Karena CINTA Itu Ada

Karena CINTA Itu Ada
#Penyelesaian pertikaian


__ADS_3

Keempat orang itu pun langsung menerobos ruangan lain dan sudah terlihat orang-orang disana saling baku hantam.


Anggota Black Diamond sudah punya ciri khas dan juga geng Scorpion pun di beri tanda oleh Harraz.


Harraz sangat di bantu dengan alat yang di ciptakan sang istri dan sang adik ipar.


"Ck dasar mantu mau enaknya aja,masa cuma nyetrum-nyetrum gitu,nggak ada sensasi nya." omel Gema yang suka sekali mencibir Harraz.


"Kalau Bia denger ngomong gini sama Harraz yang ada Lo di coret dari daftar orang yang di sayang sama Bia !!" ancam Abi yang mendengar sang menantu selalu di jahili oleh Gema.


"Yahhh..nggak asik loh main adu ke Bia ," ucap Gema tak bisa berkutik lagi jika mendengar nama Bia di sebut untuk menghentikan aksinya.


Harraz hanya tersenyum mendengar keluhan Gema yang terus saja menggerutu.


Bugh


Bugh


Brukkk..πŸ’’


Suara pukulan dan suara orang jatuh terdengar jelas.Saat ini Keempat orang itu ada di depan sebuah pintu yang di pastikan adalah tempat penyanderaan orang-orang yang akan menjadi target mereka.


Keempat orang itu saling membantu mendobrak pintu ruangan itu.Beberapa kali percobaan akhirnya mereka berhasil mendobrak pintu itu dan disana ada beberapa wanita yang di sekap dan ada juga wanita yang sedang di perlakukan tidak pantas oleh beberapa laki-laki.


"Astaghfirullahal'adzim.." Harraz langsung beristighfar.


"Gus Arraz !!" panggil seseorang dan Harraz yang merasa namanya di panggil dia menatap ke arah sumber suara.


Matanya membola saat menangkap salah satu korban Black Panther adalah Laila.Orang yang memanggil nya itu adalah Laila yang sudah memakai baju minim namun ,masih mengenali sosok wanita itu.


"Astaghfirullahal'adzim,Ning Laila.."gumam Harraz dengan cepat dia meraih seprei dan menutupi tubuh Laila.


Namun siapa sangka Laila malah memeluk Harraz dengan menumpahkan air matanya.


"Aisssttt...malah enak-enakan di peluk cewek lagi !!" seru Gema dan membantu menarik Harraz yang sedang di dekap erat oleh Laila.

__ADS_1


"Jangan memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan ya mba..dia udah punya istri !!" seru Gema yang melihat Harraz susah payah untuk melepaskan pelukan Laila.


"Gus Arraz aku ..


"Jack bawa mereka pergi..!!" potong Harraz pada anggota Scorpion.


"Siap boss !!" jawab nya .


Terlihat Laila menolak untuk di bawa pergi dengan tawanan yang lain, Harraz tak ambil pusing malah meninggalkan nya menyusul mertuanya.Laila yang mendapatkan perlakuan itu pun merasa kecewa.


Balik ke penyerangan Anggota Black Diamond berhasil membekuk Andreas.Saat ini dia sudah di ikat di dudukkan di tengah ruangan yang layak di sebut gudang.


Prok prok prok


"Yaaahhh..ketangkep deh ?!!"ledek Gema yang mengitari Andreas.


"Brengs*k kalian,lepasin !!" teriak Andreas mencoba melepaskan diri.


Harraz dan Vian baru masuk ke ruangan itu dan pandangan Andreas langsung melebar saat melihat sosok Harraz alias King di sana.


"King !!" seru Andreas.


"Betul,ini gue..kenapa? kaget ? Lo yang nyuruh orang buat celakain gue kan,dan Lo tahu gara-gara perbuatan Lo itu buat bini gue kesakitan dan hampir saja jadi pembun*h !!"


"Ja_jadi Lo yang...


"Yah..gue yang sudah kirim anak buah Lo yang Lo kirim ke pesantren dan ngasih ular kobra buat bunuh bini gue, nggak akan bisa gue menerima atas semua yang Lo lakuin ke bini gue.Karena Lo juga hampir bun*h bini dan calon anak gue !!"


