Karena CINTA Itu Ada

Karena CINTA Itu Ada
#Cemburu pada Diri sendiri


__ADS_3

"Sudahlah sayang jangan cemberut lagi kayak gitu dong,kamu sekarang kan tahu kalau Aa sudah jatuh cinta sama dedek gemez dari dulu."rayu Harraz pada Bia yang masih enggan untuk menatapnya.


"Itu beda A,kamu suka sama Bia di masa lalu.Terus kamu nganggep aku apa saat ini hanya cadangan.Kalau seandainya aku bukan gadis yang pernah kamu tolong,terus kamu cerita sama aku tentang perasaan kamu yang masih memikirkan gadis itu,apa kamu nggak mikirin perasaan aku bagaimana,apa kamu mikirin hatiku sakitnya kayak apa,nggak kan,kamu itu cuma mikirin diri kamu sendiri,bukan mikirin aku atau lebih tepatnya hubungan kita."ungkap Bia dengan menggebu-gebu mengungkapkan semua perasaanya yang kadung dongkol dengan kenyataan kalau suaminya mencintai seseorang di masa lalunya.


Walaupun memang kenyataannya suaminya sudah mencintai dirinya dari dulu namun,ada rasa kecewa dalam hati Bia karena pernyataan suaminya itu. Bia tak habis berfikir suaminya tak mempertimbangkan perasaannya jika nyatanya istrinya tahu kalau dia masih memendam perasaan pada sosok di masa lalunya.


Clek..


"Sayang ,kamu mau apa?" tanya Harraz mulai panik melihat Bia yang membuka pintu mobil.


"Aku ingin sendiri dulu ,kamu sebaiknya pulang ke tempat kakek dan aku pulang ke rumah aki."ucap Bia mengambil Slim baginya dan keluar dari mobil.


Harraz mendengar ucapan istrinya sontak dia panik dan langsung keluar juga dari mobil.


"Sayang,please Aa minta maaf ..sekarang kamu masuk ke dalam mobil,kita ke rumah Aki yaa,biar Aa yang anter kamu.Ini udah mau magrib juga."ujar Harraz menahan Bia yang mau pergi.


"Please,biar Aa tenang dan Aa juga mau kenalan sama Aki juga nini,yaaa..," bujuk Harraz.


Tanpa ucapan apapun akhirnya Bia masuk kedalam mobil lagi dan membuat Harraz sedikit lega.


Bia pun mengarahkan jalan yang menuju rumah aki Sapto.Tepat di depan rumah sederhana dengan ukuran minimalis namun,siapa sangka di belakang ada sebuah paviliun yang cantik dengan di kelilingi bunga-bunga cantik.


Bia membuka pintu mobil dan melangkahkan kakinya masuk kedalam halaman rumah yang tak begitu luas.


Tok tok tok


"Assalamualaikum Nini,aki...Yuhuuuu !!!" teriak Bia dengan sapaan khasnya untuk orang tua angkat sang daddy.


Tak lama pintu rumah terbuka menampakkan wajah seumuran dengan kakek neneknya Harraz.


"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh,neng geulissss..,akiiii...Bia sayangggg !!' teriak Nin Darmi memanggil suaminya.

__ADS_1


"Nin nggak usah teriak-teriak aki denger juga,"protes Aki Sapto pada istrinya.


Bia pun menyalami kedua orang tua itu.Nin Darmi memeluk erat tubuh Bia.


"Assalamualaikum.." Suarsa salam menyadarkan ketiganya dengan kehadiran laki-laki muda yang tampan menyeret koper kecil di tangannya.


"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh,"jawab ketiganya


"Ujang kasep, saha?"tanya Aki Sapto pada Harraz.


"Kenalkan Ki,ni saya suami Bia,Harraz.."ucap Harraz menyalami tangan suami istri itu.


"Masyaallah,si Eneng kesini sama suami kamu.Keterlaluan kamu nggak ngomong sama kami,kalau kamu ngomong sama kami kan bisa Nini siapin kamar kamu di paviliun."ucap Nin Darmi pada Bia.


"Nggak perlu nin,Bia bisa tidur di kamar daddy saja."ucap Bia.santai.


"Lagian A' Harraz nggak nginep di sini,dia mau nginep di rumah kakeknya."ucap Bia lagi dan melangkah masuk kedalam rumah.


