
"King ,Queen..!!" seru Umay tiba-tiba.
Harraz dan Bia tak menghiraukan panggilan Umay,mereka melangkah dan membungkukkan tubuhnya tanda hormat pada para Yai yang ada disana,mereka pun menyalami tangan para Yai dan Bu Nyai yang sudah ada di sana dan meminta ijin untuk undur diri.
Kini Harraz dan Bia ada di kamar mereka dan membersihkan diri mereka serta mempersiapkan diri untuk sholat magrib bersama di Masjid.
Bia sudah bersama Ustadzah Jihan dan Wati yang selalu mengikuti Ning nya itu.
Mereka melakukan sholat magrib berjamaah dan melakukan jamuan makan malam sebelum acara dimulai sehabis ba'da Isya.
"Ning Bia nggak apa-apa kan?"bisik Wati yang ada di samping Bia.
"Nggak, cuma sedikit gugup saja."jawab Bia dengan berusaha untuk santai.
Bia mengedarkan pandangannya dan melihat sang suami yang kebetulan terlihat menatapnya,Harraz memberikan isyarat untuk Bia tenang.Bia pun menjawab dengan isyarat juga.
Interaksi keduanya tentu si lihat Ning Laila dan juga ustadzah Hilya.Mereka berdua pastinya merasa kesal dengan interaksi suami istri itu.Padahal sebatas orang memandang mereka hanya melakukan komunikasi lewat isyarat namun,dua orang yang sejatinya tak menyukai hubungan ke duanya di buat kebakaran jenggot.
"Acara kapan di mulai sih?"tanya Bia lirih
__ADS_1
"Sebentar lagi ning,nah itu pembawa acara nya sudah mau matur."ucap ustadzah Jihan.
"Kamu sudah nyiapin kata-kata buat sambutan ndok' ?" tanya Bu nyai alias umi Kalsum yang duduk di samping Bia.
"Terus terang saja Bia nggak ada persiapan apa-apa umi..tapi, Insyaallah Bia coba buat sampai kan versi Bia.Nggak papa kan mi?"tanya Bia.
"Iya nggak apa-apa,sebisa kamu dan dengan versi kamu.Karena di sini kan para anak muda yang masih di bawah 19th."ucap Bu Nyai.
"Abia Kiradzki Mahardika sebagai perwakilan Pondok Pesantren AL'FURQON,untuk tempat dan waktunya kami persilahkan."ucap seorang pembawa acara tersebut.
Walaupun sedikit ragu Bia berusaha untuk tidak memalukan nama suaminya bahkan nama besar AL'FURQON.
"Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh.." ucapan salam terdengar dari mulut Bia dan terdengar suara jawaban yang terdengar begitu riuh.
Bia berusaha untuk bersikap tenang dan setidaknya dia tak memalukan pihak suaminya.
Bia pun menyebutkan nama satu-persatu orang-orang yang menurutnya sangat di hormati dari Kyai dan juga pejabat yang hadir di malam ini.
"Perkenalkan nama saya Abia Kiradzki Mahardika sekarang bisa di sebut saya bagian dari pesantren AL'FURQON karena suami saya tercinta adalah salah satu anak dari Romo Kyai Said Al'Gifari.Saya sebenarnya bingung kenapa saya di dawuh untuk berdiri di sini untuk menjadi wakil dari pihak Pesantren.Karena terus terang saya bukan santri,saya orang yang fakir ilmu agama nggak ada kehebatan saya yang bisa saya banggakan,saya pun ngaji masih banyak salahnya..tapi, Masyaallah dengan bimbingan suami saya Alhamdulillah membuat saya lebih semangat untuk terus belajar, Melihat acara yang di adakan saat ini itu tentang penyuluhan yang di lakukan kementrian kesehatan dan juga kementrian agama mengenai pernikahan dini,saya bingung mau mulai dari mana," ucap Bia dengan berbagai dehem guna mengusir rasa gugupnya.
