
" Kalian tunggu disini bentar ya, abang ada perlu " Ian menepuk bahu Kayla dua kali setelah itu pergi keluar.
Kayla dan Lisa hanya cengo melihat Viona yang tiba tiba lari dan Ian yang juga tiba tiba pergi, ada apa dengan dua orang itu sebenarnya? kesan dari pertemuan pertama mereka tadi sepertinya mereka mengenal satu sama lain.
" Kay, lo aneh nggak sih sama abang lo tadi? " Tanya Lisa masih keherenan sambil menikmati sisa makanan tadi.
" aneh gue juga, abang gue mana pernah kaya gitu. apa dulu mereka pernah kenal ya Lis? " Kayla nimbrung menikmati sisa makanan nya.
" bisa jadi sih, emang lo belum pernah liat kak Vio sebelum ini? "
" pernah"
" dimana? jadi bener dong mereka saling kenal? "
" Di London.. " Menjawab acuh sambil memasukkan kentang goreng kedalam mulut.
" Kamprett " Mendapat tepukan di bahu " Maksud gue, siapa tau lo dulu pernah liat Kak Vio temenan sama abang lo atau apa gitu "
Kayla tampak berfikir, berusaha mengingat ingat wajah gadis gadis yang pernah dekat dengan abang nya. Nihil. Abang nya itu memang selalu di gandrungi gadis gadis kaya dan cantik, membuat Kayla sampai lupa saking banyak nya wanita yang pernah mendekati abang nya. Tapi wajah Viona memang tampak tak asing bagi Kayla, tapi dimana Kayla pernah melihat Viona sebelum nya ya?
Demi untuk memutus rasa penasaran nya, Kayla menghubungi Rayhan dan minta untuk di ceritakan semua tentang Viona.
" Viona itu sepupu aku.." ucap Rayhan yang sudah bersama dengan Kayla dan Lisa di kantin. Tadi Rayhan sedang ada latihan basket di samping gedung, tapi karena paksaan Kayla sekarang dia ada dikantin untuk menceritakan tentang kehidupan sepupu nya. Jadi cerita nya, dia meninggalkan latihan basket nya demi untuk ikut bergosip dengan pacar dan sahabat nya.
" Kampreet.. gue juga tau kak Vio itu sepupu lo kak " cela Lisa kemudian mendapat tatapan tajam dari sahabat nya.
" lo main nyamber aja, gue baru pembukaan juga " Dengus Rayhan sambil menyeruput jus nya, percayalah setelah main basket, dan lari lari ke kantin membuat pria itu sedikit ngos ngosan juga.
" pelan pelan kak, pasti capek ya? maaf ya ngerepotin nyuruh kakak kesini " Kayla mengelap wajah Rayhan yang berkeringat dengan tisyu, Lisa berdecak kesal melihat adegan mesra yang tiba tiba dia saksikan.
" udah deh, gausah drama. lanjutin kak cerita nya, kepo nih hahaha " Membuyarkan nuansa romantis yang tadi sudah tercipta.
__ADS_1
" Vio itu emang sepupu gue, tapi dia tinggal di panti asuhan. dulu pas kecil orang tua nya meninggal, dan perusahaan papa nya di ambil alih sama saudara mama nya. ya gue kurang tau sih cerita pasti nya gimana, papa gue baru nemuin dia pas udah kuliah di kampus A pake beasiswa . papa gue yang urus kuliah dia di London untuk S2 nya, tapi sekarang balik ke Indo.
Awal nya papa gue ajak dia tinggal dirumah, tapi dia nolak. Jadi sekarang tinggal di apartemen sih " Jelas Rayhan panjang lebar, sambil sesekali menyeruput minuman nya menghilangkan dahaga.
Kayla dan Lisa hanya manggut manggut sambil menyimak cerita Rayhan, sesekali Kayla akan mengelap keringat yang masih mengalir disisi wajah Rayhan.
sejak tadi mereka tidak menyadari bahwa mereka sudah menjadi pusat perhatian kampus ini, beberapa orang mulai bergunjing di pojokan sana. Tapi tidak ada yang berani untuk menyindir secara terang terangan, hanya Lisa yang kesadaran otak nya masih normal lah yang menyadari tatapan sinis para penghuni kantin ini pada mereka.
" terus kak Viona ada mantan nggak, atau pernah deket sama siapa gitu? " Tanya Kayla dengan penasaran, Rayhan menoleh merasa heran kenapa tiba tiba pacar nya jadi ingin tahu kehidupan Viona.
" kenapa tiba tiba nanya soal Viona hm? " bertanya sambil menatap mata Kayla, yang di tatap tiba tiba merasa gugup. Memang insting tubuh nya selalu bereaksi berlebihan saat Rayhan memperlakukan nya dengan hangat, walau hanya dengan tatapan mata.
