
mobil dengan cepat melaju meninggalkan kawasan universitas memecah keramaian jalan, 15 menit perjalanan hanya deru mesin mobil yang terdengar. tidak ada percakapan yang terjadi antara Kayla dan Rayhan selain tadi menanyakan alamat rumah setelah itu tak ada lagi percakapan.
Kayla yang merasa bosan karena dari tadi hanya diam, lebih memilih untuk tidur saja. karena dari tadi pagi ia belum sempat istirahat bahkan makan siang pun belum karena mengikuti berbagai acara di kampus, di tambah lagi dengan beberapa tugas dari senior di organisasinya.
Rayhan sudah memarkirkan mobil nya di depan gerbang utama rumah Kayla, sebuah gedung yang lebih mirip dengan istana kepresidenan, dengan bangunan cat warna putih di padu dengan warna emas.
terdapat puluhan pengawal di setiap sudut rumah, di depan gerbang saja di tugas kan 2 orang di setiap sisi nya. di tambah satpam yang menjaga post, tak lupa dengan kamera CCTV bertebaran dimana mana.
lebih mirip istana presiden dibanding rumah gumam Rayhan sambil menyapu sekeliling dengan matanya.
Rayhan menoleh ke arah Kayla yang tertidur pulas di samping nya, ia jadi tak tega untuk membangunkan gadis itu. 5 menit berlalu Rayhan masih terdiam sambil menatap wajah Kayla yang damai.
sebuah senyum muncul di garis bibir nya sambil menatap lekat Kayla, entah getaran aneh macam apa yang menyerang jantung nya saat ini.
nggak mungkin gue semuda ini kena serangan jantung kan?! gumam Rayhan sambil senyum senyum sendiri.
__ADS_1
"Kayla bangun, udah sampai" Rayhan sedikit mengguncang baru Kayla.
perlahan Kayla membuka matanya, dan mengerjap ngerjap untuk menyesuaikan cahaya yang mengenai matanya.
"maaf kak, aku ketiduran ya? " tanya Kayla saat menyadari sudah ada di depan gerbang rumah nya.
"iya nggak papa, lo kecapean banget ya? gue suka penampilan lo tadi" ujar Rayhan sambil tersenyum tulus.
melihat senyuman itu entah mengapa wajah Kayla langsung memanas, kenapa ya dengan dirinya, jantung nya berdetak 2 kali lebih cepat dari biasa nya.
Rayhan menyalakan kembali mesin mobil nya saat gerbang terbuka secara otomatis, ternyata jarak antar gerbang utama dan rumah lumayan jauh sekitar 500 meter, astaga ini halaman rumah apa lapangan bola? pikir Rayhan sambil mengamati sekeliling.
Rayhan juga sebenarnya anak orang kaya, rumah nya juga terdapat di kawasan elit, tapi tetap saja saat melihat rumah Kayla seperti nya ini lebih mirip Istana atau bahkan gedung karena besar nya lebih mirip dengan bangunan mall.
setelah turun dari mobil beberapa pelayan langsung menyambut kedatangan Kayla dan mengambil alih tas yang di pegang Kayla.
__ADS_1
tak lama Rayhan ikut turun dari mobil, dan pak Hasan selaku kepala pelayan menatap aneh pada Rayhan, pasal nya ini kali pertama bagi Kayla mengajak teman nya pulang kerumah. terlebih lagi ini adalah seorang laki laki.
"ini teman Kayla pak, namanya kak Rayhan. tolong di ajak ke ruang makan dulu, Kayla mau mandi sekalian ganti baju" ucap kayla memperkenalkan Rayhan, lalu mendapat anggukan dari pak hasan.
pak hasan memperkenalkan diri nya dan menundukkan kepala pada Rayhan.
"selamat datang tuan, saya adalah kepala pelayan dirumah ini" Hasan memperkenalkan diri.
"saya Rayhan pak" jawab Rayhan sambil membalas senyuman Hasan.
"kak Ray tunggu disini dulu, Kayla mau ganti baju sekalian mandi" Kayla melenggang menuju kamarnya setelah mendapat anggukan dari Rayhan, diikuti oleh beberapa pelayan wanita yang akan membantu Kayla mandi dan berganti pakaian.
sedangkan Rayhan diarahkan menuju ruang makan oleh pak Hasan selalu kepala pelayan, tak lupa ia menarik kursi untuk diduduki Rayhan.
tak lama beberapa pelayan memasuki ruang makan membawa makanan untuk persiapan makan malam, sebenarnya tadi Rayhan ingin langsung pamit tapi ragu karena Kayla sudah menawarkan untuk mampir dulu.
__ADS_1
setelah hampir 45 menit akhirnya Kayla turun kebawah dan menyusul ke ruang makan, melihat kedatangan Kayla. Rayhan merasa lega karena dari tadi canggung tak ada yang bisa di ajak bicara diruangan ini, dan sial nya ponsel Rayhan juga ketinggalan di mobil.