
Bia membersihkan luka di kepala Harraz dan beberapa bagian tubuh lainnya.
Sedari tadi Bia berusaha untuk menekan rasa marahnya yang pastinya akan segera dia lampiaskan.
Drrrrrttt Drrrttt..
Ponsel Bia bergetar dan melihat dari salah satu orang Black Diamond yang selalu mengikuti nya.
"Bagaimana,sudah ada hasilnya?"tanya Bia dengan nada dingin.
Harraz baru pertama melihat sikap istrinya yang terlihat berbeda membuat Harraz bertanya-tanya apa yang akan istrinya lakukan jika si pelaku tertangkap.
"Bagus,bawa ke tempat yang saya share lock."ucap Bia setelah mendapat jawaban jika orang-orang yang berusaha mencelakakan dirinya juga Harraz sudah tertangkap.
Tanpa banyak bicara Bia memutuskan panggilan telepon itu dan melanjutkan kembali memberikan obat di luka suaminya.
"Jangan pandang aku kayak gitu A," ucap Bia tanpa melihat sosok suaminya yang sedang menatap istrinya yang sedang fokus mengobati lukanya.
"Apa yang akan kamu lakukan pada mereka?"tanya Harraz yang penasaran.
"Kenapa,nggak usah khawatir aku akan memperlakukan mereka setimpal dengan apa yang mereka lakukan padamu." ucap Bia santai.
"Sayang, kamu jangan sampai berbuat di luar batas." ucap Harraz mengingatkan.
Bia membuang nafasnya kasar dan memandang wajah suaminya yang saat ini terluka di pipi dan kening serta kepalanya.
"Aku tahu porsi yang akan aku berikan pada mereka." ucap Bia
"Aku cuma ingin membuat mereka menginginkan kematian mereka sendiri." lanjut Bia lagi.
.
.
Tak lama Romi dan Mike mengatakan jika ada beberapa orang yang datang menggunakan topeng dan membawa empat tawanan dan ingin bertemu dengan King dan Queen.
"Bawa ke bawah tanah ,ikat mereka dan berikan obat ini pada mereka.Kalau mereka menoleh paksa mereka untuk menelanya."ucap Bia menyerahkan botol kecil yang dia taruh di kantong jaketnya.
"Baik Queen." jawab anak buah Black Diamond.
...----------------...
Setelah intruksi Bia di laksanakan Bia dan Harraz serta di ikuti oleh Mike dan juga Romi disana juga sudah ada Raymond,Tara ,Joan ,Naila dan Nada.
"Queen " seru orang-orang bertopeng itu dengan membungkuk hormat pada Bia.
"Hemmm." jawab Bia dengan aura yang terlihat mengerikan.
__ADS_1
Harraz baru pertama kali nya melihat Bia bersikap begitu dingin tak banyak omong dan pandangan tajamnya pun membuat bulu kuduk berdiri.
"Lepaskan kami !!"teriak orang yang sedang di ikat dengan keadaan yang sudah mengenaskan.
"Iya lepaskan kami,kalau tidak...
"Kalau tidak kenapa,mau ngapain kalian.Jangankan berbuat kasar padaku kalian berdiripun tidak akan sanggup..hahahaha.." ucap Bia memotong omongan orang tahanan itu dan tertawa membuat keresahan keempat tahanan itu tak terkecuali orang-orang yang sudah gabung dengan mereka.
Melihat tingkah istrinya mendadak hati Harraz tak tenang.
"Bang*t !!" umpat salah satu tahanan itu.
"Tutup mulut lo!!" sentak Harraz memandang nyalang ke arah keempat orang yang sudah tak berdaya.
"Lepaskan kita!!"teriak orang itu lagi.
"Ck ck ck ck,kalian pikir akan mudah untuk pergi dari sini,baiklah...aku akan melepaskan kalian tapi,kalian harus mendapatkan hukum dari ku karena sudah berani melukai suami kesayangan ku !!"
Mendengar pengakuan Bia semua anggota Scorpion dan juga para sahabat Bia tentunya terkejut bukan main.
"Siapkan semuanya !!" sentak Bia pada anak buah sang Daddy.
"Baik Queen." jawab si orang yang di maksud Bia.
