Karena CINTA Itu Ada

Karena CINTA Itu Ada
#Siapa di balik Teror ?


__ADS_3

"Selamat sayang, kamu hebat !!"ucap sang ibu mertua dan memberikan pelukan hangat pada Bia.


"Terimakasih umi,biasa saja umi..semua orang bisa kayak Bia kok,asalkan latihan dengan baik dan jangan punya sifat jumawa,cukup hanya kita yang tahu kemampuan kita sendiri.Karena hanya kita yang bisa mengukur kapasitas dalam diri kita.Tapi, harus bisa berusaha dengan baik dengan jalan yang baik."ungkap Bia dengan sedikit menyindir seseorang yang tak jauh darinya.


"Masyaallah Tabarakallah umi bangga dengan sifat kamu yang tidak sombong." ungkap umi Kalsum.


"Selamat Ning ku,Wati jadi penasaran apa lagi kejutan dari Ning Bia setelah ini.Pasti ada banyak bakat dan keahlian Ning Bia yang belum kita tahu." ucap Wati membuat atensi orang yang di sana melihat kearah Bia.


"Aisssttt Wati bisa saja,Bia bisa jadi ninja hatori Watii..."ucap Bia nyeneh..


"Hahaha..ninja yang suka mendaki gunung melewati lembah ya Ning.." timpal Wati.


Orang orang di sana hanya bisa geleng-geleng melihat tingkah Ning nya juga kodamnya itu.


"Sudahlah,sekarang kamu istirahat dulu.Selamat sayang ,kamu hebat.." ucap Harraz dengan kata manisnya.


"Owhhh so sweet nya A'a Gus ku ,"ucap Bia dengan mencubit gemas gadu suaminya.


Semua mata yang melihat interaksi antara Bia dan Harraz dibuat tercengang.Karena selama ini yang mereka lihat hanya seorang Gus Arraz yang tegas dan berwibawa.Tak banyak omong dan juga aura wajah dinginnya yang membuat para santri segan pada anak bungsu Kyai Said dan ibu Nyai Kalsum.


"Hadeuhhh..bisa nggak sih kakak ukhti sama A'a bro mesra-mesraan nya di kamar saja.Umay nggak kuat kalau tiap hari harus di siksa sama kebucinan kalian."keluh Umay membuat semua terkekeh geli melihat tingkah Ustadzah Umay yang terkenal sebelas dua belas seperti sang gusnya sekarang berbicara dengan nada yang begitu terdengar mengenaskan.


"Makanya nikah !!" seru Zaf kakak pertama Harraz.


"Boro-boro nikah mas'e calon istri aja belom ada," keluh Umay dengan wajah cemberut nya.


"Cari lah,gitu saja repot ." timpal Zidan kakak ipar dari Harraz.


"Lahhh..emang aku milih istri kayak milih kacang,tinggal rauk saja.Harus selektif lah.." jawab Umay tak mau kalah.


"Selektif dalam hal apa nih, kalau selektif dalam ilmu akhlak.Tuh banyak ustadzah yang masih jomblo mau aku khitbah buat kamu," ujar Aisyah.


"Kakak ini,sudahlah..kenapa jadi bahas jodoh Umay." ucap Umay melangkah pergi menuju ndalem karena acara kompetisi itu pun sudah selesai.


Melihat tingkah Umay membuat semuanya terkekeh karena baru kali ini juga melihat Ustadz Umay yang terlihat galak bisa juga merajuk.


...****************...

__ADS_1


Semua anggota keluarga Kyai Said sudah berkumpul lagi di ndalem Kyai Said.Seperti biasa Bia bersama Maira dan Gaffin bercanda layaknya ponakan dan tantenya.


"Maaf Ning,ini tadi paket yang datang."ucap seorang mbak ndalem menyerahkan kotak pada Bia.


"Oh iya, terimakasih mba," ucap Bia menerima kotak yang dikatakan paket untuk nya.


"Dari siapa sayang?"tanya Harraz pada Bia.


"Kok nggak ada nama pengirimnya,"ucap Harraz lagi.


"Mba Wati,saya minta gunting atau pisau yaa..,"ucap Bia pada Wati yang habis menyajikan teh.


"Baik Ning, sebentar,"ucap Wati dan langsung mencari benda yang di inginkan oleh Ningnya.


Bia menghela nafas panjang dan menatap dua ponakannya."Maira,Gaffin,ke kamar dulu sama mba Wati yaa..,"ucap Bia tiba-tiba.


