Kampus Love Story

Kampus Love Story
F. A. L. (4)


__ADS_3

"Maaf" Lirih suara itu terdengar, membuat Kayla langsung mengenali si pemilik suara.


"Kakak kenapa bisa disini?" Tanya Kayla, menoleh saat Rayhan menjatuhkan kepala di bahu nya.


"Kamu yang kenapa?! Kamu itu habis kecelakaan kenapa malah ke pantai? Bodoh! "


Teriakan Rayhan mengundang perhatian banyak orang, beberapa anak kecil yang bermain pasir di dekat mereka menoleh heran. Kayla menunduk malu, mendadak jadi pusat perhatian karena teriakan Rayhan.


Sedangkan si pembuat keributan, malah balik menatap tajam orang orang yang memperhatikan mereka. Merasa tidak ada yang salah sama sekali dari perbuatan nya tadi.


"Ikut Aku!" Menarik tangan Kayla, gadis itu memberontak sedikit. Masih tersisa kekesalan dihatinya mengingat masalah di parkiran beberapa jam lalu.


"Mau kemana sih? Aku nggak mau ikut, ngapain juga kakak kesini. Kakak kan sibuk!" Kayla masih berusaha melepas cengkraman tangan Rayhan.


Pria itu menoleh, menatap nya tajam dan mempererat genggaman tangan nya. Membuat Kayla bergidik takut. Pasrah mengikuti kemana Rayhan membawanya.


"Kak... Mau kemana? Aku masih pengen disini tau, kalo mau pergi. Kakak aja sana yang pergi!" Masih berusaha memberontak dengan sisa keberanian yang ada.


"Kamu mau ikut baik baik atau aku gendong?" Tanya Rayhan sambil tersenyum lebar, tangan nya bersiap menangkap pundak gadis itu.


"Iya iya, Kayla nurut... Aaaaa, kak Ray turunin!"


Kayla berteriak saat Rayhan mengangkat tubuh nya tanpa persetujuan. Gadis itu memukul punggung Rayhan agar diturunkan. Percuma! tenaga Rayhan jauh lebih kuat dan melawan akan sia sia belaka.


"Kaaak Raaaayy! Turunin aku!" Berteriak lagi saat orang orang menertawainya.


" Diem, kamu mau kita jatoh bareng hah?" Belum selesai Rayhan dengan bicara nya, dia sudah jatuh tersungkur saat tidak sengaja menginjak ranting pohon. Dan Kayla yang tadi dalam dekapan nya, tak urung jatuh juga dan meringis kesakitan.


"Ini semua salah kamu tau, kalo diem nggak bakal jatoh gini!" Lagi lagi berteriak kesal, tidak menyadari suara nya sejak tadi mengundang perhatian banyak orang.


"Kenapa jadi salah aku? Lagian siapa suruh gendong aku segala, pake acara di jatohin lagi!" Tak kalah berteriak, menyuarakan kekesalan nya pada Rayhan.


"Ya salah kamu, punya badan berat banget. Makanya diet dong, jangan makan aja di banyakin!"


Kampreeett!! kemaren dikatain jelek dan gak enak diliat, sekarang dikatain gemuk! Emang kampret lo Rayhan!


"Udah ya, kalo kesini cuma buat marah marah sama aku mending kakak pergi aja deh! Aku lagi pengen sendiri!" Lirih Kayla sambil berdiri, dan meninggalkan Rayhan yang masih mencerna ucapan nya.


"Kay!" Menarik tangan gadis itu. "Kamu mau kemana?! Aku kesini jauh jauh malah kamu tinggalin" Mulai merengek manja, hal ini yang paling Kayla takuti.


"Lagian aku nggak suruh kakak kesini! Buat apa jauh jauh kesini kalo cuma marah? Lebih baik kak Ray pulang." Menghempas tangan Rayhan yang ingin meraih nya.


"Maaf." Kali ini bukan nada ketus atau rengekan manja yang terdengar, Rayhan sedang serius saat ini. "Maaf aku bikin kamu sedih, karena aku kamu hampir celaka. Maaf Kayla." Rayhan menunduk dalam, menyadari letak kesalahan nya.


