
" Apa ada yang mau di jelasin ke Bia,A?" tanya Bia pada suaminya.
Harraz tersenyum menimpali ucapan istrinya.
"Jangan banyak pikiran,makan apa yang mau kamu makan di restoran ini. Alhamdulillah ini salah satu usaha Aa di Jakarta."ucap Harraz dengan mengelus kepala istrinya yang terbalut Khimar.
"Memang kalau punya suami misterius begini rasanya ya,ada aja kejutan yang bikin jingkrak-jingrak."celetuk Bia mencebikkan bibirnya.
"Hahaha,kamu ini ada-ada saja."ucap Harraz membelai lembut pipi sang istri.
Setelah masuk ke private room memang yang di lakukan Bia membuka niqab nya,Bia memang baru membuka niqab nya di antara orang-orang yang sudah lama dia kenal,walaupun memang mereka tiga sekawan bukan mahromnya hanya mereka dan keluarga Harraz yang melihat wajahnya selain itu Bia akan menggunakan niqabnya lagi.
Bia memang sudah mengakui pada suaminya awal dia memakai niqab guna memanipulasi musuh-musuh mereka.
"Mayoritas fuqaha baik dari Mazhab (Hanafi, Maliki, Syafi'i,Hambali) berpendapat bahwa wajah bukan termasuk aurat Jika demikian Wanita boleh saja menutupi wajahnya dengan dan Cadar dan boleh membukanya" ( sumber : Google)
Jika meyakini bahwa cadar atau niqab itu wajib itu pun tidak apa-apa.Semua itu kembali lagi ke dalam diri masing-masing.
"Tenang saja,suami kamu bisa diandalkan dan punya bisnis yang berkembang sangat pesat.Sejujurnya Daddy bangga sama kamu,karena kamu bisa membangun bisnis kamu tanpa harus minta bantuan orang tua kamu dan kebanyakan anak sekarang hanya tinggal meneruskan usaha orang tua nya." terang Abi
"Termasuk Daddy dong," sindir Bia.
"Kasus Daddy beda sayang,susah payah Daddy mengembalikan Mahardika Group pada pemilik aslinya.Uyutmu terlalu membuat Daddy kalang kabut,untung AK Company bisa atasi semua nya dan juga menemukan siapa saja yang berhak atas Mahardika Group."ungkap Abi
Harraz hanya menyimak penjelasan mertuanya itu tanpa berniat untuk tahu lebih jauh.
Tak lama semua sudah berkumpul dan mereka pun menikmati hidangan yang spesial dari restaurant mewah tersebut.
"Permisi Pak Harraz ada sedikit kendala dengan klien kita yang akan menyewa tempat ini untuk acara pertunangan." ucap Seorang Manager restaurant.
"Kenapa memangnya ?" tanya Harraz menatap sekilas orang nya itu.
"Mereka minta potongan harga pak,"ucap sang Manajer.
"Saya sudah bilang kasih diskon 5% ." ucap Harraz.
"Mereka minta tolong ditambah diskon hingga 20% pak,dengan kesepakatan endorse."
"Kita nggak ada kesempatan untuk endorse Herman." ucap Harraz menahan kesalnya.
__ADS_1
"Sebaiknya kamu temui dan jelaskan A,"ujar Bia pada suaminya.
Harraz pun mengangguk dan pamit untuk menemui klien nya yang akan menyewa tempatnya untuk acara pertunangan.
"Selamat siang tuan." sapa Harraz pada dua orang yang sedang duduk di salah satu bangku restaurant nya.
"Siang,anda pemilik restaurant ini.Kenalkan saya Cassandra dan ini kekasih saya Junior."ucap perempuan itu dan mengulurkan tangannya pada Harraz dengan senyuman manisnya.
"Maaf, saya Harraz owner restaurant ini."ucap Harraz dengan hanya menangkupkan kedua tangannya di depan dadanya dengan sedikit mengangguk kan kepala tanda hormat.
"Cih,sombong sekali pria ini.Masa dia Jak salaman aja kayak jual mahal.Nggak tahu apa,siapa gue."batin Cassandra tetap mode muka duanya.
