Karena CINTA Itu Ada

Karena CINTA Itu Ada
# Karena CINTA Itu Ada


__ADS_3

Suara tangis bayi saling bersahutan dari kamar bersalin.Di depan kamar bersalin sudah ada inti Black Diamond dan para istri dan anak mereka ,Opa dan Oma serta Kanfa pun sudah datang untuk mengetahui keadaan Bia.


"Wahhh..cucu kita sudah lahir..!!" seru Abi mengucap syukur dan sujud syukur karena cucunya telah lahir.


"Tapi, tangisannya kok Laen yaa..,"ucap Asti


"Iya juga sih,"jawab Farah.


"Jangan-jangan kembar," tebak Nadia


"Kembar??"


Empat sekawan saling pandang dan penuh tanda tanya.


"Drama..!!" cibir Kanfa.


"Mereka selalu begitu," sahut Cyra anak dari Dewa dan Nadia.


"Selalu,"sahut Khalif anak Vian dan Farah


"Ssstttt, bocil nggak boleh ngomong macam-macam." ucap Oma Fitri pada ketiganya.


"Sudahlah Oma,kita duduk saja..biarin mereka memang sudah biasa jadi komentator orang tuanya." ujar Opa Beni.


"Tapi, Oma penasaran cicit kita opa.." ujar Oma Fitri.


"Opa juga,nggak nyangka kita di umur segini sudah punya cicit."ucap Opa Beni dengan senyum lebar terlihat sangat bahagia.


Ceklek.


Pintu ruang bersalin terbuka.Terlihat Harraz keluar dengan tubuh lemas dan langsung terduduk di bangku tunggu.


Semua melihat keadaan Harraz merasa prihatin.Tampang Harraz yang biasanya terlihat tampan sekarang kayak keadaannya kayak orang kena amukan massa.

__ADS_1


Kaos yang di pakainya ada robekan lumayan lebar,rambut dia sudah acak-acakan,wajah kusut dan terlihat lelah,mata pun sembab,terlihat lengan Harraz banyak cakaran ,bukan hanya tangan tubuh nya yang lain pun sama.Harraz seperti layaknya abis kena penganiayaan.


"Yaz,are you okey ?" tanya Abi melihat keadaan menantunya yang memprihatinkan.


"Dad,huaaaaa....."


Harraz langsung memeluk Abi dan menangis keras membuat semuanya terkejut dan Taka lama terkekeh melihat tingkah Harraz.


Melihat para suami menertawakan Harraz para istri pun melayangkan tatapan tajam pada para suami.


"Kamu kenapa mam,papi punya salah?" tanya Gema pada Asty dengan menggendong anaknya.


"Katerlaluan kalian..,emang kalian nggak inget waktu istri kalian melahirkan.Tampang kalian tak ada bedanya sama Harraz sekarang.Kalau Harraz udah pasti masih kelihatan gantengnya kalau kalian Astaghfirullahal'adzim.." cibir Fara


"Astaghfirullahal'adzim..mulut mu dek,papa nggak sejelek itu kali.." ucap Vian tak terima.


"Kalian aja nggak ngaca waktu itu,kalau kalian juga nggak kalah mengenaskan tampangnya kayak Harraz." ucap Nadia.


"Dihhh..bunda,nggak ngenes juga kali tampang ayah ." ucap Dewa tak terima.


"Tadi Harraz selesai ngazanin twins mama mandiin mereka."jawab Harraz.


"Hahh.. mereka, maksudnya anak kalian kembar?" tanya Abi dengan wajah penuh bahagia.


"Iya dad,sepasang ..aku nggak mau Bia hamil lagi dad,kasihan dia kesakitan gitu." ucap Harraz pada Abi.


"Itu benar,Daddy juga dulu Kanfa lahir mama kamu Daddy suruh steril." ungkap Abi.


"Kalian ini, kalau lagi kayak gini kamu masih bisa bilang begitu,tapi..kalian masih muda nggak kayak Kiran dulu karena umur Bia yang 16 tahun baru Kiran melahirkan lagi pastinya itu buat Kiran juga seperti baru melahirkan.Jadi,mertua kamu mutusin buat steril tapi..juga lihat dari umur juga." ungkap Asti.


"Tapi, aku rasa mama masih bisa melahirkan lagi." ucap Harraz


"Hahh...sudahlah ,mama kamu cukup Gending cucu saja." ucap Abi yang tak mau Kiran susah payah melahirkan.

__ADS_1


"Tapi, kalau buat kamu sama Bia ,mendingan kalian programin saja buat anak selanjutnya.Kayaknya si twins akan Daddy juga mama kamu ambil alih "ucap Abi dengan entengnya.


"Ente kadang-kadang ente...!!" ceplos Gema.


****************


"Daddy...!!" seru Bia saat semuanya masuk ke dalam kamar rawat Bia.


"Sweety selamat sayang,Daddy punya cucu dua.. terima kasih nak.." ucap Abi dengan wajah haru.


Semua nya heboh dengan kelahiran twins.Apalagi para krucil yang sudah di panggil om dan aunty.Tapi,Kanfa dengan keras menolak dan dia ingin di panggil dengan sebutan Abang.


"Siapa nama anak kalian?" tanya Kiran yang sedang menggendong bayi perempuan yang begitu mirip dengan Bia.


"Narendra Abinaya Al'Gifari dan Naela Faiza Al'Gifari." jawab Harraz.


"Masyaallah.." ucap semuanya.


"Gimana dad,okey?" tanya Bia pada sang Daddy.


"Oke,bagus kok..kenapa sweety.Apa karena nggak ada Mahardika di belakang nama mereka,sayang..ada atau tidak ada di belakang nama Mahardika di belakang nama mereka.Anak-anak kamu tetap keturunan Daddy.Tapi..kalau untuk Kanfa nanti anl nya harus ada nama Mahardika."ucap Abi melirik bocah yang sedang sibuk dengan ponselnya.


"Masih kecil juga kali mas.." ucap Kiran.


"Informasi aja yang, kalian aja aku lupa kan ..ada yang lain bisa ingetin." ucap Abi memberikan alasan.


Semua menyambut kelahiran dua bocah kembar itu pun rasanya begitu bahagia.


Bagaimana nantinya kehidupan mereka saat remaja.Apalagi punya Om yang jelius plus absurd seorang Kanfa Mahardika.


Tamat...


Sampai jumpa di Musim Ke tiga

__ADS_1


Kalau ada kata-kata yang salah dan masih banyak typo Othor minta maaf yaaπŸ™


Semoga nanti abis lebaran nambah cerita baru lagi ,yang lebih fresh dan lebih bagus..πŸ™


__ADS_2