Kampus Love Story

Kampus Love Story
jangan sedih


__ADS_3

hampir sepuluh menit berlalu tapi kayla belum juga berhenti menangis, ia juga enggan melepaskan pelukan nya dari rayhan. entah kenapa kayla seperti nya menemukan tempat ternyaman untuk menghilangkan semua rasa sedih nya pada pelukan rayhan.


begitu juga rayhan yang masih setia mengusap halus kepala kayla untuk memberikan ketenangan pada gadis itu, entah kenapa memeluk gadis ini juga memberikan ketenangan pada hati rayhan.


setelah mendengar tangisan kayla yang sudah mereda, rayhan perlahan melepas pelukan nya. dan mundur beberapa langkah untuk melihat wajah kayla.


" jangan sedih, lo jelek kalo nangis gitu" ucap rayhan sambil tersenyum.


"maaf karna nggak sopan peluk abang" jawab kayla sambil tertunduk. rayhan maju beberapa langkah, tangan nya meraih wajah kayla dan mengusap lagi air matanya .


"jangan panggil abang, gue bukan abang lo. panggilan itu cuma dalam organisasi .


lo bisa panggil kak, atau rayhan juga boleh" rayhan kembali tersenyum, kali ini tak ada senyum manis. hanya senyum kecut seperti biasanya.


"maaf, kak ray, aku minta maaf karna lancang me... "

__ADS_1


"udah gak papa, lo jangan sedih gitu, udah gedek masih cengeng aja" ledek rayhan sambil melangkah menuju sofa, sementara kayla masih mematung di tempat nya.


"lain kali kalo mau nangis cari tempat aman, jangan asal nangis aja. untung lo gak di ejekin orang² kan"


"lagi, kenapa sih lo nangis seakan dunia ini mau hancur aja, serem gue denger nya" ledek rayhan lagi, kali ini kayla duduk di sofa yang ada di depan rayhan..


" ini ulang tahun mama, aku sedih aja mama udah nggak ada" jawab kayla sambil mengeluarkan tisyu dari dalam tas nya.


rayhan terdiam mendengar jawaban kayla, merasa bersalah karena lancang bertanya seperti itu. rayhan menatap wajah kayla yang masih sembab karena tangis nya. sesaat kemudian rayhan menghembuskan nafas panjang..


"kenapa kakak minta maaf? " tanya kayla keheranan.


"lo jangan sedih, dan jangan nangis lagi. kalo orang lain mungkin bakal minta ganti rugi karna lo basahin baju nya dengan air mata lo itu" ucap rayhan di selingi tawa sambil menunjukkan baju nya yang basah akibat tangisan kayla.


" yaampun, maaf kak, yaudah sini baju nya biar kayla ganti aja" kayla merasa bersalah melihat baju rayhan yang sudah basah karena air matanya.

__ADS_1


" udah nggak papa, lo jangan sedih lagi"


rayhan bangkit dari duduk nya, dan melangkah menuju pintu keluar.


"lo disini aja dulu biar tenang, lagian nggak mungkin juga lo berani keluar dengan muka kaya gitu kan" kata rayhan yang sudah berdiri di ambang pintu.


"iya makasih kak "


" ini tempat rahasia gue sama candra, lo jangan bawa genk lo ke tempat ini buat ghiba in orang ya. lagi, lo dari mana tau tempat ini? tanya rayhan sambil berbalik lagi ke arah kayla.


" maaf kak, kayla nggak tau. tadi aku pikir tempat ini gudang "


" yaudah mending lo istirahat, gue mau masuk kelas "


ucap rayhan lalu membuka pintu, tak lama ia menghilang di balik pintu itu. terdengar suara langkah kaki menjauh di luar sana, seperti rayhan sudah pergi jauh. dan kayla bisa bernafas lega. kayla baru menyadari bahwa sejak tadi dia gugup bukan main, jantung nya berdetak kencang tidak seperti biasa nya.

__ADS_1


entah kenapa selalu begini jika dia ada di dekat rayhan, dan mengingat pelukan nya dan rayhan tadi membuat jantung kayla tambah berdetak kencang, kay merasa malu karena tanpa sadar memeluk rayhan tadi


__ADS_2