"Lho kok kita suruh masuk kamar sih aunty,kita kan mau main,"protes Gaffin.


"Mainnya di kamar sama mba Wati,di sini mau ada omongan orang dewasa."terang Bia


Sementara yang lain menanggapi ucapan Bia dengan berbagai reaksi namun,tidak dengan Umi Kalsum dia sudah tidak tenang,"Patuhi ucapan aunty kalian,mba Wati tolong temani mereka,"ucap Umi Kalsum


"Ayok mba,aku ikut main yaa,"ucap Maira antusias.


"Iya,yuk..,mas Gus..yuk..,"ajak Wati lagi pada Gaffin.


Mau tak mau Gaffin ikut dengan Wati saat melihat sang Abi sudah ikut bicara.


"Sebenarnya ada apa nak,kok kayaknya kamu serius begitu wajah nya?"tanya Kyai Said melihat tingkah menantunya.


"Nggak ada apa-apa bah,cuma ke khawatiran Bia saja,"ucap Bia dan langsung mulai membuka kotak yang dia taruh di lantai.


"Bismillahirrahmanirrahim"


Saat Bia buka kotak itu dengan lebar,semua juga melihat sontak mereka beristighfar.


"Astaghfirullahal'adzim..

__ADS_1


Bia memejamkan matanya sejenak,dan menatap sekitarnya.Melihat ekspresi dua iparnya yang sangat syok melihat benda yang ada di dalam kotak.


"Siapa yang sudah berani meneror kamu seperti ini sayang?"tanya Harraz menatap wajah istrinya dengan serius.


"Yang jelas kaki tangannya ada di dalam pesantren ini."terang Bia dengan santai.


"Kak Umay,bisa kuburkan bangkai ayam ini?"tanya Bia pada Umay.


"Baiklah,kakak Ukhti tenang saja nanti Umay kubur.Lalu,apa kakak Umay tahu siapa yang berani melakukan ini?"tanya Umay penasaran.


"Sebentar lagi akan terlihat siapa yang berani main-main dengan anggota keluarga Al-Furqon." ucap Bia dengan nada dingin.


"Umi, seperti nya waktu Bia buka kotak itu..umi nggak kaget kayak kita,atau jangan-jangan ini bukan yang pertama buat Bia?"tanya Kyai Said menatap sang istri.


"Memang ini bukan yang pertama buat Bia,pernah ada paket seperti ini sebelumnya."ungkap umi Kalsum.


"Kenapa kamu nggak bilang sama A'a sih yang?!" tanya Harraz dengan suara yang terdengar sedikit meninggi.


"Sabar Yaz, tenangkan dirimu..bukan maksud Bia buat merahasiakan semua ini.Setidaknya umi tahu akan hal ini.Kalaupun ada apa-apa Umi tahu awalnya dari mana."ucap umi Kalsum pada putranya.


"Bukan begitu umi,Ayyaz cuma nggak mau terjadi apa-apa sama istri Harraz."ucap Harraz dengan wajah khawatir.


Sementara notifikasi ponsel Bia berbunyi.Bia segera membukanya dan melihat tingkah istrinya berubah Harraz dengan sedikit penasaran ada apa dengan Bia.


"Ada apa sayang?" tanya Harraz.


"Umay katakan pada mas santri di depan tutup pintu gerbang pesantren,sekarang !!" ucap Bia dengan wajah serius.Umay yang mendapat mandat tentu langsung menghubungi orang yang menjaga pintu gerbang pesantren untuk menutup pintu gerbang.


Bia langsung mengambil niqab nya dan berjalan menuju pintu gerbang.


Semua yang melihat Bia berjalan cepat menuju pintu gerbang semakin di buat penasaran.


"Saya sudah selesai dengan tugas saya mas,"ucap seseorang dengan jaket hitam.


"Iya sebentar mas,ada instruksi dari ustadz Umay tadi suruh coba tutup pintu gerbang.Mungkin lagi uji coba pintu baru."ucap mas santri yang mendapat giliran menjaga.


"Uji coba opo,kenapa jam-jam sibuk seperti ini?"tanya seorang perempuan berhijab lebar tak jauh dari pintu masuk pesantren.

__ADS_1


"Apa ada masalah Ustadzah ?"tanya seseorang mengagetkan keempat orang yang sedang sibuk bersitegang itu.


Bersambung.


__ADS_2