
setelah hampir 1 jam menghabiskan waktu untuk video call dengan sahabat nya Kayla melanjutkan tugas nya yang tadi sempat tertunda.
tapi belum lagi memulai pekerjaan nya suara bel di puntu kembali membuyarkan konsentrasi nya, dengan malas Kayla membuka pintu dan melihat siapa yang datang menganggu kesibukan nya.
" apa?! " tanya nya ketus sambil melirik malas kearah pengawalnya.
" kami sudah menyelesaikan urusan mereka, sekarang apa yang akan nona lakukan? " tanya pengawal itu tanpa berani menatap Nona nya.
" anter pulang aja! kamu apain mereka?! " tanya nya masih ketus.
" sesuai perintah nona, saya pastikan mereka tidak akan muncul di hadapan nona, bahkan mereka tidak akan bisa mendengar nama nona lagi " ucap nya santai penuh percaya diri, membuat Kayla membelalakkan mata.
astaga, gue salah ngomong!! batin nya menyesal, tidak bisa membayangkan apa yang sudah dilakukan para pengawal ini pada Praya dan Kevin.
" apa? jangan bilang kalian bunuh " tanya nya lemas, menyesali semua ucapan nya tadi. Kayla merasa bersalah, jika benar mereka dibunuh maka secara tidak langsung Kayla lah yang membunuh mereka.
" tidak nona, kami hanya memberi sedikit pelajaran agar mereka jera " ucapan pengawal itu langsung membuat Kayla merasa lega, setidaknya dia bukan lah seorang pembunuh
" yaudah, antar mereka. dan pulang kerumah, aku tetap disini. jangan berkeliaran, patuhi kebijakan pemerintah!! " Kayla memperingatkan dengan nada tegas, sigap saja pengawal itu langsung mengangguk hormat pada Nona nya.
" baiklah nona " jawab nya sambil berlalu.
apa gue nggak terlalu kejam ya sama Praya, dia kan cewek. dia nggak mungkin di pukulin juga kan tadi, kenapa gue ngerasa kaya psikopat gini ya. pikiran nya masih teringat Praya sambil berjalan kesofa.
belum sempat mendaratkan diri di sofa empuk nya, suara bel kembali terdengar membuat Kayla mengumpat kesal. pasalnya dari tadi selalu saja kesibukan nya diganggu.
Kayla bersikap acuh saja mendengar bel terus berbunyi dan berusaha konsentrasi pada tugas nya, tapi semakin lama semakin membuatnya malah kehilangan konsentrasi.
__ADS_1
" apa lagi sih!! " bentak Kayla sambil membuka pintu kasar, sedetik kemudian dia terkejut melihat siapa yang berdiri di hadapan pintu.
" Kayla.. "
" kak Ray ngapain kesini? " tanya Kayla dengan nada ketus, jujur dia masih kecewa dengan Rayhan yang lagi lagi menyembunyikan rahasia dari nya.
" aku nggak mau ketemu kamu " Kayla langsung menutup pintu, tapi masih sempat di tahan oleh Rayhan.
" maafin gue Kay, bukan nya mau sembunyiin ini dari lo. gue cuma belum siap buat bilang semua nya " Rayhan meraih tangan gadis itu sambil menatap dalam matanya..
" tapi apa sekarang? semua makin rumit kak!! bisa bisa nya kakak nggak bilang ke aku kalo Roland itu..".
" sorry!!, tolong ngertiin posisi gue Kay " Rayhan menunduk " nggak mudah gue nerima kenyataan ini, orang yang gue sayang di jodohin sama kakak gue sendiri "
" tapi dengan kakak sembunyiin ini semua sekarang kesan nya aku ini cewek murahan kak!! aku cewek murah yang tunangan sama seseorang dan selingkuh sama adek nya! " ucap Kayla penuh emosi menyuarakan rasa kecewa nya.
" lepas kak Ray!! " Kayla memukul bahu nya berusaha lepas.
" jangan pernah lo ngomong gitu Kayla, gue nggak suka. percaya sama gue, kalo gue akan berjuang sampai akhir, tunggu sebentar lagi " Rayhan mengusap rambut gadis itu sambil tersenyum meyakinkan.
" gimana sama kak Roland, dia... "
" itu biar gue yang pikirin, dia tetap kakak gue. orang yang selalu gue hormati dan gue sayang, dia itu semangat hidup gue disaat saat terpuruk. tapi gue tetep nggak akan nyerah Kayla, jangan pernah tinggalin gue " Rayhan masih mengeratkan pelukannya, dan perlahan juga Kayla membalas pelukan sambil mengelus pelan punggung Rayhan.
* * * * * *
" lo ngapain disini?! kenapa nggak dirumah? " tanya Rayhan sudah duduk di sofa sambil makan cemilan dan tangan satu nya sibuk dengan steak ps .
__ADS_1
" eee.. anuu, itu.. " Kayla terbata melihat Rayhan "aku bosen dirumah, iya aku bosen "
" lagian kenapa wa aku diblok, ig, line, semua di blokir, jadi sepi sendiri kan " sungut Rayhan sambil melirik pacarnya yang sibuk dengan laptop di atas sofa sendangkan dia rebahan sambil menyandarkan kepala nya di kaki sang pacar.
" aku nginep sini deh " ucap nya membuat Kayla reflek memukul kepala nya.
" apaan!! gak boleh, ngapain minep disini?"
" biar kamu nggak kesepian sayang " mengedipkan sebelah mata.
Kayla langsung gugup mendengar ucapan nya.
" mau ngapain? nggak boleh, aku masih kecil tau "
" hah, apa? hahahaha, lo kira gue mau ngapain sih? dihh mesum banget otak lo " Rayhan mencubit kaki gadis itu yang menjadi sandaran kepala nya.
wajah Kayla langsung merah padam mendengar jawaban Rayhan, bisa bisa nya dia punya pikiran kotor begitu.
" aihh,, jangan minep, aku sendirian disini " lirih Kayla masih menahan malu.
" lah makanya itu gue minep biar lo ada temen "
" nggak!! nggak boleh pokok nya!! "
begitu lah perdebatan kedua nya berlangsung hingga lupa dengan game dan tugas yang sedang mereka kerjakan.
dan perdebatan akhirnya dimenangkan oleh kubu Rayhan setelah berbagai alasan dia utarakan, bahkan berbohong dia di usir dari rumah karena bertengkar dengan Roland.
__ADS_1