"Sayang,kamu mau apa?" tanya Harraz menatap sang istri.
"Yang perlu kamu tahu,jika aku sudah seperti ini,aku bukanlah Bia tapi si Queen dari Galdiator Black Diamond,ingat itu sayang..," ucap Bia dengan senyuman menyeringai.
Bia mengedarkan pandangannya ke arah orang-orang yang ada di sana.
"Kalian mendingan keluar dari tempat ini,jangan coba-coba mengganggu aktivitas ku kali ini."ucap Bia dengan nada dingin.
"Lo mau ngapain mereka Bi?"tanya Naila pada Bia dengan ragu.
"Kenapa,Ray..bawa mereka pergi dari sini !!" ucap Bia dengan suara yang terdengar begitu mengerikan.
Semua yang mengenal seorang Bia saat ini tentu saja merasa takut dan mengerikan.Walaupun memang penampilan Bia tertutup namun aura dingin dan juga kejam tercermin dalam dirinya.
"Sudah siap kalian,tunggu giliran kalian masing-masing..hahaha.." ucap Bia dengan tawa menggelar.
"Sayang stop jangan lakukan."ucap Harraz mencoba menghentikan sang istri.
"Kalian bawa dia ,jangan biarkan dia mengacau !!" perintah Bia pada beberapa orang disana untuk menarik Harraz pergi dari ruangan tidur itu begitu pun dengan para anak Scorpion.
Harraz memeberontak namun, dengan cepat mereka mendorong tubuh mereka keluar dan mengunci tempat itu.
Dor Dor Dor..
__ADS_1
Harraz menggedor-gedor pintu ruangan itu
"Buka..Buka..buka Woii !!" teriak Hararz dengan wajah frustasi saat mendapati sisi lain sang istri.
Sementara itu diruangan itu terlihat Bia sedang menikmati pemandangan yang sungguh membuat dirinya menyeringai puas.Karena efek obat yang dia berikan mulai bereaksi.
"Heeeiii..lepas,kalian kasih apa sama kita tadi ?!" tanya orang yang sudah mulai merasakan kulit nya yang merasa kelu.
Bia melangkah menuju satu orang yang sedari tadi memberontak tak terima.
Plak..
Bia melayangkan satu tampar*n pada laki-laki itu sampai wajah itu menoleh ke arah kiri dan ada bekas kemerahan di pipi itu
ujar Bia langsung menyimpan mulut orang itu dengan kain yang dia pegang.
"Jangan melawan,sial*n !!"sentak Bia
"Kalian mau apakan dia ?!" tanya orang yang disampingnya menatap nyalang ke arah Bia.
"Sabar,gue cuma minta kalian lihat bagaimana teman kalian mendapatkan hadiah dari gue dan nanti juga kalian akan dapat juga..hahahahaa.." ucap Bia dengan tawa yang menggema di ruangan itu.
Bia melihat ke arah orang yang akan Bia eksekusi.Sungguh malang nasibnya,dia harus merasakan kekejaman seorang Abia Kiradzki Mahardika si gas s pencabut nyawa.
"Kita mulai, bersenang-senang !!" seru Bia mulai memainkan pisau di tangannya.
Bia memulai mengarahkan pisaunya di wajah orang itu dan menggores nya sedikit
EMMMMM...
Erangan terdengar dari orang tersebut saat pisau yang tajam itu menyayat kulitnya yang terasa rapuh itu.Darah dari kedua pipinya.
Ketiga teman nya itu melotot melihat teman mereka yang sudah di lukai Bia.
"Kebas bang*at !!" umpat salah satu orang suruhan itu.
"DIAM !!"teriak Bia dengar umpatan orang yang ada di sampingnya.
"Lo cukup menikmati apa yang Lo lihat,kalau nggak tega Lo bisa merem beg* !!" ucap Bia dengan menendang tulang kering pria di depannya dengan luka di pipi
Dukkk..π’
EEMMMMMMM...
*Kaki ini,kaki ini yang Lo pakai buat menjatuhkan motor suami ku dan ini adalah imbalan setimpal buat Lo !!"
Bentak Bia merasakan geram dengan melihat nyalang ke arah orang yang ada di depannya itu.
__ADS_1
"Potong !!" teriak Bia..
Bersambung.