
setelah pulang dari kampus, kayla sempat berbelanja kebutuhan kuliah nya yang belum sempat di beli, seperti binder, bulpoin, dan keperluan lain.
kayla memarkirkan mobil nya depan sebuah pusat perbelanjaan terbesar dikota ini.
setelah keluar dari mobil, kayla menelfon seseorang sambil berjalan memasuki area mall, di dekat pintu utama terlihat logo perusahaan wijaya group. yang menunjukkan mall ini adalah milik ayahnya.
"halo kak hen, hari ini kay pulang agak telat ya soal nya mau beli keperluan kuliah dulu, sekalia hangout kak"
"iya kay bakal hati², lagian mereka kan selalu di dekat kayla" gerutu kay yang kesal mendengar ucapan di sebrang telfon.
"papa sama kak hen kapan balik ke indo?" tanya kayla sambil melirik² sekeliling nya mencari barang yang dibutuhkan.
"oo yaudah, jangan lupa mampir cari parfum kesukaan kay, stok nya dikit lagi kak"
"makasihhh,, byee kak hen" kay memutus sambungan telfon nya.
bergegas mencari barang yang dibutuhkan, setalah hampir 1 jam berkeliling mall kayla memutuskan untuk pulang karena merasa lelah nya sudah tidak ada obat lagi.
saat ini kayla sudah memasuki gerbang utama kediaman keluarga wijaya, jarak antara rumah utama dengan gerbang depan nya hampir selebar 1 lapangan bola.
__ADS_1
terlihat jelas gedung besar bergaya eropa dengan dominasi warna putih nya yang terlihat bak istana.
disisi kanan dan kiri jalan berhampar taman luas yang rapi dan terawat penuh dengan bunga koleksi mendiang mama kayla dulu.
terlihat puluhan tukang kebun sedang merawat dan menyirami nya, ada sebagian yang memotong rumput liar.
saat tiba di depan rumah kayla langsung disambut oleh kepala pelayan dirumah ini, yang dengan sigap membukakan pintu mobil nona muda nya,
diikuti para pelayan yang membawakan tas belanjaan milik kay.
"selamat sore nona muda, apakah hari anda menyenangkan? " tanya pak hasan dengan sopan.
"padahal kan niat ku baik pak, aku cuma nggak mau di anggap pamer karena bawa mobil itu, malah di katain belagu karna gaya ku begini tapi jalan kaki!! " kay bercerita dengan kesal nya yang belum berkurang.
" apa perlu saya memberi tahu sekretaris hen untuk mengeluarkan gadis² itu dari universitas nona? " tanya pak hasan setelah mendengar pengakuan kay. dia tau jelas kalau tuan wijaya mengetahui tentang putri nya yang jadi bahan ejekan teman sekelas nya pasti akan marah besar, dan akan menjadi masalah nantinya.
"gak perlu pak, aku bisa atasi sendiri, mereka tidak tau aja aku ini mantan penindas sejak SMP dulu" ucap kay dengan santai, mendengar perkataan nona nya pak hasan langsung bermuka masam, dia mengingat jelas perilaku nona mudanya dulu saat smp bahkan sampai sma yang seenak hati menindas teman² sekolah nya, karena merasa bahwa kay lah penguasa dan pemilik sekolah itu.
pak hasan tau, kalau kay melalukan ini sebenarnya karena dia merasa kesepian, dia sangat ingin perhatian dan kasih sayang, yang tidak pernah ia dapatkan dari kedua orang tuanya yang sibuk dengan kerajaan bisnis mereka, hingga saat mama nya meninggal, kay masih belum sempat merasakan kasih sayang dan perhatian.
__ADS_1
yaa di balik kepintaran dan semua prestasi nya ternyata kay tetap merasa kesepian karena tidak banyak orang yang mau bergaul dengan nya, kay merasa kesepian dan tidak memiliki teman untuk berbagi cerita.
dan sejak kematian mama nya lah yang membuat kay hanya fokus dalam belajar untuk mengejar impian nya kuliah di amerika, agar memiliki banyak teman disana.
dan hal inilah yang membuat kayla menjadi seorang penindas disekolahnya, demi untuk mencari perhatian dan hormat dari teman² nya, jika sampai mereka tidak mau menjadi teman nya maka kayla tidak segan untuk memberi mereka pelajaran, hingga banyak murid yang di keluarkan dari sekolah atas permintaan kayla.
dan alasan ini juga yang membuat tuan wijaya merasa khawatir jika anak gadis nya ini berkuliah diluar negeri sana, karena sikap sang anak yang masih kekanakan dan suka seenak nya sendiri.
"maaf kan saya nona muda. tapi bukankah anda sudah berjanji pada tuan besar untuk tidak melakukannya lagi?" tanya pak hasan yang semakin gusar karena perkataan kayla tadi.
" udah pak gausah di pikirin, aku nggak serius kok haha" ucap kayla dengan senyuman.
pak hasan membukakan pintu untuk kayla, setelah nya pamit mengundurkan diri dan menundukkan kepala sopan pada kayla.
sementara para pelayan bergegas menyiapkan air untuk mandi, dan segala kerperluan salin kayla.
sedangkan gadis itu duduk di sofa favoritnya sambil menunggu para pelayan menyiapkan kebutuhan mandi nya, kayla menatap langit² kamar sambil memejamkan mata. mengingat kejadian di hari pertama nya masuk kampus tadi
bersambung
__ADS_1