Waktu magrib tiba dan Harraz masuk kedalam kamar yang di tunjukkan oleh Non Darmi.


Ceklek.


"Astaghfirullahal'adzim,Aa bisa ketuk pintu dulu nggak sih,nggak sopan !!" ucap Bia dengan ketus


Harraz yang mendengar ucapan istrinya yang ketua hanya bisa menghela nafas dalam dan tak menghiraukan pandangan istrinya yang jutek padanya.


Harraz bisa paham kenapa sikap Bia seperti itu.Karena memang Harraz sadar,sikapnya salah.Walaupun dia sudah punya rasa pada sosok ABG di masa lalunya yang nyatanya dia adalah orang yang sama yang sudah jadi istrinya namun, jika seandainya gadis ABG itu bukan Bia ,pastinya Bia akan kecewa dan merasa di khianati selama ini.Karena statusnya sekarang istri Harraz yang perlu di hormati dan di mengerti akan perasaanya.


Harraz keluar dari kamar mandi dengan baju Koko dan sarung serta mengambil pecinya dia melihat istrinya yang sedang memakai mukenah.


"Dek,Aa ke masjid sama Aki, Assalamualaikum.." pamit Harraz

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam.."jawab Bia dengan tanpa menatap suaminya keluar dari kamarnya.


Walaupun masih marah Harraz tetap meminta ijin untuk pergi pada istrinya.


...----------------...


Setelah sholat magrib Bia membantu nin Darmi menyiapkan makanan untuk makan malam.


"Neng, nin nggak pengen ikut campur dalam urusan rumah tangga kamu,tapi..nin lihat kamu nggak seharusnya bersikap seperti itu sama suami kamu,dosa tahu.." ucap Nin Darmi pada cucunya itu.


"Hati Bia masih sakit nin, Bia rasanya nggak pantas untuk ada di hati A' Harraz.Nin tahu, Bia sama A'a pun menikah karena terpaksa nilai agama Bia pun masih cetek.Jangankan hafal satu juz Al'quran.Buat ngapalin surah An-Naba saja sudah mati-matian Bia hapalin."ujar Bia dengan wajah mendung nya.


"Semua butuh proses,butuh pengorbanan.Daddy dan mama mu contohnya.Berapa kali di timpa masalah mereka berpikir saling menguatkan.Berusaha bagaimana mereka menciptakan sebuah rasa bersama."ucap Nin Darmi menjabarkan tentang hubungan kedua orangtuanya dulu.


"Seandainya nin tahu di hati aki ada nama gadis lain dan itu masa lalunya apa yang akan nin lakukan?" tanya Bia menatap serius nin Darmi.


"Harraz punya wanita lain?"tanya Nin Darmi.


"Nggak juga ,tapi..Bia ngerasa kalau dia nggak nganggap Bia penting nin, dia nggak pernah mikirin gimana perasaan Bia."ungkap Bia dengan tangis yang tidak terbendung lagi.


"Sudahlah jangan nangis,tuh aki sama suami kamu pulang."ucap Nin Darmi dan Bia pun mengusap air matanya.


Harraz dan Aki Sapto masuk ke dalam rumah.Bia pun seperti biasa menyalami tangan suaminya sepulang dari masjid. Harraz yang melihat mata Bia yang merah tentu tahu jika istrinya itu baru menangis.


Setelah makan malam Bia pun masuk ke dalam kamar,hari ini dia merasa sangat lelah.


Harraz yang duduk di ruang tamu bersama Aki Sapto dan Nin Darmi dengan menikmati secangkir kopi hangat.Akhirnya nin Darmi menanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada Bia.Dengan terpaksa Harraz menceritakan apa yang terjadi sebenarnya.Harraz pun sebenarnya bingung mau membujuk Bia seperti apa,apalagi Harraz yang baru kenal dengan Bia tentu masih terkejut dengan tabiat mereka masing-masing.


Akhirnya Nin Darmi dan Aki menyarankan untuk membiarkan Bia beberapa saat di tempat aki untuk menenangkan diri.Dia hanya sedang bersikap cemburu pada dirinya sendiri yang dalam pikiran Bia menganggap Harraz masih menginginkan sosok seperti Biasa di masa jahiliah nya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2