Karena CINTA Itu Ada

Karena CINTA Itu Ada
# Maaf


__ADS_3

"Gue peringatan Lo pecundang,jangan main-main sama gue.Kalau nggak gue hancurkan tubuh Lo saat ini juga..!!'


Bisakan Bia yang mengancam Badil membuat bulu kuduk Badil berdiri.Apalagi mendengar nada bicara Bia yang terdengar biasa namun penuh makna.


"Si_siapa kamu sebenarnya..Isstt?!"tanya Badil dengan terbata dan meringis kesakitan.


"Nggak perlu Lo tahu siapa gue,yang jelas kalau Lo macem-macem di pesantren ini,jangan salahin gue kalau nantinya semua yang lo punya akan hilang tanpa sisa.Apalagi adek Lo yang ada di Jakarta,jangan sampe adek Lo kena getahnya .Ingat itu..!!" ancam Bia dan langsung mendorong tubuh Badil sampai terjatuh di tanah.


"Aaaa....isssttt !!' ringis Badil dengan memegang tangannya yang sudah terluka dan terlihat tulang tangannya yang sudah tergeser


"Boss..!!"pekik beberapa anak buahnya merasa kaget dengan keadaan bossnya yang cukup mengenaskan.


"Bawa boss kalian ke Rumah Sakit ,jangan sampai kalian datang lagi kesini !!" teriak Bia dengan menatap tajam gerombolan preman itu.


Tanpa basa-basi anak buah Badil pun membawa Badil pergi dari tempat itu.


Sementara semua orang baik para santri dan Harraz ,Umay,Zaf serta Zidan masih bengong dengan pandangan yang baru saja mereka lihat.


Mereka tak menyangka jika tubuh sekecil itu mampu mematahkan tangan kekar Badil si preman berdarah dingin.


"Tutup pintu gerbangnya,kalian bisa lanjutkan kegiatan kalian lagi."ucap Bia dengan santai dan melangkah melewati suaminya yang masih bengong dengan tingkah ajaib istrinya.


" Dek,tunggu !!" seru Zaf menghentikan langkah Bia.


"Ada apa bang,apa ada masalah lagi.Abang pulanglah,kasihan kak Husna juga Gaffin.Pasti mereka khawatir sama abang.Bang Zidan juga pulanglah,mba Aisyah pasti lagi mondar mandir di rumah,kasihan dia sama Maira pasti juga nggak tenang.Semuanya bisa kembali lagi,mereka nggak bakal balik kesini lagi malam ini."ucap Bia langsung melangkah menuju ndalem.


Melihat Bia yang masuk ke dalam ndalem akhirnya Harraz pun mengecek keadaan sekitar Pesantren dengan Umay.Bukan apa-apa,dia juga harus memperhatikan wilayah pesantren.


"Aa bro, kenapa Umay jadi serem liat kakak Ukhti kayak tadi yah,"


Ungkap Umay saat berjalan berkeliling area pesantren.

__ADS_1


"Aa aja kaget ,nggak nyangka dia bisa ngelakuin itu.Badannya yang kecil bisa matahin tulang kekar milik Badil.Tapi anehnya,kayaknya Badil tadi lihat Bia kelihatan ketakutan.Kira-kira apa yang terjadi sampai Badil yang terlihat sangar,jadi melempem gitu,"


"Aku ngerasa kakak ukhti punya dua kepribadian."celetuk Umay.


Bukk💥


"Auuutttss...sakit Aa bro.."jerit Umay yang mendapat timpukan sendal dari Harraz.


"Lagian kamu enak banget ngomong nya,emang adek gemez psikopat.Ngaco kamu !!"


"Yahh,bukan gitu maksudnya Aa bro.. Menurut yang Umay lihat,kakak ukhti itu dengan pakaian tertutup dan terkesan misterius tentu membuat Umay penasaran,terus motor yang ada di garasi itu milik siapa.Itu motor, aku pernah lihat di malam balap motor terakhir kemarin."


"Astaghfirullahal'adzim,aku lupa kalau aku mau suruh kamu buat bawa Madonna ke sini,biar bisa temen si Satria."


"Hahh..siapa lagi itu Satria,Madonna kan motor Aa bro terus kalau Satria itu siapa?"


