
Lisa bangkit dari lantai setelah adegan jatuh penuh dramatisasi nya tadi, dan langsung ambil posisi di samping Kayla.
sedangkan Rayhan dan Candra memilih untuk duduk bersama mereka,, Kayla yang masih kaget karena kehadiran 2 manusia populer ini lebih memilih diam saja sambil berkonsentrasi untuk penampilan nya nanti.
Beda dengan Lisa yang sok asik dan sok akrab dengan mereka, padahal yang di ajak ngobrol seperti nya lebih fokus memperhatikan Kayla yang dari tadi mulutnya komat kamit mirip dukun yang baca mantra.
" Kayla, ngapain lo komat kamit? " tanya Candra mewakili Rayhan yang juga penasaran.
" oh, dia ntar mau ikut pidato bahasa inggris bang" Lisa yang menjawab.
" oya, kay, emang lo mau pidato gak pake teks apa dari tadi gue gak liat teks lo? " tanya Lisa karena dari tadi memang tidak melihat Kayla membuka teks sedikit pun.
"nggak, gue cuma masih coba cari tema nya aja, kalo sambutan sama penutup udah apal"
"widihh, emang bisa lo Kay? gue gak pernah denger lo ngomong inggris tuh, gak yakin deh gue " celetuk Candra yang membuat konsentrasi Kayla perhalan buyar.
__ADS_1
Kayla yang merasa kesal karena sejak tadi mereka ribut ngobrol ini itu dan tidak memberinya kesempatan konsentrasi jadi kesal sendiri.
" Kay nggak perlu pake bahasa inggris walaupun bisa, lagian kebanyakan mahasiswa sini gak pake bahasa inggris bang" jawab Kayla dengan nada kelas, kalau bukan senior di organisasi pasti dari tadi Kayla sudah meninggalkan mereka.
"apa iya gitu? coba lo pake bahasa inggris deh biar gue nilai" Rayhan yang dari tadi bungkam malah ikut ikutan mengganggu Kayla.
"males bang, nanti aja pas acara"
"ah kay, gue jadi ragu lo beneran bisa, paling juga lo belajar di aplikasi ruang guru kan?" Lisa juga tak kalah meledek Kayla, sepertinya mereka ini niat sekali membuyarkan konsentrasi nya.
"eh eh kayak nya acara pembukaan udah mau mulai, katanya bapak wijaya yang punya universitas ini mau sambutan bentar lagi" suara riuh di kantin membahas kedatangan pak wijaya dan sebentar lagi mereka akan menyaksikan tuan wijaya yang terhormat itu memberi sambutan.
"bang duluan ya, kita mau liat tuan wijaya yang terhormat itu nih" ucap Lisa sambil menyikut lengan Kayla seolah meledek.
" permisi bang" ucap Kayla sambil bangkit karena dari tadi dia juga sudah tidak betah dengan bisikan bisikan dari kaum Hawa penghuni kantin.
__ADS_1
Rahyan tersenyum sambil mengamati kayla yang berjalan semakin jauh keluar dari kantin, entah mengapa dilubuk hati nya dia merasa bangga dengan kayla yang pintar dan selalu bersikap sederhana.
Rayhan jelas tahu bahwa Kayla adalah anak dari Tuan Wijaya yang selama ini di cari-cari para penghuni kampus, tapi tak pernah sekalipun Kayla merasa bangga dengan kekayaan dan segala yang dia punya.
"kenapa lo mesem mesem sendiri? " tanya Candra sambil mengusap wajah Rahyan.
"nggak,, salut gue sama tu bocah kecil " Rayhan kembali tersenyum dan tak luput dari perhatian Candra.
"sejak kapan lo muji muji anak perawan orang? udah mup on lo" kali ini Rayhan yang jadi korban godaan Candra.
"apa sih, udah ah gue juga penasaran sama tuan Wijaya itu hahahah"
"Ray gue mau tanya, bukan nya marga keluarga lo namanya Wijaya juga ya? " Candra ikut bangkit mengikuti langkah Rayhan.
"marga yang sama kan banyak Can, bokap gue gak setajir dia. dunia aja beda, satu hukum satu raja bisnis " jawab Rayhan acuh dan mempercepat langkah nya karena para fans mulai menggila meneriaki namanya.
__ADS_1