Kampus Love Story

Kampus Love Story
kunjungan


__ADS_3

hari ini dalam rangka ulang tahun universitas XX tempat kayla belajar, dan tuan wijaya sebagai pemilik universitas tersebut mendapat undangan untuk menghadiri acara di kampus.


dan kebetulan hari ini juga tuan wijaya sedang ada di tanah air setelah kepulangan nya dari hongkong beberapa hari lalu.


dan besok ia kembali melalukan perjalanan bisnis ke negeri Paman Sam sana.


pagi pagi sekali kayla sudah berdandan rapi karena akan mengikuti suatu kontes yang di selenggarakan oleh pihak kampus dan beberapa organisasi mahasiswa.


karena dalam rangka ulang tahun ini pihak kampus menyelenggarakan beberapa event dan juga party.


"kay, kamu berangkat bareng papa ya nanti" ucap Wijaya sambil menyendok makanan nya.


"nggak usah pa, kayla berangkat sendiri aja"


"loh kenapa? kamu nggak kangen papa? "


"nanti apa kata orang orang di kampus kalo aku bareng papa? " tanya kayla setelah meminum susu kesukaan nya.


"kamu kan anak papa, emang kenapa sih? "

__ADS_1


"ih kay nggak mau deh pah..."


"nggak ada tolakan, pokok nya kayla sama papa berangkat nya" jawab Wijaya tak mau di tolak.


" ais papa mah, nyebelin geh" sungut kayla sambil menatap papa nya.


setelah menyelesaikan acara sarapan kayla dan juga sang ayah akhir nya berangkat bersama menuju universitas nya.


setelah turun dari mobil dengan pengawasan ketat dari bodyguard bersenjata lengkap menyita perhatian masyarakat kampus.


dan yang lebih mengejutkan adalah saat kayla turun dari mobil yang sama, dan menggandeng tangan sang papa. semua orang berdecak kagum melihat nya, bagaimana bisa seorang kayla mahasiswa tingkat 1 berada satu mobil dengan konglomerat itu kecuali kayla adalah anak yang selama ini mereka cari cari keberadaan nya.


"kepaksa gue, masa di paksa bareng sama papa." ucap kayla acuh.


" liat tuh, fans lo dari banyak makin banyak aja. udah cantik berkuasa lagi haha" ujar lisa sambil melirik orang orang yang mereka lewati.


"udah diem lo, gue mau siap siap ikut kontes nih" kayla melangkah cepat menuju salah satu kantin.


" kontes apaan dah? sejak kapan lo tertarik ikut begituan? "

__ADS_1


"pidato bahasa inggris, gue mau tunjukin aja gue itu nggak hidup dengan nama besar bokap gue" ujar kayla setelah sampai di salah satu meja di sudut kantin.


"waahh keren tuh, sekalian tunjukin ke papa lo kalo lo pinter" lisa memberi semangat.


kayla mendesis " gak perlu gue tunjukin papa udah tau, olimpiade matematika di jepang aja gue juara 3" dengan nada sombong nya.


"ck ck ck, sumpah lo kay? gila otak lo encer dong kalo gitu, kenapa gak kuliah di luar negeri aja sih kay"


" gue udah keterima di harvard university tapi di batalin bokap gue" kali ini bernada kesal.


"lah kenapa di batalin, wah gak beres pikiran papa lo kalo gitu mah, terus lo pernah lomba apa lagi? " tanya lisa semakin penasaran dengan kemampuan kayla ini.


"heemm" kayla mencoba mengingat sambil menatap langit langit. kantin.


"gak keitung, lomba puisi bahasa inggris di london, karya ilmiah di rusia, penelitian ekonomi di jerman, banyak deh lupa gue" ucap kayla dengan acuh nya.


lisa yang mendengar hal itu terjatuh ke lantai dengan dramatisasi yang luar biasa, karena baru mengetahui bahwa sahabat nya ini selain cantik, seorang konglomerat super kaya, ternyata merambah menjadi salah satu manusia super jenius juga.


" waah gak nyangka gue, salah satu junior mapala gue otak nya seencer lo" celetuk candra yang entah muncul dari mana. bersama rayhan tentu nya.

__ADS_1


"astaga kaget gue" ucap kayla sambil menyentuh dadanya


__ADS_2