* * * * * * * *


"Kamu inget tempat ini kan?" Tanya Rayhan, mata nya berbinar memandang danau yang hampir kering tak terurus.


"Aku suka tempat ini, kamu tau kenapa?" Bertanya, menoleh Kayla sekilas lalu memandang danau di kejauhan lagi.


Kayla menggeleng sambil menjawab. " Mungkin karena tempat ini bikin suasana hati jadi tenang?"


Rayhan tersenyum, meraih tangan Kayla. Lalu menyelipkan jari nya diantara jari jari mungil Kayla.


"Salah!" Kayla mengernyit mendengar jawaban Rayhan. Bukan kah itu alasan yang dia bilang dulu, saat pertama kali mengajak Kayla ketempat ini.


"Terus kenapa?" Kayla bertanya sambil menatap Rayhan heran.


"Karena, di tempat ini aku bisa jadi diri sendiri. Disini aku nggak perlu sok jaga image kaya di depan orang orang. Kalau aku sedih, atau bahkan nangis. Nggak ada yang bisa ganggu aku disini, dari tempat ini aku belajar banyak hal.. " Rayhan melepaskan genggaman tangan nya, mengambil sesuatu di dalam kotak yang terletak di sudut rumah pohon ini.


"Aku mau, kita buat janji di kertas ini." Menyodorkan secarik kertas pada Kayla, gadis itu mengernyit heran.


"Janji apa?" Tanya nya sambil melihat lemaran kertas itu, nampak nya sudah usang dan berdebu.


"Ini tuh dairy aku pas masih sekolah dulu tau. Aku suka curhat kalo lagi jenuh dan banyak pikiran, dan karena nggak ada yang bisa aku ajak bicara jadi nulis di kertas ini. Tapi sekarang karena udah ada kamu, ya aku nggak perlu capek capek nulis, haha." Rayhan mulai menulis sesuatu di kertas, sedangkan Kayla hanya menatap air danau yang kehijauan.


Pikiran nya menerawang jauh kedepan, apa yang akan terjadi setelah ini. Harus kah hari ini berlalu begitu saja?.


"Emang kalau udah ada aku kenapa kak?" Tanya nya setelah lama bungkam.

__ADS_1


"Yaa, aku curhat nya sama kamu lah." Menoleh sekilas lalu sibuk dengan tulisan nya lagi.


"Enak aja, aku males tau kalo denger kakak ngoceh. Apalagi kalo ngomong nya pake nada 5 oktaf." Mencela sambil mendorong bahu Rayhan, pria itu berdecak sebal. Pasal nya tulisan nya jadi tercoret.


Rayhan tidak ambil pusing dengan ucapan Kayla, dia lebih memilih melanjutkan kegiatan menulis nya.


"Ini udah selesai, coba kamu baca." Memberikan kertas yang sudah penuh dengan tulisan.


------------------------------------------------------------------------


***Mulai hari ini, gue janji akan menjalani hidup dengan baik dan bahagia.


Setia sama pacar gue, Kayla. Dan suatu hari, akan melamar pacar gue di tempat ini!.


ttd


R.W***


-----------------------------------------------------------------------


Cuma ini? Hampir setengah jam, dan tulisan cuma segini? Gue kira ngukir relief candi!


"Ini cuma segini yang kakak tulis dari tadi?" Kayla mengungkapkan keheranan nya, sedangkan Rayhan hanya tersenyum.


"Iya." Jawab nya sambil mengangguk. " Kan nulis nya juga harus mikir dulu, kan ungkapan hati."


"Sekarang giliran kamu yang tulis cepet. Aku nggak suka nunggu ya." Menyodorkan bullpen pada Kayla.


"Is. Nggak sadar apa siapa yang lama?" Berdecak sebal, lalu meraih kertas.


Kayla mulai menuliskan kata demi kata di kertasnya. Sedangkan Rayhan, berusaha mencuri fokus gadis itu dengan memainkan rambut panjang nya.


"Is kak! Katanya nggak mau nunggu, tapi aku nya di gangguin terus." Kayla menjauhkan kepalanya agar tangan Rayhan tak mampu menjangkau rambut nya.


