Kampus Love Story

Kampus Love Story
kunjungan 3


__ADS_3

Kayla dan lisa mempercepat langkah nya menuju gedung aula tempat acara pembukaan akan dimulai.


gedung yang awal nya digunakan sebagai tempat acara wisuda kini di ubah menjadi gedung dengan dekorasi yang megah untuk menyambut tamu kehormatan sang pemilik universitas.


dua gadis itu sibuk mencari tempat yang strategis untuk menyaksikan sambutan sang tamu kehormatan, kursi di bagian depan sudah di isi oleh para tamu undangan dan juga dosen dan sebagian mahasiswa yang sudah memenuhi kursi bagian penonton.


hanya kursi di bagian tengah dan belakang yang menyisakan sedikit tempat, Lisa langsung menarik sahabatnya untuk mencari tempat yang berada di sisi kiri panggung.


di atas panggung sana, rektor dan para wakil nya serta tamu penting lain nya tengah bersiap untuk menyambut kedatangan Tuan Wijaya.


tak lama para bodyguard dengan setelan serba hitam dan kacamata hitam dan alat komunikasi terpasang di telinga, dan juga menggunakan senjata lengkap memasuki area panggung, dengan seorang pria paruh baya berumur 50an dengan setelan jas mewah nya, sepatu hitam mengilat dan jam tangan mewah yang menghiasi tangan kiri nya. dia lah Tuan Wijaya, seorang pengusaha yang memiliki kerajaan bisnis dimana mana, mulai dari usaha properti, kuliner, perhotelan, industri dan masih banyak bisnis lainnya.


setelah itu, dia duduk di salah satu kursi yang di siapkan khusus untuk dirinya, dengan di apit oleh empat pengawal dengan posisi dua di depan dan dua di belakang untuk menjaga keselamatan sang tuan.


tak lama sang pembawa acara pun membuka acara tersebut dengan lancar seperti seorang presenter ahli.

__ADS_1


"selamat datang kepada tamu kehormatan kami Tuan Wijaya, terimakasih telah menyempatkan waktu nya yang berharga untuk hadir disini" suara MC tersebut disambut dengan tepuk tangan yang gaduh dari para penonton.


tak lama setelah namanya di panggil, Wijaya berdiri dari kursi nya dan bersiap menuju podium, tiba tiba seisi ruangan yang tadi nya riuh kini mendadak hening, dan mata semua orang tertuju padanya. dengan langkah penuh wibawa, tuan Wijaya menaiki panggung dan berdiri di belakang podium.


"selamat siang semuanya" kata tuan Wijaya di awal sambutan nya.


tepuk tangan penonton kembali riuh setelah mendapat sapaan hangat dari Wijaya.


" terimakasih telah mengundang saya, saya sangat beruntung bisa hadir di tengah tengah kalian para generasi penerus bangsa ini.


ucap Wijaya di selingi tawa hangat nya


" saya bangga dengan kalian semua yang ada disini, kalian lah para generasi penerus bangsa ini, yang akan menjadi penentu masa depan negara, berjuanglah dengan penuh semangat untuk menggapai cita cita kalian, ingatlah betapa bangga nya orangtua kalian jika kalian menjadi orang sukses dimasa depan nanti.


dan juga jangan lupakan bahwa kewajiban kalian bukan hanya menjadi orang yang sukses di dunia, melainkan kalian juga harus menjadi orang sukses di akhirat. karena itu lah kenapa kalian ada disini hari ini, belajarlah untuk menjadi orang sukses dunia dan akhirat agar Tuhan meridhoi hidup kalian.

__ADS_1


saya bangga bisa berdiri disini, menjadi saksi bagaimana perjuangan kalian, terus lah semangat dalam menuntut ilmu"


di depan sana Tuan Wijaya masih melanjutkan kata sambutan nya, sedangkan dikursi penonton sudah riuh bergemuruh karena kagum pada sosok pengusaha sukses itu. awal nya mereka mengira bahwa Tuan Wijaya adalah orang yang angkuh karena kesuksesan nya, tapi ternyata salah. justru ia adalah orang yang sangat bijaksana.


"gila bokap lo Kay, waah banget.." ucap Lisa sambil menyimak sambutan di depan sana.


"bokap gue gak gila Lisa" Kayla mendengus, tapi masih terus menyimak setiap kata yang diucapkan sang papa.


di depan sana, sang papa sama sekali tak pernah menyinggung keberadaan putri nya, dan sama sekali tak menunjukkan kekuasaan nya disini.


Tuan Wijaya hanya menempatkan dirinya sebagai tamu undangan, bukan sebagai pemilik universitas ini.


bahkan dia sama sekali tidak menyinggung tentang bisnis nya yang sangat sukses itu, alih alih menyombongkan kesuksesan dia malah memuji kerja keras para mahasiswa yang belajar di Universitas ini.


setelah selesai dengan sambutan nya, Tuan Wijaya hendak turun ke kursi tempat duduk nya tadi.

__ADS_1


__ADS_2