"Motor yang ada di garasi itu,motor dedek gemez namanya Satria.Aku mau jodohin Satria sama Madonna."


Ucapan absurd Harraz membuat Umay garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


...----------------...


Setelah selesai berkeliling,Harraz kembali ke ndalem dan masuk kedalam kamar nya.Di lihat istrinya yang terlihat sudah terlelap dalam tidurnya.


"Siapa sebenarnya kamu dek, kamu selalu buat aku spot jantung.Ada saja tingkah kamu yang bisa buat aku gil*."gumam Harraz membelai lembut rambut sang istri.


" Eeeeuuhhmm" lenguhan Bia memuat Harraz berdiam diri untuk beberapa detik.


Harraz mengelus dada karena merasa beruntung karena sang istri kembali tertidur.


Harraz membaringkan tubuhnya di samping Bia dan tanpa di duga Bia dengan santainya langsung memeluk tubuh suaminya itu.

__ADS_1


Bahkan yang membuat Harraz mengeram karena kelakuan tangan Bia yang nakal.Tanpa Nia sadar bahwa perbuatannya yang mengusap-usap dada bidang Harraz membuat si adik kecil yang tersembunyi selama ini tiba-tiba berubah menjadi si bongsor yang siap tarung.


"Ya Allah dedek gemez,kenapa kamu siksa aku gini yanggg..." gumam Harraz dengan mengeram menahan hasratnya yang sudah memuncak karena kelakuan wanita yang tidur dalam keadaan memeluknya erat.


Harraz yang berusaha untuk mengamankan si Otong surotong nya pun di buat makin blingsatan karena melihat tangan Bia yang tak terkendali tiba-tiba bergerilya ke perut bawah Harraz.


"Ya Allah ampunilah aku, nggak bisa aku terus bertahan buat tidak memaksa untuk meminta hak ku pada istriku ini.Tapi, kalau tiap waktu jika berdua gini dan juga kelakuan dedek gemez kayak gini,nggak bisa janji ya Allah si Otong butuh gawang yang harus di bobol."ucapan basurd itu hanya bisa di utarakan Harraz saat istrinya tertidur kalau tidak,nggak bakal sanggup Harraz menahan lagi.


Harraz yang tubuhnya makin panas dingin akhirnya dia menyerah dan langsung masuk ke kamar mandi guna mengeluarkan yang mengganjal dalam dirinya.


Saat Harraz sudah masuk ke kamar mandi barulah mata Bia terbuka dan terkekeh geli mendengar gumaman suaminya yang ternyata tingkat kemesumannya lumayan.


"Rasain,siapa suruh bikin aku kesel.Biar tahu rasa Otong surotong mu yang selalu tegak kayak tiang bendera.Keramas-keramas Lo.." gumam Bia terkekeh geli melihat tingkah suaminya yang sudah terlihat mengenaskan karena menahan hasratnya.


Tapi, sedetik kemudian dia menghentikan kekehanya mengingat kembali ucapan sang mama.


"Kamu kenapa jahat banget sama suami kamu,dia itu laki-laki normal dan butuh penyaluran.Jangan egois ,karena cinta akan berjalan beriringan dengan kamu mulai membuka hati sama suami kamu, mustahil kalian nggak ada rasa cinta nantinya.Jangan jadi istri durhaka,ingat..jika kamu sengaja menunda kamu dosa lho.Kamu bisa di laknat sama malaikat."


Pesan sang mama terngiang dalam benaknya .Saking asyiknya melamun sampai Bia tak menyadari jika Harraz sudah kembali dari kamar mandi.


Harraz sempat terkejut melihat istrinya yang sedang duduk di atas tempat tidur.Apalagi dengan posisinya Bia sedang melamun.


Harraz naik ke atas tempat tidur dan mendekati istrinya.Walaupun ragu Harraz menyentuh bahu istrinya.


Terlihat tubuh Bia terkejut dengan perlakuan Harraz lalu Bia menatap Harraz tanpa basa basi tiba-tiba Bia memeluk tubuh Harraz erat.


"Maaf.."


Satu kata yang terucap dari dua orang dengan alasan yang berbeda.


Bersambung

__ADS_1


Sudah double up yaa...


Maaf tengah malam up nya, ngerasain meriang habis Vaksin 🥴


__ADS_2