Karena CINTA Itu Ada

Karena CINTA Itu Ada
#Usaha Lain Harraz


__ADS_3

"Draxters Company ." jawab Umay.


"Apa? Draxters Company,Aa sudah menerimanya?" tanya Bia dengan keterkejutan nya.


Semua memandang pada Bia yang terlihat sangat terkejut dengan nama yang disebut Umay tadi.


"Belum,memang kenapa dek?"tanya Harraz.


Bia menghela napas lega dan memandang Harraz dan Umay.


"Sebaiknya kita bahas nanti,kita sholat lalu makan malam setelah itu baru kita bahas soal Draxters Company." ucap Bia.


"Kamu nggak papa ndok'?"tanya Umi Kalsum yang melihat tingkah menantunya yang sepertinya sedang menyembunyikan sesuatu.


Akhirnya mereka pun melaksanakan sholat magrib dan juga isya langsung di lanjutkan dengan makan malam bersama.


Setelah selesai makan bersama para bocil pun bersama mba-mba ndalem yang menemani mereka.


Saat ini mereka ada di ruang keluarga menikmati cemilan dan teh hangat untuk teman ngobrol mereka.


"Raz,abah ingin tanya sama kamu.Jujur abah bangga sama kamu yang mampu berdiri di kaki sendiri namun,ada sesuatu yang ingin Abah tahu soal kamu dan pekerjaan kamu.Abah tahu kamu mempunyai beberapa restaurant dan juga pengelola perkembunan teh milik Kakek kamu dan juga menjadi dosen tapi, abah rasa ada yang kamu sembunyikan dari kami," ucap sang abah menatap wajah putranya.


Harraz menatap wajah anggota keluarga nya dan menghembuskan nafas dengan perlahan.


"Baiklah Arraz jujur jika Arraz mempunyai sebuah perusahaan kecil yang Alhamdulillah sudah mulai berkembang dan itu di bidang property dan arsitektur juga akan merambah di perhotelan dan juga retail projects baru Harraz akan bekerja sama dengan Mahardika Group yaitu perusahaan besar yang merupakan perusahaan Multi Internasional.Perusahaan itu merupakan perusahaan milik Keluarga Mahardika dan sekaligus milik besan abah." ungkap Harraz dengan lumayan panjang.


Abah,Umi serta kakak-kakak nya tentu terkejut dengan pencapaian Harraz karena memang dengan penampilan dan juga gaya hidup Harraz memang sederhana.


"Hahh..abah sudah menduga kalau kamu punya bisnis lain selain restaurant di lihat dari kesanggupan kamu yang memberikan seserahan dan mahar untuk Bia dan semua biaya pun kamu dan keluarga Bia yang membereskan semuanya.Maafkan abah,dari dulu begitu mengacuhkan kamu dan juga mengecewakan kamu.Abah dan umi hanya berpesan tetap tawadhu dan sayangi selalu istri kamu."ucap Kyai Said.


"Sudahlah bah,Harraz sudah ngerti tentang apa yang dulu terjadi.Nggak selamanya kita di dalam keburukan dan nggak selamanya kita akan merasa selalu bahagia.Roda terus berputar." ungkap Harraz.


Bia yang sedari tadi mengutak atik laptopnya seperti tidak menghiraukan apa yang mereka bahas.Dia terlihat khusuk dengan pekerjaan nya.

__ADS_1


Drrrrrttt Drrrttt


Ponsel Bia berbunyi dan menampilkan nama sang daddy.


"Dad,bisa kita zoom saja? urgent dad." ucap Bia pada sang daddy.


Tanpa menjawab omongan sang putri akhirnya dengan cepat di layar laptopnya sudah terpampang jelas Empat orang yang dimaksud Bia.


"Ya Princess,ada apa kamu panggil kita?"tanya Gema


"Dad dan semuanya Bia mau tanya soal "Draxters Company" apa itu punya Andreas Julian Draxler dari Black Panther?" tanya Bia melirik semua orang yang masih menyimak obrolan Bia dengan empat sekawan.


Bia sengaja melakukan panggilan itu karena agar semua tahu dan ikut waspada dengan sekitar mereka.


"Draxters Company?' tanya keempatnya.


