Karena CINTA Itu Ada

Karena CINTA Itu Ada
#Kena Batunya


__ADS_3

"Semalam apa Harraz,kamu sama Dini ngapain hah?!" bentak Iin pada Harraz.


Mendengar tuduhan Iin sontak Harraz memandang tajam tantenya.


"Maksud dari kata-kata tante apa yah, saya nggak paham.Saya cuma di kasih jus belimbing sama Dini dan Harraz langsung masuk kamar sama Bia.Setelah itu Harraz nggak tahu Dini kemana."ucap Harraz dengan bahasa yang sedikit meninggi.


"Jangan bohong kamu Harraz,kamu sudah macam-macam sama anak saya kan?!" tuduh Iin menunjuk nunjuk Harraz dengan marah.


"Stop Iin,kamu apa-apaan sih,nuduh orang yang tidak-tidak.Harraz masih waras yah..!!" sentak nenek Harraz.


"Maksudnya apa mah,kamu nuduh Harraz sudah melakukan yang tidak-tidak sama Dini.Kamu jangan asal nuduh.." ucap Diki sang suami menatap Iin tajam.


"*Aduh Dini kemana kamu, jangan bilang rencana kita gagal.Dasar Dini bod*h menghadapi Harraz saja nggak becus."batin Iin mengumpat habis putrinya*.


Di perkebunan teh kini sedang gempar karena menemukan tubuh perempuan yang terlihat mengenaskan karena keadaannya setengah tela*jang.


"Neng,neng..bangun neng..!!" seru ibu-ibu pemetik teh yang mencoba membangunkan perempuan yang tak lain adalah Dini.


"Aduh siapa perempuan malang ini,terus siapa yang buat dia kayak gini."ucap ibu-ibu pemetik teh.


"Kita harus bilang juragan sama RT juga RW."ucap bapak-bapak yang kerja disana.


"Nah,itu kang Dayat ."tunjuk salah satu orang yang melihat sang mandor mendatangi tempat itu.


"Kang Dayat,kesini sebentar !!" seru para bapak-bapak yang sedang berusaha menyadarkan Dini.


Juragan Dayatpun melangkah mendekati gerombolan bapak-bapak dan ibu-ibu yang sedang berkerumun di tempat istirahat.


"Ada apa ini,kok pada ngumpul disini? bukannya pada kerja,sudah siang." tegur Dayat pada para pekerja perkebunan.


Dayat yang akan melangkah mendekat ke arah tempat peristirahatan sontak di tahan oleh para bapak-bapak.


"Juragan maaf,jangan kesana !!" cegah bapak-bapak dan menahan pergerakan Dayat yang akan melangkah mendekat.


"Ada apa,kenapa kalian melarang saya buat lihat apa yang kalian lakukan di tempat ini?"


tanya Dayat mengernyit heran.

__ADS_1


"Maaf juragan ,kami tadi menemukan seorang perempuan dan keadaannya menyedihkan saat ini tak pantas untuk juragan lihat."ucap salah satu ibu-ibu yang menutupi keadaan Dini.


Dayat kaget mendengar berita yang di sampaikan oleh ibu pemetik teh.


"Kenapa kalian baru bilang saya,kalau begitu saya harus memberitahu juragan sepuh kalau ada perkara ini.Kalau tidak kita bisa kena murka.Bagaimanapun ini kawasan perkebunan milik juragan sepuh.Kalau ada apa-apa pastinya tanggung jawab ku."ucap Dayat dan langsung melangkah pergi membawa sepeda motornya ke arah rumah kakek Harraz.


...----------------...


"Jangan-jangan tante juga tahu rencana licik Dini sama Harraz sampai rante Iin bisa nuduh Harraz kayak gitu?!" ucap Harraz dengan sedikit membentak.


"Rencana,rencana apa maksudnya Harraz?" tanya Diki bingung pada Harraz.


Harraz menghela nafas panjang menatap sang tante yang sudah berubah pucat wajahnya.


"Rencana menjebak Harraz dengan obat perangsan* yang di campurkan pada jus belimbing yang di berikan pada Harraz.Apa tante tahu hal itu,apa ini semua ide Dini atau bahkan tante yang sudah merencanakan nya?!"


"Kamu jangan sembarangan nuduh ya Razana mungkin tante sama Dini berbuat begitu,kamu ngaco !!" bentak Iin dengan pandangan yang kesal menatap Harraz.


