
" Jadi,apa yang malam itu aku lihat..bukan mimpi " gumam Harraz .
"Apa yang kamu lihat A?" tanya Bia pada suaminya.
Harraz menghela nafas dalam." Malam dimana kita terakhir balapan,aku lihat Queen di hadang oleh beberapa orang dan waktu itu aku ingin membatu kamu namun,aku dan Umay lihat kamu menghajar orang-orang itu dengan mudah dan tak berapa lama ada beberapa orang yang membantu Queen membereskan semua kekacauan malam itu."terang Hararz
"Jadi kamu lihat aku lawan orang-orang Black Panther?" tanya Bia dengan memicingkan matanya.
"Iya,apa kamu ada masalah dengan orang-orang itu?" tanya Harraz yang mulai cemas dengan keselamatan istrinya.
"Bukan masalah sebenarnya,yang terjadi saat itu adalah Andreas dia menganggap bahwa aku tidak memiliki keterikatan dengan salah satu geng dan anak buahnya yang menawarkan untuk aku bergabung namun,aku menolak.Jadi, mereka memaksaku untuk bertemu ketua mereka yaitu Andreas."terang Bia
"Andreas,dia yang berniat mencelakakan kamu?" tanya Harraz.
"Bukan mencelakakan,tapi..untuk membuat anggota Black Panther bertambah dan Bia menjadi target.Karena keahliannya mengalahkan Andreas di arena balap, kemungkinan besar dia pun akan mencari mu 'King' ." ucap Dewa
Harraz terkejut Dewa memanggil namanya dengan sebutan King.
" Kami tahu identitas kamu saat dimana kamu bisa mengimbangi permainan Bia di arena balap,memang kalian jodoh yah,hahaha.." ucap Dewa lagi dengan bergelak.
"Daddy harap,kamu waspada dan anak buah kamu juga, daddy tahu anak buah kamu itu sebagian anak-anak jalanan yang kamu bantu untuk kamu pekerjaan di pabrik dan beberapa bisnis kamu.Peringatkan mereka agar tidak menonjolkan diri,bersikap biasa dan yang penting untuk sementara jangan berkumpul di markas kamu."ujar Abi pada menantunya itu.
Bia yang baru tahu kalau suaminya bukan hanya sekedar jadi dosen,guru ngaji dan juga punya usaha sendiri yang katanya baru dia rintis ternyata suaminya punya beberapa bisnis yang Bia tidak tahu.
"Ternyata Aa sultan,wahhh.. beruntung banget bisa nikah sama Sultan.. hehehe." ucap Bia dengan tawanya.
__ADS_1
Mendengar ucapan Harraz sontak membuat dirinya geleng kepala dengan tingkah sang istri.Padahal dia juga anak orang kaya raya tapi, mendengar tentang suaminya dia lebih senang.
"Emang kamu nggak tahu kalau suami kamu punya beberapa bisnis di dalam dan luar negri?" tanya Vian
Dengan polosnya Bia menggeleng cepat,melihat ekspresi Bia membuat tiga sakawan tepok jidat.
"Kok bisa belum tahu Bi,emang kamu nggak cari tahu?" tanya Vian lagi.
"Bia malas Om cari informasi soal Aa,nggak tahu kenapa Bia percaya saja.Bahkan Bia pikir,Aa double job kerja karena banyak utang karena ngasih mahar wow sama Bia terus resepsi pun nggak kaleng-kaleng walaupun Bia tahu ada bantuan daddy juga abah,malas saja nanya sama A'a kerja apa saja.Cuma aku pernah nanya ke kak Umay,Job lain Aa apa,Umay bilang kerja di restauran."terang Bia
Harraz mendengar penjelasan istrinya hanya senyum-senyum saja." Jangan bilang, restaurant yang kak Umay bilang itu seratus persen punya Aa ,bukan Joint kan,terus kenapa Aa nggak cerita sama Bia, maksudnya apa coba,mau ngetes kalau Bia itu matre atau nggak," cerocos Bia membuat keempat orang dewasa itu ketar ketir kalau keduanya akan berantem.
"Nanti Aa jelasin ,keburu kamu tahu soalnya." ujar Harraz santai.
