Karena CINTA Itu Ada

Karena CINTA Itu Ada
#Dukungan Kanfa


__ADS_3

Mendengar bunyi perut keroncongan sang istri Harraz pun langsung beranjak dari tempat tidur nya.


"Aa mau kemana?"tanya Bia melihat sang suami beranjak dari tempat tidur.


"Mau buatin kamu makanan,kamu tunggu sebentar yaa.." ucap Harraz mengelus surai hitam sang istri.


"Ikuttt.." ucap Bia dengan manja.


"Tapi,kamu harus banyak istirahat sayang,"


Bia mencebikkan bibirnya dan itu membuat Harraz akhirnya menyuruh Bia tunggu sebentar untuk mengambil kerudung instan miliknya di kamar pribadinya.


Setelah memakai hijab istantnya akhirnya Harraz dan Bia masuk ke dapur sama-sama.Terlihat para mba ndalem sudah ada yang di dapur.


"Assalamualaikum Gus,Ning.Ada yang Wati bisa bantu?"tanya Wati saat melihat Gus dan ningnya pagi-pagi buta datang ke dapur pesantren.


"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh,"jawab Harraz dan Bia.


"Mba Wati.Nggak ada kok..saya sama istri saya mau buat makanan untuk Ning Bia,soalnya baru kebangun tadi."ucap Harraz


"Apa perlu Wati bantu Gus ?" tanya Wati dengan membungkuk kan sedikit tubuhnya.


"Nggak perlu,mba terusin aja kerjaannya biar saya sama Gus Arraz yang kerjain.Cuma buat mie rebus kok."ucap Bia.


"Baiklah kalau begitu,saya pamit Gus ,Ning.."ucap Wati dan langsung meneruskan pekerjaannya meracik bumbu-bumbu untuk memasak nanti setelah subuh.


Terlihat Bia dan Harraz sibuk dengan membuat mie rebus untuk mengganjal perut Bia yang terasa lapar.


Wati dan santri yang ada di dapur melihat interaksi Bia dan Harraz membuat senyum mengembang dari para santri.Bia yang sudah terkenal dengan kebaikannya dan sifat bar bar nya juga ceplas-ceplos nya namun,membuat para santri menyukai sifat Ning nya itu.Walaupun tak ada background pesantren namun,Bia dengan jujur mengatakan jika tak bisa dan tak segan untuk minta di ajarkan bahkan dengan santriwati yang notabene nya masih menimba ilmu disana.


Bagi Bia Ilmu yang di dapat dari mana saja asal benar dan manfaat dia tak memperdulikan nya.


Sholat subuh Bia seperti biasa ikut jamaah dengan sang ibu mertua.Setelab sholat subuh tak seperti biasanya Harraz yang biasanya pulang setelah kultum kini sudah ada dirumah dan mengajak Bia untuk mengaji bersama.

__ADS_1


Dengan patuh Bia ikut dengan apa yang di perintahkan sang suami.


"Kamu kenapa sayang,apa ada yang sakit?"tanya Harraz setelah selesai mengaji bersama Bia.


"Enggak kok,aku sehat.Harusnya aku tanya kamu A' apa A'a baik-baik saja.Apa setelah beberapa waktu lalu aku melukai Aa atau teman-teman yang lainnya?"tanya Bia dengan. wajah yang tersirat kesedihan di dalamnya.


"Nggak ada yang kamu lakukan sayang,nggak ada yang terluka juga.Luka ku kan cuma sedikit.Alhamdulillag sudah mengering nih."ucap Harraz.


"Maafin aku Aa,aku memang sudah kelewat.Aku takut,aku takut kehilanganmu.Aku nggak mau kamu ninggalin aku.Aku takut mereka melukaimu bahkan melenyapkan kamu." ucap Bia dengan sudah terisak.


"Heiii..jangan ngangis,kamu nggak salah dan kita akan lalui bersama apapun yang terjadi kedepannya nanti."ucap Harraz dengan menghapus air mata di pelupuk mata istrinya.


"Aku monster A,aku jahat !!"pekik Bia menangis dalam pelukan Harraz.


"Nggak ada monster,kamu hanya perlu waktu untuk menguasai diri untuk tidak cepat emosi." ucap Harraz.


