Karena CINTA Itu Ada

Karena CINTA Itu Ada
#Membimbing


__ADS_3

Harraz tak menyangka jika jiwa lain ada di dalam diri istrinya lalu,apakah selama ini dia hidup dengan Bia atau Safitri? sungguh memikirkan semua itu membuat kepala Harraz pusing.


Abi pun menerangkan bahwa Bia mengalami trauma di mana saat kecil Bia melalui proses hidup yang begitu miris.Menjadi korban bullying dari masa SD sampai di SMP sebelum dia pindah ke Jakarta.Semua perilaku Bia dianggap sebagai sikap normal layaknya anak yang masih labil atau akibat ejekan temannya yang selalu bilang jika Bia yang tidak punya ayah.Karena di masa lalunya Bia tak jarang menangis sendirian di dalam kamarnya dan saat itu Kiran yang masih sibuk dengan urusan pendidikan kebidanan dan juga pekerjaan yang harus kan Kiran tak bisa memantau perkembangan putrinya setiap harinya karena Kiran yang bekerja di Surabaya.


Sedangkan Bia hidup setiap hari dengan Mak Leha yang juga sibuk dengan urusan warung makannya.Bia hanya bisa melampiaskan kekesalannya di kamar dengan membanting dan berteriak kala itu.Semua itu dianggap sebagai bentuk pelampiasan kekecewaan terhadap sang mama dan juga karena dia selalu diejek oleh teman-temannya tak punya ayah.


Satu waktu Mak Leha mendapat surat panggilan dari pihak sekolah karena Bia sudah tidak terkendali sehingga mendorong temannya sampai kepalanya terluka.Saat di telusuri akibat pembullyan yang di lakukan temannya itu terhadapnya dan membuat dia marah tak terkendali.Saat itu Mak Leha dan Kiran hanya menasehati supaya tidak mengurangi lagi.Karena respon Bia yang menurut Mak Leha dan Kiran tidak curiga dengan sikap Bia.Namun,saat dia bergabung di Black Diamond bersama Abi dan ketiga sahabat Abi,Bia begitu sangat menikmati perannya sebagai Queen Black Diamond.


Saat penyerangan satu kelompok dan mengakibatkan salah satu hewan peliharaan Black Diamond terluka karena ulah musuh,membuat Jiwa lain terpancing dan terjadilah peristiwa yang membuat Abi dan yang lain terkejut dengan sikap Bia yang terlihat tak masuk akal.Anak 16 tahun yang biasanya sangat takut dengan jarum suntik saat sang ibu selalu memaksanya setiap bulan untuk memberikan Vitamin melalui suntikan dan juga selalu melakukan suntik untuk kekebalan tubuh nya jika musim hujan tiba.Tapi, melihat perilaku Bia yang membabi buta menghajar orang-orang yang telah melukai hewan kesayangan nya itu.


Saat itulah Abi melihat ada yang tak beres dengan putrinya dan setelah itu Abi langsung membawa Bia ke salah satu Psikiater dan benar saja Bia memiliki kecenderungan Dissociative Identity Disoldier ( DID) dan di golongkan sebagai Skizofrenia biasanya akan mempengaruhi pemikiran,perilaku dan perasaan penderitanya.


"Tapi, bisa di sembuhkan kan Bi?" tanya Kyai Said pada sang besan.


"Bisa,biasanya Bia melakukan terapi.Karena memang sudah lama tidak kambuh kembali dia sudah tidak melakukan terapi." ucap Abi.


"Lalu apa yang Arraz harus lakukan dad,Harraz ingin lihat Bia yang terlihat bar bar dan konyol.Bukan Bia yang memiliki sifat monster dad." ungkap Harraz dengan wajah sedihnya.


"Sabar,nanti Daddy akan ada di setiap terapinya bersama kamu.Yakinlah,dengan ilmu agama yang kamu punya Insyaallah akan membantu mengendalikan emosi Bia nantinya.Tolong dampingi dia,Bia butuh kamu .Tanamkan dalam hatinya jika dia tidak akan kehilangan mu." terang Abi.

__ADS_1


"Baik dad,Harraz akan coba." ucap Harraz dengan sedikit bisa bernafas lega.