" emm, nggak kak. aku pengen kenal kak Vio lebih dalem aja hehe "
" Jangan nakal! " uyel uyel hidung sambil tersenyum gemas melihat wajah kemerahan Kayla.
" Kalo soal mantan sih kurang tau ya, tapi waktu di London gue pernah liat pas foto kecil dia sama cowok..."
" Hah? yang bener, muka nya gimana? mirip bang Ian nggak? " Sambar Lisa dengan semangat, merasa telah menemukan satu rahasia besar.
* * * * * * * *
Sementara di tempat lain, Ian sedang mengejar gadis yang tadi di temui nya. Ntah kemana pergi nya gadis itu.
Ian mengumpat kesal sambil menendang ban mobil nya di area parkir, meluapkan kekesalan nya tidak berhasil mengejar Viona.
Ian masuk kedalam mobil ingin segera pergi mencari Viona, pikiran nya membawa dia menuju sebuah tempat yang masih jelas dalam ingatan nya.
Baru menghidupkan mesin mobil, pintu samping kemudi dibuka oleh seseorang. Dan seorang gadis menyelinap begitu saja masuk kedalam mobil nya.
" Kenapa cari aku? " Tanya gadis itu, sedangkan Ian masih terpaku tidak percayadi tempat duduk nya, gadis yang selama ini dia rindu kan kehadiran nya kini tepat disamping nya. Gadis yang selama 2 tahun ini coba dia lupakan tapi pada kenyataan rasa nya malah semakin salam.
__ADS_1
" Vio... " Lirih Ian sambil menatap lekat wajah Viona.
Viona mengamati penampilan Ian, sungguh orang yang sama tapi dengan kehidupan yang berbeda pikir nya.
Ian yang dia kenal dulu, adalah seorang pria aktivis kampus dengan penampilan ala kadar nya.
sehari hari nya hanya memakai T-Shirt polos dan celana Cargo yang juga warna nya itu itu saja.
Hahaha, Ian si anak pedagang punya adik Kayla Natasha. Siapa yang bakal percaya bualan itu?
" Denger Ian, aku nggak tau apa yang terjadi sama kamu 2 tahun yang lalu. Tapi yang jelas, aku udah lupain semua cerita yang pernah terjadi dimasalalu. Hari ini kita ketemu, anggap aja kita nggak pernah saling mengenal sebelum nya, dan aku mohon jangan pernah lagi kamu cari aku. Karena Viona 2 tahun lalu kamu kenal, dia udah mati. Viona yang kamu liat hari ini, anggap aja mereka cuma mirip.
Oh ya, sekalian aku mau bilang terimakasih, terimakasih nggak dateng malam itu dan nggak pernah kembali sampai sekarang...." Menjeda sebentar. lalu menarik nafas, Ian masih menunduk sambil terdiam.
Air mata sudah menggenang di pelupuk nya, Viona mengalihkan pandangan melihat langit langit mobil mencegah agar air mata itu tidak tumpah dihadapan Ian..
" kalau begitu saya permisi, Tuan Adrian Wijaya yang terhormat. Maaf telah mengganggu waktu anda yang berharga " Ucapan Viona membuat Ian menatap tak percaya.
Ian dapat melihat kebencian yang sangat mendalam di mata Viona. Dan kalimat terakhir yang di ucapkan Viona menjadi bukti bahwa mereka sudah menjadi asing satu sama lain.
Viona berbalik, mendorong pintu hendak keluar. Tapi tertahan dengan tangan yang melingkar di bahu, dan kepala Ian yang juga sudah bersandar di bahu nya.
" Maaf Viona.. Maafin aku.. " Viona melirik Ian, mata nya terpejam dengan wajah memerah dan dahi yang mengernyit.
" Maaf malam itu aku nggak dateng... Ada alasan untuk semua itu, tapi aku aku nggak akan buat pembelaan atas apa yang aku lakuin dulu. Vio.. aku kangen, Kangen senyuman kamu, perhatian, cemburu dan semua waktu kamu. Viona, aku... "
Ian terdiam, menyembunyikan wajahnya di punggung Viona. sepertinya dia menangis, Viona bisa merasakan bahu nya sedikit bergetar dan baju nya terasa lembab karena Ian
Epilog
" Masalalu itu bukan untuk di kenang atau di lupain, tapi untuk di jadiin pelajaran gimana kita menjalani kehidupan sekarang biar kejadian buruk dimasalalu nggak terulang.
__ADS_1
Masalalu bukan untuk dilupakan, tapi untuk diikhlaskan.
Aku harap kalo mungkin nanti kita ketemu, tolong kamu anggap nggak pernah kenal aku. terimakasih! "