Wajah Harraz yang terbiasa terlihat anteng dan juga kalem saat ini hanya ada sosok yang sangat marah dan ingin membalaskan semuanya yang Andreas lakukan selama ini.


Tubuh Andreas yang sudah babak belur penuh luka dengan sengaja Harraz siram tubuh itu dengan air dan saat itu juga tubuh Andreas menggelepar merasakan sakit yang teramat sangat.


"Jangan biarkan dia cepat ma*i !!" ucap Vian.


Andreas yang terlihat sudah sangat tersiksa dengan tubuhnya yang penuh luka dan juga rasanya dia sudah tak tahan dengan siksaan yang di dapatkan dari lima orang pentolan Black Diamond. Akhirnya dia pun pingsan karena tidak bisa menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.

__ADS_1


Abi menghentikan menantunya untuk melakukan penyiksaan kali ini.Abi menyuruh anak buahnya untuk mengirim Andreas ke sebuah pulau yang jauh dari jangkauan orang -orang.


Abi ingat keadaan Bia yang sekarang ini.Doa tak mungkin menghabisi Andreas saat ini.


Sedangkan para korban dari Andreas di bawa ke Rumah Sakit dan di lakukan perawatan dan juga visum.Para anggota Black Diamond juga kembali ke markas dan membersihkan diri mereka sebelum bertemu dengan Bia.Hari ini Bia bisa pulang kerumah.Abi menyarankan Harraz untuk sementara meninggalkan Malang dan tinggal di Jakarta.


Harraz pun menyetujui dan dia akan fokus dengan projects nya di Jakarta.Sementara di Malang Harraz di bantu oleh Jihan yang memang sudah paham akan pekerjaan yang Harraz geluti.Walaupun kadang Umay yang akan membantu dan mengecek pekerjaan di Malang.


Sedang untuk Laila Harraz tak ada niat untuk tahu apa yang terjadi padanya karena dia sampai bisa jadi korban dari Andreas.Hilya mengalami sedikit kemajuan namun,masih ada dalam ruang ICU.


...****************...


"Huek..huek...huek.." suara orang yang setiap pagi sehabis bangun tidur yang selalu bolak balik ke kamar mandi untuk mengeluarkan isi perutnya karena merasa tak nyaman.


"Udah enakan mas?" tanya Kiran membantu suaminya yang setiap pagi akan mengalami morning sickness.


"Lemes sayang..." ucap Abi dengan manja.


Kiran mendengar ucapan manja suaminya hanya memutar matanya dengan jengah.Sungguh memang kehamilan Bia sungguh di sambut dengan perasaan bahagia.Sampai Abi yang merasakan ngidamnya dan juga morning sickness.


Jika pagi pastinya Kiran yang selalu sigap untuk membuat hati suaminya Sementara bumil makan dengan lahap setiap sang mama memberikan makanan.Tak lupa sang kakek dan sang nenek yang selalu memberikan apa yang Bia mau.


Semua orang menyambut kehamilan Bia dengan penuh bahagia.Tak lupa dengan Kanfa juga selalu menjadikan anak Bia Patner nantinya.


...****************...


Kehamilan Bia semakin hari semakin bertambah beaar.Abi yang mengurangi kesibukan nya dan membagi dengan sang menantu membantunya di kantor.


"Enak banget yaa.. daddy,sekarang sudah ada mantu yang bisa di manfaatkan ," sindir Bia saat mereka sedang menikmati quality time berkumpul di rumah besar Keluarga Mahardika.


"Ya jelas,punya mantu dengan otak encer.. gantengnya pun sebelas dua belas sama mertuanya itu satu kebanggaan buat daddy,"jawab Abi dengan wajah bangganya.


"Tapi jangan sampe nanti aku lahiran AA nggak di kasih libur lho dad," ucap Bia


"Beres sweety.."

__ADS_1


Harraz sebagai menantu dan sebagai suami dari Bia yang mempunyai tanggung jawab dengan kemajuan dua perusahaan yang sekarang akan dijadikan satu perusahaan.


Bersambung


__ADS_2