"Coba kamu ceritakan kenapa kamu bisa berkesimpulan kalau tante mu dan Dini jebak kamu?" tanya sang kakek.


Akhirnya Harraz pun menceritakan tentang kejadian semalam setelah makan malam mereka dan juga mengatakan jika Harraz meminum sedikit jus yang di buat Dini yang sudah di bubuhi obat. Setelah melihat Bia yang menuju dapur dan memberikan kode bahaya pada Harraz akhirnya Harta meminta pada Dini untuk mengambil cemilan di dapur dan dari situ Harraz menukar jus belimbing miliknya dengan jus milik Dini.


"Harraz nggak tahu ,karena Harraz pun kena efek dari obat itu walaupun Harraz minum sedikit jus itu.Dari Dini meminum jusnya Harraz di tarik masuk sama Bia karena memang Harraz sudah nggak nyaman."ucap Harraz dengan serius.


"Jadi benar kamu tahu tentang penjebakan ini,Hahh !!" bentak Diki mencengkram lengan istrinya.


"Ma_masss..sakit," rintih Iin saat mendapatkan perlakuan kasar dari suaminya.


"Kenapa kamu begitu kejam sama keponakan kamu sendiri In,Harraz keponakan aku dan itu artinya dia juga keponakan kamu !!" sentak Diki menghempaskan tubuh Iin begitu saja sampai Iin pun terjatuh di lantai.


"Aaaaa..!!" jerit Iin saat jatuh terduduk di lantai.


"Astaghfirullahal'adzim..!!"


teriak Harraz ,nenek dan kakeknya yang melihat Diki murka.


Baru kali ini mereka melihat Diki marah dan begitu menakutkan.

__ADS_1


"Kamu jahat tahu nggak In,kenapa kamu jadi begini Hahh?!!" bentak Diki dengan menarik rambut Iin kencang.


"Auwwtttsss..sakit bang,sakit ."rintih Iin saat merasakan sakit pada kepalanya.


"Kamu keterlaluan In,ibu macam apa yang dengan sengaja mengajarkan anaknya berbuat jahat !!"


Harraz dan kakek juga nenek tidak bisa melakukan apa pun.Kakek Harraz tahu jika putra angkatnya itu adalah tipe orang yang tidak bisa kompromi jika ada yang berbuat kesalahan dalam keluarganya.


Tok tok tok


Saat di dalam rumah juragan sepuh kisruh tiba-tiba ada ketukan pintu membuat Diki menghentikan kemarahannya.


"Diki,stop..mungkin itu Dini pulang."ucap nenek Harraz menenangkan putranya.


"Aku malu Bu dengan sifat istriku yang Dajjal ,malu sama ibu ,ayah juga Harraz.Aku gagal mendidik istri dan anakku..hiks hiks.."ucap Diki dengan perasaan kecewa dan sedih karena mengingat kebaikan keluarga angkatnya itu.


Harraz pun langsung menuju pintu depan dan membuka pintu rumah.


"Kang Dayat,kok tumben jam segini sudah datang.Apa ada masalah?" tanya Harraz karena melihat wajah Dayat yang terlihat panik.


"Aden,maaf saya ada berita penting kalau ada kejadian menggemparkan warga desa."ucap Dayat dengan wajah panik.


"Tarik nafas dulu kang, hembuskan.Lakukan tiga kali baru kang Dayat bisa cerita ke saya."ucap Harraz mengintruksikan .


Dayat pun mengikuti apa yang di katakan oleh tuan mudanya.


"Nah,udah tenang..sekarang boleh ngomong "ucap Harraz lagi.


"Begini tuan muda,saya kesini atas nama warga karena mereka menemukan perempuan yang tertidur di tempat istirahat dengan keadaan setengah bug*l." ucap Dayat pada Harraz.


Deg.


Semua yang baru saja melangkah ke ruang tamu dan mendengar kata-kata Dayat membuat semuanya terkejut.


"Kamu nggak ngada-ngada kan Yat?" tanya kakek Harraz dengan melangkah mendekati Dayat dan Harraz.


Rupa Iin sudah terlihat pias,pikirannya melayang ke anak nya satu-satunya.Dia terus berdoa kalau orang yang di temukan para warga bukanlah Dini anaknya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2