"Oh iya Raz,Daddy harap kamu segera ke Mahardika Group untuk membuat kesepakatan kerjasama.Mungkin asisten kamu belum kasih kabar, karena email pun baru tadi sore kami kirim." ucap Abi.
"Boleh kalau gitu,Vi..masukin schedule gue.Besok yang lain kasih tahu bini Lo buat re_ schedule dengan yang lain."ucap Abi.
"Oke,bisa diatur.Sebelum makan siang nggak ada jadwal apapun ."terang Vian.
"Lebih baik kalian istirahat,soal Black Panther kota bahas nanti lagi.Lagian kayaknya kamu akan stay di sini beberapa waktu Raz,kalau buat Bia kamu sudah ajukan kuliah ollnline kan,"ucap Abi
" Sudah dad,mulai besok aku mulai.Besok sambil nunggu Daddy sama A'a aku ada kelas ." ucap Bia.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
"Aa,sudah mau tidur?" tanya Bia saat melihat sang suami sudah merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
"Kenapa,ada yang mau kamu bicarakan sama A'a?"tanya Harraz balik dan duduk dengan bersandar di kepala ranjang.
Bia pun naik ke atas tempat tidur dan duduk di samping sang suami.
"Aa nggak mau cerita ke aku soal bisnis Aa,terus kenapa kamu harus rahasiakan semuanya sama aku," ucap Bia menatap wajah suaminya.
Harraz dengan perlahan menarik lengan istrinya dan merapatkan tubuh mereka dan menghadiahkan kecupan singkat pada bibir sang istri.
CUP
Bia terkejut dengan perlakuan sang suami yang tiba-tiba."Kok dikit doang ngasih kiss nya,"protes Bia pura-pura kesal padahal dia sudah deg-degan nggak karuhan.
Harraz terkekeh mendengar ucapan istrinya."Nagih yaa,nanti yah..kalau Aa ngasih yang kayak kemarin,Aa nggak akan jamin malam ini kamu bisa tidur nyenyak.Jadi,nanti Aa kasih yang lebih banyak tapi,bukan sekarang." ujar Harraz menarik hidung mancung sang istri.
"Iiihhh pelit,ya udahlah..apadaya aku sudah di tolak A'gus suami yang paling tampan se Malang.."ucap Bia dengan candaan yang buat Harraz bergelak mendengar nya.
"Jadi Aa ganteng nih,wah..bisa terbang nih karena pujian kamu.Pinter banget nyenengin hati suami sih, beruntung Aa punya istri kayak kamu,baik,cantik,pandai bela diri,pandai jaga makan minum suami,pokoknya Best.." puji Harraz pada sang istri.
"Kenapa jadi puji-puji Bia ,sekarang tugas A'a jelasin ke adek kenapa harus main rahasia-rahasia an segala."
"Sebenarnya nggak ada niat rahasiakan semuanya tapi, aku akan bilang ke kamu suatu hari nanti.Abah dan yang lain pun belum tahu soal kerjaan A'a kecuali ngajar dah kerja di restauran.Hanya Umay yang tahu Aa punya apa saja.Aa dengan teman Aa joint di Switzerland ada peternakan sapi, menghasilkan susu dan juga keju. Alhamdulillah sudah di bilang berhasil.Di sini Aa punya pabrik garment dan pabrik dan perkebunan teh yang ada di Bandung.Restaurant dan Caffe ada di Jakarta,Bandung,Surabaya,Malang ,juga Semarang.Terus,selebihnya nanti kamu akan tahu dan pastinya kamu suka.Jadi,sekarang kita tidur dan setelah memastikan kerjasama Aa sama Mahardika Group oke,sama keadaan Oma juga stabil,Aa akan ajak kamu ke Bandung ke tempat nenek." ucap Harraz
Walaupun masih belum percaya dengan apa yang dia dengar dari suaminya tentang pekerjaan yang dia punya,yang jelas Bia bernafas lega jika semua yang di berikan oleh suaminya saat pernikahan pastinya dari uang hasil kerjanya bukan hasil ngutang..
__ADS_1
Bersambung.