Kampus Love Story

Kampus Love Story
meja makan


__ADS_3

setelah kepergian Rayhan yang di iringi oleh makian dan teriakan oleh papa nya, suasana mencekam masih berlanjut di meja makan.


Roland anak sulung nya masih menolak mentah mentah ide perjodohan dari Wijaya Kesuma.


"pah, Roland bisa cari jodoh sendiri. papa kenapa sih pake segala jodohin, ini bukan jaman siti nurbaya pah!! "


"pah, kamu nggak bisa dong maksa Roland kayak gini, mama aja baru tau loh papa ada janji janji kayak gitu sama temen papa" Mama juga menyuarakan penolakan nya..


" mah, ini tuh udah jadi keputusan papa sama temen papa dulu pas kami masih muda. apa kata dia nanti kalau papa batalin gitu aja, lagi pula papa bisa seperti sekarang juga karna bantuan dia mah" Wijaya memberikan pemahaman pada anak dan istri nya


" tapi kenapa harus aku pa, kan ada Rayhan umur mereka gak jauh beda kan pa. Roland nggak mau pa di jodohin sama anak temen papa!! " ketus Roland sambil menatap papa nya.


"tidak ada tapi tapian Roland, sejak kapan kamu berani bantah papa? mau seperti adik mu yang tidak berguna itu? hanya kamu yang bisa papa andalkan, gadis itu bukan dari keluarga biasa, dia juga gadis cantik.."


"beberapa hari lagi papa nya akan pulang dari luar negeri, setelah dia pulang kita akan mengadakan pertemuan keluarga" jelas Wijaya dengan nada tegas agar tidak ada penolakan lagi..


" pastikan si Rayhan tidak ikut ma, papa tidak mau dia jadi pengacau. anak tidak berguna itu!! " bentak Wijaya pada istri nya..


"kalo papa nggak mau ngajak Rayhan, jangan harap mama ikut sama kalian! " sergah mama nya sambil beranjak dari ruang makan.

__ADS_1


"kamu dengar Roland, jangan kecewakan papa, atau adik kamu yang menanggung akibatnya ! " suara Wijaya kembali terdengar dengan jelas.


Roland hanya bisa menggangguk pasrah dengan ancaman sang papa, jika sudah menggunakan ancaman tentang adik nya Roland tidak punya pilihan lain selain menurut , jika tidak maka Rayhan lah yang akan menjadi sasaran kemarahan papa nya.


visual Roland guys, semoga cocok di hati pembaca



* * * *


di tempat lain, Rayhan sudah memarkirkan mobil nya dengan mulus di parkiran universitas. wajah nya sejak tadi di tekuk, tanpa senyum sedikit pun, semakin menambah kesan dingin pada dirinya. beberapa gadis yang lewat dan meneriakkan namanya tidak dia hiraukan sedikit pun, pikiran nya sedang kalut mendengar ucapan sang papa tadi.


Rayhan berjalan menyusuri koridor dengan tergesa gesa, tangan nya masih terkepal kuat menahan emosi yang bisa meledak kapan saja.. saat sampai di depan kelas, dia malah belok kiri menuju kelas seberang untuk mencari keberadaan seseorang.


" kak Rayhan" serentak para gadis yang mengisi kelas tersebut meneriakkan namanya. tapi tidak ada orang yang dia cari diantara gadis itu, dia melenggang dari ruangan itu. meraih ponsel dari dalam tas nya dan menelfon seseorang.


"hallo, dimana? " tanya Rayhan dengan nada datar.


"......."

__ADS_1


"heem" Rayhan berdehem lalu mematikan sambungan telefon.


disini, Kayla dan Lisa sedah asyik menikmati sarapan pagi mereka, karena di apartemen tidak ada makanan apapun jadi mereka harus mengisi perut di kantin saat pagi pagi begini.


"siapa yang telefon? " tanya Lisa saat melihat sahabat nya meletakkan ponsel di atas meja.


"penting lo tau? " tanya Kayla sok tegas.


"dih, paan gak pengen gue" sungut Lisa sambil menyuapkan makanan kedalam mulut nya.


" Kay, mama nya kak Rayhan gimana orang nya? " tanya Lisa penasaran, karena belum mendengar cerita nya dengan lengkap.


" baik lah, tapi awal nya dia marah karna kaget gue di kamar anak nya subuh subuh buta " jawab Kayla masih fokus dengan bubur ayam nya.


"hahahah, untung aja lo gak di arak keliling kompleks sama kak Rayhan " Lisa tertawa dengan kencang nya.


"diem lo bacot!! " maki Kayla sambil menghentakkan mangkok bubur yang sudah kosong.


Lisa langsung terdiam, tapi bukan karena makian Kayla. dia terdiam saat melihat Rayhan datang menghampiri mereka dari belakang Kayla, pria itu terlihat menyeramkan seperti memiliki amarah yang sangat besar, Lisa tidak tau apa alasan nya. tapi Lisa bergidik ngeri saat melihat laki laki itu mengepalkan tangan dengan kuat, sorot matanya seperti bisa membunuh seseorang saking tajam nya.

__ADS_1


Kayla lo buat masalah apa sama kak Ray, gilak serem tu muka gak ada ganteng ganteng nya!! teriak Lisa dalam hati sambil menatap kedatangan Rayhan


__ADS_2