Hari ini adalah hari yang berlalu begitu lambat bagi Harraz.Dia memandangi wajah sang istri yang terlihat pucat.Bia masih tak sadarkan diri dan menurut Vian akan siuman malam nanti.


Untuk sementara Abi dan para sahabatnya akan ikut memantau perkembangan psikologi Bia untuk beberapa hari.Sementara Kiran yang tidak tenang dengan kondisi putrinya pun akhirnya menyusul ke Malang dan tinggal di rumah Mak Leha sang ibu angkat.


...****************...


Malam semakin larut,Harraz dengan setia ada di samping Bia yang masih terlelap.Jam tiga dini hari Harraz melaksanakan sholat Tahajud .Harraz bermunajat kepada-Nya untuk meminta kesembuhan sang istri dan memohon agar bisa menyembuhkan istrinya itu.


Setelah selesai sholat Tahajud,Harraz membaca Alquran di dekat Bia dengan begitu merdu.


"Eeehhh.."lenguhan Bia membuat Harraz menghentikan kegiatan nya saat membaca Alquran.


"Aa,aku kenapa?"tanya Bia terlihat linglung.


"Ahhh..nggak kenapa-kenapa,kamu kecapean terus pingsan.Gimana,apa dan yang sakit atau ada yang kamu inginkan?"tanya Harraz dengan suara begitu lembut.


Bia menatap wajah suaminya dan menyentuh nya.Mambelainya dengan lembut pipi Harraz.

__ADS_1


"Aa nggak kenapa-kenapa kan,mereka sudah nyakitin Aa..hiks hiks.." ucap Bia dengan tangisnya yang tiba-tiba.


"Ssssstttt.. heii,sayang..denger Aa baik-baik !! Lihat Aa,lihat..Aa sehat,Aa nggak kenapa-kenapa,jangan risau lagi yaah.." ucap Harraz langsung memeluk tubuh istrinya dengan erat dan menciumi wajah dan pucuk kepala Bia.


"Apa yang aku lakukan A,Apa Safitri datang?" tanya Bia dengan wajah yang terlihat sendu.


"Pasti dia datang kan,maafin Bia..kalau Aa harus melihat hal yang tak baik dari Bia." ucap Bia lagi dengan masih sesegukan.


"Sayang, dengerin Aa bicara..Aa ingin setiap kali kamu marah atau kecewa.Kamu harus bisa mengendalikan emosi kamu.Istighfar,sebisa mungkin selalu zikir dalam hati biar kamu tenang." kata Harraz.


Bia menatap lekat wajah Harraz.


"Aku takut kehilanganmu jadi, Safitri memaksa ku untuk pergi sebentar dan dia yang membuat orang-orang yang menyakiti kamu merasakan sakit yang tidak kalah sakit dari pada kamu."ungkap Bia mengingat bahwa dalam dirinya yang menyuruh nya.


"Lain waktu jika Safitri memaksa,kamu bisa menolaknya.Kamu akan lebih tenang saat kamu berzikir dan juga selalu ingat buat istighfar.Aku sayang kamu Bi,apapun yang terjadi aku yang akan melindungi kamu.Jadi,jika kamu merasakan ketakutan,kekalutan,juga perasaan yang nggak nyaman lebih baik kamu berzikir.Kalau kamu marah itu ada solusinya.Kalau mereka menyakiti kamu dengan mulut kamu pastinya akan menghindari mereka menggunjing.Jika kamu marah lebih baik zikir,duduk biar tenang,kalau duduk masih merasa marah juga kami bisa berbaring,masih marah juga bisa kamu ambil air wudhu dan sholat.Yang jelas,setiap dimanapun sebaiknya tidak ketinggalan untuk berzikir." ucap Harraz dengan panjang lebar.


"Iya,maaf jika aku lepas kendali kemarin."ucap Bia dengan menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya.


Kruyukkkk🤭

__ADS_1


"Ada cacing yang lagi demo minta jatah makan tuh.." ledek Harraz dengan kekehan yang membuat Bia nyengir kuda karena betapa tak ada akhlak cacing di perutnya sampe bisa-bisa nya saat yang haru jadi hal yang memalukan.


Bersambung


__ADS_2