"Janji sama A'a apapun yang terjadi tolong cerita sama A'a,sekarang kamu punya Aa sakit mu juga sakit ku,bahagia kamu juga bahagia ku.Kita sudah jadi satu sayang,aku yakin kamu bisa bahagia setelah ini."ucap Harraz menghadiahi ciuman bertubi-tubi di pucuk kepala istrinya.


"Aa apa dad sudah pulang?" tanya Bia.


"Iya,aku kangen sama tuh bocah..rasanya pengen banget deket sama dia,jagain dia."


"Nanti kita ajak main ke lapangan belakang mau,hari ini Aa ada jadwal ngajar latihan berkuda."ucap Harraz.


"Wahhh,Aa jadi pelatih berkuda.Aku juga pengen banget naik kuda."ucap Bia dengan wajah ceria nya.


Harraz menerbitkan senyuman manisnya.Melihat wajah istrinya yang nampak ceria membuat Harraz merasa lega.Karena sudah ada senyuman yang terbit di bibir manis sang istri.


"Tapi kamu kan butuh istirahat sayang.."ucap Harraz


"No,no,no,aku bisa jamin semuanya baik-baik saja.Aku juga bisa bertaruh sama A'a aku juga bisa naik kuda,lihat saja nanti."


Harraz mengusap kepala Bia dengan lembut dan mengelus pipinya membuat Bia tersenyum tersipu malu.

__ADS_1


Harraz yang melihat tingkah malu-malu sang istri malah membuatnya semakin gemas dengan kelakuan istrinya itu.


...----------------...


Jam dua siang rombong Abi dan yang lain masuk ke dalam kawasan pesantren AL'FURQON.


"Assalamualaikum.."salam dari arah depan rumah Kyai Said membuat para penghuni ndalem keluar dari rumah.


"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.." sambut keluarga Kyai Said.


Bia yang melihat sang mama langsung berlari memeluk wanita kesayangan nya itu.


"MAMA !!" teriak Bia dan langsung disambut dengan hangat oleh Kiran.


Keduanya sama-sama menangis karena rindu dan langsung saja Kiran menghujani wajah putrinya dengan kecupan-kecupan kerinduan.


"Mama kangen nak,are you okey?" tanya Kiran dengan wajah cemas.


"I'm okey, tenanglah mah.."jawab Bia menenangkan hati sang mama.


Bia tahu bahwa Kiran pastinya selalu merasa bersalah dengan apa yang terjadi pada diri Bia dan sampai sekarang dia menyalahkan dirinya karena Bia mempunyai kepribadian ganda.Coba saja dulu dia tak terlalu larut dalam kekecewaan pada Abi dan lebih peka terhadap tingkah sang putri tentunya Bia tak akan menderita seperti sekarang.


"Maafin mama ya nak..hiks hiks.." benar saja Kiran terisak dengan cepat Abi memeluk sang istri dan menenangkan nya.


"Ssstttt ..sudah sayang,ini sudah suratan..dan Allah menguji hambanya tak akan pernah lebih dari kemampuan nya.Kita percaya,kita akan melaluinya dengan baik.Seperti sebelumya kita juga baik-baik saja.Sekarang sudah ada Harraz dengan adanya dia Bia tak sendiri lagi."ungkap Abi masih memeluk tubuh istrinya.


"Kakak Okey?" tanya Kanfa yang saat ini semakin terlihat lebih cold.


"Adekkkk...nggak mau peluk kakak,nggak kangen sama kakak?" tanya Bia merentangkan tangannya pada sang adik.


Dengan perlahan Kanfa pun memeluk tubuh sang kakak yang kini Bia mensejajarkan tinggi sang adik yang masih TK itu.


" Aku selalu kangen sama kakak,janji sama aku kakak akan baik-baik saja.Kakak bisa jadikan aku tangan kananmu.." ucap Kanfa dengan suara lirih dan hanya bisa didengar oleh Bia.

__ADS_1


Bia tercekat sesaat ,mendengar penuturan sang adik.Dari nada bicaranya yang begitu datar dan dingin tak selayaknya ucapan anak-anak seumuran dia.


Bersambung


__ADS_2