"Saya dan calon suami saya sepakat akan membuat acara disini.Tamu-tamu yang datang pun bukan orang sembarangan.Mereka yang datang dari kalangan jetset. Saya siap menerima endorse juga jika anda butuh bantuan kami untuk promo tempat ini supaya lebih di kenal.Tenang saja ,saya nggak akan matok harga tinggi kok.Lagi pula saya hanya minta endorse sekitar 20-30% dari biaya kami menyewa tempat ini." terang Cassandra.
Cassandra salah satu Influence yang sudah banyak pengikutnya dia juga seorang model dan juga bintang iklan yang sudah sering muncul di TV.
"Nona Cassandra maaf,untuk sementara kita tidak bisa melakukan endorse pada pihak manapun karena memang sudah ada beberapa rekan selebriti yang sudah bekerja sama dengan kami selama ini.Kami dari pihak restaurant ini minta maaf dan menolak niat baik nona Cassandra namun,sebagai hadiah pertunangan anda pihak kami kasih diskon 5% untuk anda." terang Harraz pada Cassandra.
"Wahh,anda akan rugi lho melewatkan kesempatan yang ada."ucap Cassandra dengan wajah yang terlihat penyesalan.
"Sandra,sudahlah kalau pun sudah kamu putuskan untuk mengadakan acara disini tinggal kamu bayar.Lagian kamu lakukan disini biar nggak kalah sama Camelia saudara kamu kan," ucap Junior pada Cassandra.
"Om Abi."
"Pak Abi."
"Daddy.."
Mereka memanggil dengan sebutan yang berbeda saat melihat Abi dan Kiran serta Kanfa yang ada di gendongan Abi.
"Lho Juno,kamu ngapain kesini?"tanya Abi dengan micingkan matanya.
"Kak Junior Daddy bukan Juno."ucap Kanfa membenarkan panggilan pada Junior.
"Lha panggilan Daddy dari dulu itu asal kamu tahu, kamu belum jawab pertanyaan saya, kamu ngapain disini?"
"Kami disini mau sewa tempat ini untuk acara pertunangan pak Abi."Cassandra dengan cepat menjawab pertanyaan Abi dengan wajah bangganya.
"Kamu mau tunangan Jun?"tanya Kiran
__ADS_1
"I_iya tante,"jawab Junior dengan wajah yang terlihat sangat tak enak hati.
"Wah selamat ya,semoga semua lancar.Oh iya Raz mama sama Daddy juga yang lain pamit yah, Bia masih di dalam sana.Kalian hati-hati pulangnya."ucap Kiran pada menantunya.
"Iya mah,dad,kalian semua juga hati-hati."ucap Harraz.
"Mama,aku mau sama kak Arraz juga kak Bia dong.."ujar Kanfa dengan wajah memelasnya.
"Nggak ada,kamu harus istirahat.Nanti malam masih bisa ketemu sama kakak juga."tolak Abi pada putra bungsunya itu.
"Yahhh...nggak Aci nih Daddy."ucap Kanfa dengan mencebikkan bibirnya.
"Kanfa harus nurut sama mama juga Daddy, nanti kakak akan belikan yang Kanfa mau deh,Oke," bujuk Harta pada adik iparnya itu.
"Oke,beliin aku red Velvet dari toko kue aunty Asti ." pinta Kanfa dengan binaran di wajahnya.
"Iya,nanti kakak beliin."ucap Harraz.
Akhirnya mereka pun pergi dari restaurant Harraz kembali ke kantor kembali.
"Anda ini apanya pak Abi ?"tanya Cassandra dengan pandangan menyelidik.
"Saya..
"A'Gus Ayyaz.." panggilan seseorang membuat ketiganya menoleh pada sumber suara.
"Sayang,kamu nyusul kesini?"tanya Harraz menatap kearah istrinya dengan penuh kelembutan.
"Iya habisnya lama,Lho Juno kamu disini.?!" tanya Bia dengan sedikit terkejut.Untung saja wajahnya tertutup niqab jadi tak terlihat ekspresi Wajah Bia yang sudah terlihat berubah.
"Kamu kenal tuan Junior sayang,"
"I_iya A,dia kakak senior ku dulu.Apa kabar kan Juno, walaupun wajah aku tertutup gini masih inget suara ku kan,"ucap Bia
"Bi ini kamu Bi,"ucap Junior yang reflek langsung berdiri dan ingin memeluk tubuh Bia .
Namun sayang, pergerakan nya langsung terhenti saat dengan cepat Harraz menghadang tubuh nya.
Bersambung
__ADS_1