Tidak butuh waktu lebih dari tiga menit untuk gadis itu menyelesaikan kalimat nya, segera dia memberikan kertas nya pada Rayhan. Pria itu mengernyit saat melihat tulisan Kayla yang hanya beberapa deretan kata.


------------------------------------------------------------------------


------------------------------------------------------------------------


Satu kalimat berjumlah dengan dua belas susunan kata berhasil membuat Rayhan berfikir dalam, apa yang ingin di sampaikan Kayla melalui kalimat ini. Mengapa kalimat ini mempunyai arti yang begitu mendalam dan syarat akan makna.


"Kamu cuma tulis ini buat aku?" Tanya Rayhan kemudian, setelah mendalami arti kalimat pendek itu.


"Iya. Itu janji bukan buat kakak kok." Jawab Kayla santai sambil tersenyum hambar.


"Terus janji buat siapa? Ini kan kamu tulis buat aku?." Tanya Rayhan bingung, kenapa kata kata gadis itu selalu syarat makna menurutnya.


"Itu janji untuk diri aku sendiri kak. Karena aku ataupu kakak, kita nggak ada yang tau apa yang akan terjadi kedepan nya nanti. Entah Tuhan akan menakdirkan kita untuk selalu bareng atau nggak, tapi Kayla tetap mencintai kakak.


Walaupun suatu hari nanti, kak Ray berpaling ke hati lain, aku akan tetap mencintai kakak. Nggak akan ada orang yang bisa buat Kayla mengingkari janji, bahkan kak Rayhan sekalipun."


Kayla tersenyum sambil mengacak rambut hitam Rayhan, Pria itu tersenyum tapi heran dengan ungkapan panjang lebar Kayla.


"Tapi aku bisa cabut janji itu, kalo suatu hari kakak sendiri yang minta."


Rayhan memeluk gadis nya saat itu juga, memeluknya seerat yang dia bisa. Membuang semua pikiran buruk yang bersarang di kepala Rayhan, dan perasaan nya yang sejak tadi pagi merasakan ada sesuatu yang aneh dengan gadis ini.


"Kamu bisa janji satu hal lagi untuk diri kamu sendiri Kay?." Tanya Rayhan masih memeluknya, sesekali mengusap rambut Kayla.


" Apa? " Tanya Kayla, mendongak mencari wajah Rayhan, langsung disambut dengan sebuah kecupan di kening dari pria itu.


"Bisa kamu janji sama diri kamu sendiri. Kamu nggak akan pernah tinggalin aku?."


Maaf kak Ray, untuk yang ini Kayla nggak bisa janji.


Kayla hanya diam, lebih mengeratkan pelukannya pada Rayhan.


"Kakak juga mau janji nggak sama aku?" Tanya Kayla sambil menggerakkan badan, ingin lepas dari pelukan Rayhan. Tapi pria itu menolak dengan memeluknya lebih erat.

__ADS_1


"Apa? Aku janji kalo kamu mau aku peluk sampe aku tidur nanti." Tanya Rayhan sambil melepas pelukan nya, lalu tersenyum nakal.


"Iss apa sih, peluk peluk terus." Kayla menyikut lengan Rayhan, tapi pria itu seolah tidak merasakan apapun.


"Iya, aku takut besok besok nggak bisa peluk kamu lagi hahaha" Rayhan tertawa sambil mencubit gemas hidung kesayangan nya.


"Yaudah, kamu mau aku janji apa?." Tanya nya kemudian, melepaskan cubitan nya saat melihat wajah Kayla berubah masam.


"Aku mau kak Ray janji, untuk bisa nepatin janji kakak sendiri. Kakak harus bisa hidup dengan baik dan bahagia yah."


"Udah. Gak usah bahas janji janji terus, sini aku peluk." Menarik tubuh Kayla agar kembali mendekat padanya.


Hampir setengah jam Rayhan memeluk nya, Kayla menghitung sendiri dengan melihat perputaran waktu di jam tangan nya. Gadis itu terus berdebar menahan gelisah, berharap waktu berhenti. Dia tak ingin malam merenggut Rayhan darinya.


"Kak udah meluk nya ya, aku pegel nih kakak berat tau." Keluh Kayla sambil melepas pelukan Rayhan.