__ADS_1
Sementara para orang yang hadir di acara itupun tertawa melihat tingkah Bia yang mungkin terlihat seperti bingung beneran.
"Yang saya tahu soal pernikahan dalam pandangan Islam adalah hal yang sakral dan itu seperti sebuah perjanjian langsung dengan Allah SWT dan di saksikan oleh para malaikat.Kenapa sih, pernikahan itu si sebut sakral,karena memang Allah pun sudah berfirman dalam Al-Qur'an."ucap Bia dan menerangkannya secara singkat.
Semua orang pun tidak menyangka jika Bia bisa menjabarkan surah yang membahas tentang pernikahan yang ada di dalam Al-Qur'an.
"Seorang laki-laki yang sudah mengucapkan ijab qobul di depan saksi dan saat itu dia sudah punya tanggung jawab besar atas yang di sebut dengan istri.Istri yang surga dan nerakanya sudah di limpahkan pada seorang bergelar suami.Namun,dalam undang-undang dan data yang di dapatkan dari BKKBN pernikahan yang di sebut ideal yaitu untuk wanita 19th.Kenapa kok 19th karena,kalian yang ingin memutuskan untuk menikah itu harus siap mental dan juga fisik.Sedangkan untuk laki-laki sebaiknya umur 25th..kenapa begitu, karena sebagai suami tentunya harus siap untuk banting tulang untuk menghidupi istrinya bahkan akan ada anak yang akan kalian hidup juga.Jadi,persiapkan lah dirimu dengan matang jangan sampai kalian menikah dengan mengandalkan kekayaan orang tua dan mertua,Malu lah...sedari kecil kita di di rawat di didik setelah kita punya istri atau punya suami masih ngerepotin orang tua.Itu namanya bocah nggak tau diri.Kita hidup harus realistis,jangan sampai bilang menikah karena berdasarkan cinta ,adalagi istilah "Daripada Zina mending nikah saja." itu memang benar dari pada zina nikah,tapi..kalian harus siap mental juga,istri kalian nggak butuh cinta,istri kalian butuh cuan buat beli susu anak sama pempers jadi,jadi perempuan harus berpikir realistis bukan sekedar lihat tampang,jatuh cinta lalu pacaran,yang namanya pacaran itu rugi..kalau pacaran belum tentu pacar kita jodoh kita ,kalau cuma sekedar jagain jodoh orang gimana,ngenes kan?!" Pacaran itu nggak menjamin kalian dapat orang yang ganteng,saya saja nggak pacaran dapet Gus Arraz yang gantengnya kayak bikin klepek-klepek.."ucap Bia dengan candaan yang dia lontarkan membuat tawa riuh terdengar di sana.
Apalagi nama Gus Arraz yang menjadi idola para santri dan ustadzah di sebut membuat makin heboh.Bia pun menyampaikan dengan kata-kata yang begitu santai dan sedikit menghibur.
"Umi nggak nyangka kamu begitu enjoy di sana."ucap Bu nyai saat Bia sudah selesai dengan sambutan nya.
"Maaf Umi Bia nggak sehebat yang kalian harapkan."ucap Bia dengan wajah tertunduk.
"Itu sudah lebih dari kata baik tapi, kata bagus yang umi mau kasih ke kamu ndok' "ucap Umi Kalsum dengan mengelus kepala menantunya.
Selesai dengan acara itupun Bia di minta mendekat pada suaminya dan menerima sebuah piagam penghargaan untuk kategori pasangan yang menjadi inspiratif.
Padahal bagi pasangan suami istri itu mereka menganggap semua berlebihan karena mereka melihat cover mereka saja bukan dari isinya. Darimana asalnya di bilang inspiratif, menurut mereka keserasian mereka yang terlihat sangat menginspirasi pasangan muda yang menikah tanpa pacaran.
__ADS_1
Bersambung