
hari ini kayla berangkat ke kampus seperti biasa nya, dengan menggunakan mobil sport milik nya. ia masih trauma karena mobil biasa yang pernah digunakan ternyata mogok di tengah jalan, sejak saat itu kayla memutuskan tidak lagi memakai mobil yang terlihat seperti mobil mobilan bagi kayla.
dengan langkah gontai, kayla berjalan menelusuri koridor kampus menuju ruang kelas nya, jelas saja ia masih lelah karena kegiatan nya di puncak selama 5 hari kemarin. saat memasuki ruang kelas, sudah terlihat lisa di sudut ruangan yang terlihat fokus dengan ponsel nya. kayla bergegas mengambil tempat duduk di samping lisa, setelah meletakkan tas nya kayla kembali menoleh lisa yang tak menyadari kedatangan nya karena asik dengan ponsel.
"woy sibuk amat lo, chatting siapa sih? " tanya kayla sambil mengintip layar hp lisa.
lisa dengan cepat menyembunyikan agar kayla tak melihat nya.
"mau tau aja lo jomblo. sibuk aja sama urusan gue" sergah lisa dengan logat khas lampung nya. ( lisa ini orang lampung yang merantau ke jakarta, dan dapat beasiswa di universitas ini, yaah jadi gaya bicara nya masih kentara logat lampung gitu lah. yang khas double el wkwkwk)
"idih, ngegas aja lo pagi pagi, heran gue"
"dah lah, gue mau cabut ke kantin laper gue, selama lima hari kaga makan enak" sungut kayla seraya bangkit dari tempat duduk nya.
__ADS_1
"eh eh tunggu gue kali, lo main cabut aja gue juga laper kay, di kosan gada sayur haha. lo bayarin lah ya ya" rayu lisa dengan nada manja nya..
"dih, teraktir aja lo paling demen, heran gue sekali nya pelihara temen kaga genah begini dah" sungut kayla sambil menyikut lengan lisa.
"pelit amat sik, lagian duit recehan lo juga kaya nya mampu dah buat bayar kos gue. apalagi cuma traktir doang, ibarat mah kaya lo keluarin 100 perak kay" ucap lisa tak tau diri.
kayla hanya memutar bola mata nya dengan malas, menanggapi ocehan lisa kan sama saja mendengarkan ceramah ustad yang 2 jam pun kuat ngomong tanpa henti.
kayla memesan spageti, kentang goreng, dan jus mangga.
sedangkan lisa memesan bakso, es teh, dan jajanan kecil lain nya. sungguh sebuah perbedaan bagaikan langit dan bumi di sore hari, berwarna biru, sebiru hatiku. (laju nyanyi dah ah wkwkwk)
tak menunggu lama makanan yang di pesan pun datang, kayla dan lisa langsung menyantap nya dengan penuh khidmat, sampai sebuah gebrakan meja pun mengejutkan kedua nya.
__ADS_1
gbrakk!!!
suara meja di pukul dengan sangat keras oleh seseorang, sampai mahasiswa lain yang duduk tak jauh dari meja mereka pun menoleh. kayla mendongak mencari siapa si pemilik tangan yang lancang mengganggu acara makan nya dan lisa.
sesosok gadis cantik, putih, tinggi dan wajah chubby nya tengah menatap tajam ke arah kayla. dengan nafas yang berhembus kasar, seperti orang yang akan menelan bulat2 apa yang ada di depan matanya.
praya?!! dia praya mantan nya kak rayhan itu kan, haiss kenapa lagi sih manusia ini suka banget cari masalah sama gue. gak bisa banget gue tenang sehari aja, lagian tu tangan gak sakit apa main gebrak meja segala!! batin kayla sambil meneruskan makan nya berusaha tak peduli dengan kehadiran praya.
author : maap ya jen, gue potong cerita nya takut terlalu kepanjangan. karna gue udah nemu konflik yang pas, tinggal ngatur alur nya aja.
netijen : apa dah konflik nya tor?
author : rahasia lah marjukik, Makanya baca aja biar lu tau dah konplik nya apa
__ADS_1