Kampus Love Story

Kampus Love Story
di tinggal lagi


__ADS_3

pagi ini kayla kebagian kuliah siang, jadi bisa bersantai dirumah sambil menghabiskan waktu bersama sang papa.


karena pagi ini papa nya akan berangkat ke Amerika untuk urusan bisnis sekaligus mengunjungi anak sulung nya disana, Ian Wijaya.


Kayla sedang mengobrol bersama papa nya sambil menghabiskan sarapan.


" papa mau berapa hari disana? " tanya Kayla dengan nada ketus, memang Kayla selalu sedih jika di tinggal sang papa. artinya dia akan tinggal bersama sekumpulan orang asing lagi dirumah besar nya.


" urusan bisnis papa mungkin 3 minggu, abis itu jenguk abang kamu jadi mungkin 1 bulan papa disana. kamu nggak sedih kan papa tinggal? "


Kayla yang masih menyuapkan makanan kedalam mulut langsung menghempas kan sendok nya dengan keras, membuat Wijaya sedikit terkejut.


"hem" Kayla hanya berdehem tanpa mampu berkata kata karena menahan kesedihan.


"Kayla tenang aja, papa udah transfer uang bulanan 2 kali lipat dari biasanya. Kayla bisa ajak temen nya jalan jalan ya" Wijaya berusaha merayu putri bungsu nya.


" uang jajan Kayla dari 2 bulan lalu belum abis pah, Kayla bukan cuma butuh uang. Kayla juga butuh perhatian dan waktu papa! " Kayla langsung berlari menuju kamarnya sambil menangis.

__ADS_1


Sekretaris Hen yang dari tadi berdiri di belakang Wijaya hanya diam sambil melihat Kayla berlari, ia paham betul apa yang dirasakan Kayla.


Anak itu mungkin sedikit butuh perhatian papa nya, karena sejak kecil ia sangat di perhatikan sang mama. tapi sejak mama nya meninggal, Kayla sepertinya kesepian karna papa nya selalu sibuk bekerja.


"hufft.. anak itu, manja nya masih belum berubah" gumam Wijaya sambil meneruskan makanan nya.


" bagaimana dengan jet nya? sudah disiapkan Hen?" tanya Wijaya tanpa menoleh


"sudah siap semua tuan, keberangkatan nya sekitar 1 jam lagi"


setelah sampai di depan pintu, Wijaya langsung membuka nya. tapi sayang pintu tersebut di kunci dari dalam.


tok tok tok


"kay? papa boleh masuk nak? "


lama tak ada jawaban dari dalam, Wijaya paham mungkin putrinya kecewa karena lagi lagi akan dia tinggalkan.

__ADS_1


tok tok tok


Wijaya mengetuk pintu lagi "kayla? papa bentar lagi berangkat sayang. kamu nggak mau ketemu papa dulu? "


tak lama pintu terbuka, dan Wijaya langsung masuk menemui anak nya. Kayla langsung duduk di sofa dekat ranjang nya, membiarkan papa nya ikut duduk di samping nya.


"sayang, kamu marah sama papa? " Wijaya menatap wajah putri nya yang memerah dengan mata sedikit bengkak, ia yakin putri nya ini pasti habis menangis.


Kayla hanya diam dan tak mau menatap papa nya, Ia merasa kecewa dengan Wijaya yang tak pernah ada waktu untuknya.


"sayang, papa kan kerja juga buat Kayla dan bang Ian. Kayla ngertiin papa ya, papa janji deh abis pulang dari Amrik kita liburan bareng. ketemu bang Ian juga, gimana? " Wijaya masih berusaha menenangkan putri nya yang merajuk, karna tidak mungkin dia meninggalkan Kayla jika putri nya sedang marah.


Kayla masih diam tak bergeming, seperti tak mendengar semua yang dikatakan papa nya. yang Kayla tau, papa nya akan pergi dalam waktu yang lama dan meninggalkan nya.


Wijaya pun mendekat dan memeluk putrinya dengan sayang, sebenarnya ia juga tidak tega harus meninggalkan Kayla dalam waktu yang lama. tapi karna tuntutan kerjaan lah yang mengharuskan nya untuk pergi.


Ia hanya berharap jika sang putri memahami pekerjaan nya yang tak bisa di tinggalkan.

__ADS_1


__ADS_2