Tidak menurut begitu saja, pria itu malah menjatuhkan kepala nya di pangkuan Kayla. Sambil tersenyum penuh kemenangan Rayhan memejamkan matanya.


"Kalo nggak boleh peluk, aku mau tidur aja ya. Aku ngantuk." Memang sejak tadi pagi Rayhan belum sempat beristirahat. Jam kuliah, rapat,dan menyusul Kayla di pantai sungguh menguras tenaga nya. Ditambah, sampai saat ini dia belum mengisi suplay tenaga dengan makanan sedikit pun.


"Aku sayang kamu Kayla.." Ucap nya tanpa membuka mata. Kayla terkesiap mendengar kalimat itu. Akankah kalimat ini masih bisa dia dengar suatu hari nanti?.


Kayla mengusap usap rambut Rayhan sambil menatap wajah itu, sungguh wajah tampan Rayhan terlihat damai saat terlelap.


Alis tebal nya nampak tajam, bulu mata lentiknya pu menyiratkan ketegasan.


Rayhan terkejut saat setetes air menjatuhi pipi nya, namun lebih terkejut saat dia membuka mata malah di sambut kecupan singkat di pipinya oleh Kayla.


"Tidur aja kak, aku nggak kemana mana." Ucap gadis itu sambil menutup mata Rayhan dengan tangan nya.


Cukup lama Kayla memandangi wajah damai Rayhan yang sudah terlelap, hingga getaran ponsel nya menyadarkan lamunan Kayla.


"Halo?!" Bisik nya dengan pelan agar tak mengganggu tidur nyenyak Rayhan di pangkuan nya.


" Tuan meminta anda segera pulang nona, semua nya sudah siap. Keberangkatan anda 1 jam lagi"


" baik, aku segera pulang." Pungkas Kayla, segera mematikan sambungan telfon.


Tetesan demi tetesan air mata sudah membasahi pipi nya, cepat gadis itu mengusap. Agar tidak jatuh di wajah Rayhan lagi.


" Maafin Kayla kak. Aku tahu mungkin setelah ini kakak benci sama aku. Tapi aku nggak punya pilihan lain. Ini semua untuk kebahagiaan bang Ian. Dan bagiku, kebahagiaan bang Ian jauh lebih penting dari hidupku. "


Kayla menjatuhkan kepala Rayhan dari pangkuan nya dengan hati hati agar tak membangungkan pria itu.


" Selamat tinggal kak, Aku mencintai kak Rayhan." Kayla melepaskan sebuah kalung yang melingkar di lehernya. Kalung dengan liontin huruf R&K pemberian Rayhan beberapa minggu lalu, lalu menyelipkan dalam genggaman tangan Rayhan.


Sebelum pergi, Kayla mencium semua bagian wajah pria itu. Berharap semua ini hanya mimpi buruk yang akan dijalani nya dan Rayhan.


Cup. kecupan singkat di bibir sebanyak tiga kali. Kayla berharap dirinya lah yang terakhir menyentuh bibir indah itu. Tidak ada orang lain lagi yang menyentuhnya setelah dia pergi nanti.


Begitulah akhirnya, Kayla beranjak perlahan. Sambil terisak penuh haru, gadis itu turun dari rumah pohon dan berlari secepat mungkin meninggalkan danau tersebut.


Meninggalkan Rayhan sendirian, dengan semua kenyataan pahit yang akan di terima pria yang tengah tertidur pulas itu.


Mungkin setelah bangun dan medapati kenyataan akan membuat Rayhan kembali hancur, atau mungkin lebih hancur dari sebelum nya.


Kayla meninggalkan Rayhan dengan sejuta kenangan manis dan janji yang sudah teringkari sebelum terpatri.


Meninggalkan Rayhan yang akan sendirian lagi dalam menjalani kehidupan.


Meninggalkan Rayhan dengan segala angan yang tinggi menjulang, namun pada dasarnya hanya membuat jatuh kedasar jurang.


Entah apa yang akan terjadi pada laki laki itu saat terbangun dan menghadapi kenyataan.


Entah lah, karena semua adalah drama Tuhan!


 


\-\-\-\-\-@@@@**TAMAT**@@@@\-\-\-\-\-

__ADS_1


 


__ADS_2