angkuh nya


" mereka sudah menunggu di kamar yang nona perintahkan " seorang pengawal berbadan kekar mewakili.


tanpa Menjawab Kayla langsung menuju tempat yang sudah ia sediakan untuk menemui dua tamu kehormatan nya.

__ADS_1


" selamat datang nona " sapa para pengawal saat Kayla memasuki sebuah kamar.


gadis itu hanya mengangguk sambil melirik kedua orang yang sedang bersimpuh di lantai, Kevin sudah duduk dengan lemah nya dan bersimbah darah di sekujur tubuh, mungkin masih ada bekas amukan Rayhan tempo hari dan sudah di tambah oleh para pengawal juga.


sedangkan Praya, gadis itu masih saja mengenakan pakaian minim yang memperlihatkan lekuk tubuhnya. dia masih sempat melirik tajam saat melihat Kayla datang dengan gaya arogan nya. Praya tidak menyangka bahwa gadis itu sebenarnya memiliki sikap arogan, karena selama ini Kayla terlihat seperti gadis manis dan polos.


" apa kabar Praya? " tanya Kayla sambil duduk manis di sebuah kursi tepat dihadapan Praya dan Kevin.


cih!


Praya berdecih sambil membuang muka, membuat para pengawal ingin memukuli nya andai dia seorang laki laki.


" hhh, jadi ini sikap asli lo? arogan!! di depan Rayhan dan semua orang sok polos. bener kan dugaan gue selama ini lo itu bermuka dua "


plaakk!! satu tamparan keras di pipi Praya


" itu hadiah dari gue " ucap Kayla sambil menyeringai, membuat Kevin yang duduk di sebelah Praya tertegun.


plaakk!! dua kali tamparan bolak balik di pipi kanan dan kiri


" lo inget inget udah berapa kali lo nyentuh tubuh berharga gue ini, karna sebanyak itu juga lo akan dipukuli " Kayla melirik pengawal nya satu persatu, membuat Praya langsung bergidik ngeri. pasal nya dia sudah melihat langsung para pengawal ini bahkan tak memiliki belas kasih saat memukuli Kevin tadi.


tentu saja Kayla hanya menggertak, sebenarnya dia juga tak sampai hati harus melakukan ini. tapi karena Hendra yang meminta nya, dan mengancam akan melapor pada Tuan Wijaya jika Kayla tetap membiarkan kedua orang ini lepas begitu saja.


" lo.. lo mau apa? " tanya Praya terbata.


" apa lagi? lo pernah nampar gue kan ya? abis itu nyiram gue pake air, dan yang terakhir lo mau jual gue " ucap Kayla sambil bersimpuh juga di hadapan Praya lalu mencengkram dagu nya, kali ini Praya tidak memiliki keberanian untuk melawan.


" gue gak akan bales lo dengan air hahaha. itu terlalu murahan!! gimana kalo gue jual lo ke semua pengawal gue ini buat nanti malem, gue yakin lo pasti lagi sepi job kan. secara kan ya sumber uang lo itu lagi terkurung dalam rumah.. daan,, untuk kali ini gue yang akan bayar hasil kerja keras lo untuk pengawal gue. "


" jaga omongan lo ya " bentak Praya sambil melotot, merasa harga dirinya di permainkan oleh Kayla


" tarif per malem berapa? ah nggak itu terlalu murah, sekali main lo berapa? kuat kan main semaleman? " ucap Kayla lagi membuat para pengawal nya menahan tawa meremehkan Praya.

__ADS_1


" keparat! jaga ucapan lo " tangan nya tergerak untuk memukul Kayla lagi, tapi kali ini dia kalah cepat dengan Kayla yang sudah melayangkan tamparan nya lebih dulu.


" diem! mulut lo yang nggak berharga itu apa pantes ngomong di depan gue? " bentak Kayla sambil mencengkram dagu Praya lagi.


" buka mata dan telinga lo baik baik, ini terakhir kali gue ngomong sama sampah kaya lo. jangan pernah lo berani cari masalah sama gue lagi, atau bukan cuma lo yang akan menderita. tapi kakak lo yang pengangguran, ibu lo yang pesakitan dan bokap lo yang cuma buruh harian itu akan ikut menerima konsekuensi nya!! "


ucapan Kayla membuat Praya membeku, dia bahkan lupa dengan siapa dia bicara saat ini, anak dari konglomerat negeri ini. bila dibandingkan dengan dirinya, tentu saja Praya hanya seperti butiran debu yang beterbangan dijalan.


Praya mulai menangis saat Kayla menyinggung keluarga nya, menyadarkan dirinya betapa hina nya keluarga mereka. dan Praya tidak mungkin bisa menempuh pendidikan jika tidak mendapat beasiswa dari yayasan milik keluarga Kayla..


Kayla beralih pada Kevin yang duduk lemah hampir tak sadarkan diri, gadis itu melepaskan sarung tangan yang sejak tadi di pakainya untuk bersentuhan dengan Praya.


" dan lo!! " bentak Kayla penuh kemarahan.


" laki laki macam apa lo!! tiap malem nyewa perempuan dengan harga murah!! dan tubuh hina lo itu berani nyentuh gue ha " Kayla berteriak penuh emosi.


" angkat dia! " perintah nya pada pengawal, 1 orang langsung menarik paksa Kevin untuk berdiri..


Kayla langsung melukan kuda kuda untuk menyerang Kevin, satu tendangan di perut, dua tonjokan di wajah, dan terakhir satu juga tendangan di wajah membuat Kevin tersungkur ke lantai dengan darah kembali mengucur dari mulut dan hidung nya. membuat Praya semakin menangis ketakutan.


Kevin hanya meringis kesakitan tak berani berkata apapun, apalagi membentak seperti yang dilakukan Praya. sekali saja dia membuka mulut sudah di pastikan para pengawal ini akan membuat nya tewas hari ini juga..


" cihh!! bahkan gue harus nyentuh tubuh kotor kalian itu " dengus Kayla sambil mengelap tangan nya dengan sapu tangan.


" urus mereka, buat mereka nggak berani muncul di hadapan gue lagi. kalo perlu buat mereka nggak bisa denger nama gue lagi " ucap Kayla sambil berjalan meninggalkan kamar.


lo bengis Kayla!! kejam dan nggak punya hati. gimana bisa Rayhan suka sama lo!! teriak Pdaya dalam hati sambil menatap tajam kepergian Kayla keluar ruangan


* * * * * * *


*netijen : lama amat up nya thor 😏


author : gue males nulis kalo lo pada gak ngasih like komen sama point!!..

__ADS_1


netijen : et dah, gue mah baca baca aja thor


author : pokok nya point kenceng up juga kenceng*!!.


__ADS_2