
Kayla dan Lisa sedang sibuk di kantin setelah tadi berkutat dengan ujian mendadak dari dosen ekonomi pembangunan, dengan soal soal yang membuat isi kepala hampir mendidih, itu sih buat Lisa ya tentu nya hahaha.
" Gue sih cuma sedikit pusing yang pas jawab soal tentang ekonomi mikro yang secara tidak langsung menjadi faktor utama dalam pertumbuhan ekonomi Kay, sumpah mumet otak gue " melahap kentang goreng sambil mengingat ingat jawaban nya tadi.
" Oh yang itu, kalo gue sih jawaban nya tadi tentang inovasi kaum milenial gitu yang memanfaatkan tekhnologi sama sosial media. panjang deh tadi tu hahaha "
Tengah asik berbincang, kedua nya di kagetkan dengan kedatangan Viona yang langsung duduk di samping Lisa sambil tersenyum cerah. Entah apa yang membuat nya ceria, tapi itu tergambar jelas dari raut wajah nya.
" Hay, boleh gabung kan? " Tanya nya kemudian, padahal sudah duduk tapi baru minta izin.
" Hay kak Vio, darimana aja? baru keliatan " Kayla tersenyum sambil menatap wajah ceria Viona.
Sedangkan Lisa, gadis itu sedikit merasa terganggu dengan keberadaan Viona. Mengingat kedekatan nya dengan Candra beberapa hari lalu, membuat Lisa mempunyai sedikit dendam dihatinya.
" Iya nih, gue abis ngurus kepindahan jadi bolak balik keruang kajur haha, sekalian ngajuin beasiswa sih"
" Waah, kak Vio pasti pinter banget ya. Gue pengen dong kapan kapan di ajarin kak " Akhir nya Lisa luluh saking terkejut mendengar ucapan Viona.
" Hahaha, biasa aja kok Lisa. kapan kapan ya kita belajar bareng, gue bukan nya pinter. Tapi gue udah lebih dulu belajar dari kalian " Ucap nya sambil menoleh pada Lisa yang baru membuka suara.
Masih sibuk berbincang, Kayla tanpa sengaja melihat Praya dan rombongan nya yang duduk di salah satu meja tak jauh dari mereka. Terlihat jelas dari tadi Praya seperti memperhatikan pembicaraan mereka, gadis itu memang tidak lagi mengganggu Kayla secara terang terangan. Namun dari sorot mata nya, Kayla bisa melihat masih tersimpan dendam dan kebencian yang mendalam.
Tapi Kayla tetap membiarkan, selama Praya tidak mencari masalah dengan nya. Maka dia juga tidak akan mengganggu Praya dan kehidupan nya, lagipula setelah apa yang Kayla lakukan tempo hari lalu dia yakin Praya tidak akan memiliki keberanian lagi untuk membuat masalah padanya.
Ponsel milik Kayla berbunyi, segera saja gadis itu mengalihkan pandangan nya daei Praya dan meraih ponsel nya didalam tas
My abg
__ADS_1
"Halo, kenapa bang? tumben nelfon jam segini? " Tanya Kayla setelah tersambung
" Abang kangen, kamu dimana? Abang di parkiran kampus kamu sekarang "
" Aku lagi di kantin bang, sama Lisa sama kak Vio " sambil melirik dua orang yang duduk di depan nya.
" Vio? " Ian fokus pada nama Vio yang barusaja diucapkan adiknya.
" Iya kak Vio, temen baru hehe. Abang kesini aja kenalan ya, cantik loh orang nya " Mendengar ucapan Kayla, gadis bernama Vio itu hanya tersenyum lalu menyikut lengan nya.
" Yaudah tunggu di kantin, Abang mau ajak kamu lunch di luar "
Setelah menutup telfon, Kayla kembali fokus mengobrol dengan Lisa dan Viona. Ketiga nya heboh tertawa sambil membahas deretan drama Korea yang akan segera release dalam waktu dekat ini.
Terlihat Ian di pintu utama kantin sedang celingukan mencari adiknya, karena ini jam makan siang membuat kantin ini benar benar penuh dengan lalu lalang para mahasiswa yang mengantri untuk mendapatkan meja makan.
" Bang Ian!! " Teriak Kayla sambil melambaikan tangan, sontak Ian langsung berjalan kearah adik nya.
Mendengar nama itu, membuat Viona sedikit terhenyak. Nama itu sungguh mengingatkan pada seseorang dari masalalu nya, tapi pikiran itu langsung ia tepis. Nama Ian kan bukan hanya satu, bisa jadi beda orang. Begitu Viona berusaha tetap positive thinking.
Terdengar langkah kaki seseorang mendekat dibelakang mereka, Lisa yang sudah mengenal Ian tentu saja sudah tidak penasaran hingga gadis itu tidak menoleh kebelakang.
Sedangkan Viona, entah mengapa jantung nya berdetak kencang tak terkendali setelah mendengar nama Ian diucapkan Kayla tadi.
" Kalian sedang apa? " Suara seseorang di belakang Lisa dan Viona.
Degg!!
__ADS_1
Suara ini?!!
Viona membeku di kursi nya tak sanggup menoleh, suara yang baru saja dia dengar. Sungguh, Viona sangat mengenali suara itu.
"Abaaang.. " Kayla berdiri dan menghampiri abang nya " Kayla kangeeen" manja nya sambil bergelayut di lengan Ian. lagak nya sudah seperti bertahun tahun tidak bertemu, tapi saat bersama selalu berdebat.
Ian tersenyum sambil geleng geleng kepala melihat tingkah manja adik nya, semakin bertambah umur nya semakin bertambah pula sikap manja nya.
" Hey Kayla!! Jangan lebay, gak malu diliatin? udah duduk sini. Abang lo laper kali, butuh makan bukan pelukan " Celetuk Lisa sambil melirik Kayla dan Ian dibelakang nya.
Kayla menarik tangan Abang nya duduk di hadapan Lisa dan Viona. Gadis itu langsung menunduk tak sanggup menatap jika benar laki laki dihadapannya ini adalah orang yang sama.
" Bang, ini kak Viona " menunjuk Viona yang sedang menunduk " Dia sepupu kak Ray.. "
Spontan Ian menoleh pada gadis yang sedang tertunduk di hadapan nya, memang sejak tadi Ian tidak terlalu memperhatikan gadis itu, dia hanya fokus pada kemanjaan adik nya.
" Dan kak Vio, ini abang aku. Nama nya Adrian Wijaya " Kayla menepuk pundak Viona karena gadis itu masih saja tertunduk.
Perlahan namun pasti Viona mengangkat kepala nya, tatapan mata nya langsung bertemu dengan Ian yang memang sejak tadi sedang menatapnya.
Viona?!
Ian?!
Sama refleks berdiri sambil membelalakkan mata tak percaya.
" Kenapa? Kalian udah saling kenal ya? " Tanya Kayla yang heran melihat reaksi kedua nya.
__ADS_1
" Waahh. jangan jangan mantan nih hahaha " Lisa memperkeruh suasana yang sejak tadi memang tegang, Ian langsung buang muka setelah mendapat kesadaran nya kembali.
" Kamu! " Bentak Viona sambil menatap Ian sinis, gadis itu langsung memberesi barang barang nya dan berlari meninggalkan Kayla dan Lisa yang kebingungan serta Ian yang masih terdiam sambil menatap lekat gadis yang tengah berlari itu