"Sayang,Daddy tanya kamu bisa mendapatkan nama itu dari mana?"tanya Abi dari sebrang sana.


"Dad,ini Ayaz..tadi Umay ngasih proposal sama Ayaz dan itu dari Draxters Company tertera nama Andreas disana.Ayaz belum ngasih keputusan karena Ayaz pikir ada yang aneh dad."ucap Harraz menerangkan pada sang mertua.


"Bisa dad,sekarang Ayaz kirim." ucap Harraz menyerahkan laptopnya pada Umay dan di dampingi Bia.


"Oke sudah masuk,biar Om pelajari dan nanti balasannya akan kita kasih tahu.Kita harap kalian bersikap biasa saja terutama kamu Yaz,kita akan pantau dari sini.Semua keamanan system' kamu kita backup."ucap Dewa.


"Terus kita harus gimana?"tanya Bia.


"Kamu santai seperti biasa sayang,kenapa sekarang jadi kalang kabut gini,hemm?"


"Bukan gitu dad,Bia sekarang bukan seorang gadis lagi kali dad..sudah banyak orang yang harus Bia pikirkan." ucap Bia melirik semuanya yang masih bingung dengan apa yang mereka bahas.


"Tenang princess, seperti biasa masih ada bodyguard bayangan yang selalu berada di sekitar kamu." ucap Vian pada Bia.


"Okelah,Bia juga ngerti tapi,Bia ingin tambah personel dad,untuk di sekitar Pesantren.Apalagi kawasan ini juga tempat keluar masuk orang-orang yang dari mana-mana dad."ucap Bia.

__ADS_1


Kawasan pesantren AL'FURQON pastinya akan selalu di jaga dan juga Bia khawatir dengan para penghuni kawasan pesantren dan kemungkinan penyusup berpotensi besar


"Gini aja dad,Ayaz akan bahas ini sama Abah juga sama kakak-kakak Ayaz.Jika nanti kita butuh bantuan lebih Ayaz sampaikan pada kalian."ucap Arraz pada sang mertua.


"Oke son,Daddy tunggu dan kamu juga Umay harus tambah waspada.Sepertinya dia sudah mulai melacak soal Graffin." ucap Abi.


"Baik dad."ucap Arraz


Ting


Notifikasi ponsel pertanda pesan masuk di ponsel Harraz dan Bia keduanya pun melihat pesan dari Remond, sebuah pesan yang di kirimkan pada ponsel keduanya.Mereka saling pandang.


"Besok malam Andreas dan Javier serta anak-anak akan turun di Panglima."


Pesan sama di ponsel keduanya.Keduanya mengangguk dan bergabung dengan keempat sekawan yang masih stay di hadapan laptop.


"Ada apa Princess?" tanya Abi


"Dad,Andreas turun ke lapangan.Barusan Remond kirim pesan ke ponsel kita berdua."ungkap Bia.


"Kalian boleh turun,dengan catatan tetap waspada di sekitar Andreas pasti banyak mata-mata."ucap Abi pada anak menantunya.


"Baiklah kita turun dan dengan identitas seperti biasa."jawab Harraz pada sang mertua.


"Hemmm..kita tunggu kabar selanjutnya dari kalian.Kita cukup untuk malam ini,kalian istirahat dan besok kita Zoom lagi Yaz saat di kantor."ucap Abi pada menantunya.


"Baik dad,salam buat semua dad ,om semuanya sehat-sehat semuanya." ucap Harraz pada keempat nya .


Zoom itu pun di akhiri dengan Bia pun mengangguk mengkode untuk Harraz bicara pada anggota keluarga nya.


"Jadi apa yang akan di bahas dengan kita-kita Yaz?" tanya Zafri pada sang adik.


"Kita harus memperketat keamanan pesantren karena,salah satu orang yang berbahaya sedang mencari celah untuk menemukan dan menghancurkan sebuah organisasi dan itu sudah melibatkan Harraz juga Bia.' ucap Harraz dengan wajah serius nya.

__ADS_1


Keluarga Harraz tentunya terkejut dengan apa yang di ucapkan Harraz.Yang pasti mereka pikirkan adalah tentunya ini masalah yang serius dan berat.


Bersambung


__ADS_2