
Bia sudah kembali dan Safitri menghilang.Harraz dengan cepat mengintruksikan untuk mengirim ma*at orang suruhan Black Panther ke pemiliknya dan membawa Hilya langsung ke Rumah Sakit untuk mendapatkan penanganan.Serta Bia juga di bawa ke Rumah Sakit untuk melakukan perawatan.
Bia terlihat sangat pulas tertidur diatas brangkar dan begitu damai.
"Pak Harraz,maaf apa bisa saya bicara?" tanya dokter yang menangani Bia.
"Iya bisa dok, silahkan,"ucap Harraz.
Kebetulan umi dan abahnya sudah ada di sana juga jadi Harraz meminta untuk menjaga Bia sementara waktu.
Di dalam ruangan praktek sang dokter Harraz dan dokter yang menangani Bia kini berada.
"Bagaimana dok,apa ada yang serius pada istri saya ?" tanya Harraz
"Saya sudah tahu riwayat tentang semua yang diderita nyonya Bia dan sejauh ini aman pak,tapi..ada hal penting dan harus di perhatikan oleh keluarga dan terutama bapak suami nyonya Bia."
"Apa itu dok?" Rasanya begitu takut kalau terjadi sesuatu pada Bia.Harraz pasti merasa bersalah akan hal itu.
"Ini berita baik pak,bukan berita buruk.Melihat keadaan nyonya Bia yang sempat terlihat syok dan juga kacau pikiran nya saya sarankan jangan biarkan nyonya Bia terlalu stress dan juga lelah karena,itu akan mempengaruhi kandungan nya." ucap sang dokter.
"Hah..ka_kandungan,maksud dokter,istri saya mengandung?"tanya Harraz menatap wajah dokter dengan seksama
"Iya pak,apa bapak belum mengetahui hal ini,apa nyonya Bia tidak merasakan tanda-tanda seperti orang hamil, seperti morning sickness atau sebagainya?"
"Tidak dok,cuma memang istri saya suka aneh,suka yang ekstrim dok.Saya kira itu biasa karena dia memang seperti itu suka aneh-aneh."ucap Harraz dengan polosnya.
Di tempat dimana Abi dan Kiran berada di rumah itu kembali heboh dengan berita Bia yang sudah membalas siapa orang suruhan Black Panther dan juga Bia yang masuk RS serta Abi dengan kelakuan nya yang membuat pusing papa mamanya juga istrinya.Karena setiap hari Abi akan minta*h-munta* saat pagi dan nggak mau makan nasi.
"Mas kamu yakin mau ke ikut ke Malang,kamu nggak lemes lagi?"tanya Kiran yang terlihat sangat mencemaskan suaminya.
"Aku nggak papa sayang,mual ku juga sudah hilang hanya pening saja."ucap Abi saat mereka ada di meja makan.
Dua minggu ini Abi hanya bisa terima makanan cuma macam buah dan jus saja selebihnya perutnya tak bisa menerima makanan apapun lagi.
"Aneh banget kelakuan kamu Bi,kayak orang ngidam saja," celetuk sang mama.
Abi dan Kiran saling pandang
"Kamu hamil lagi yang?"tanya Abi spontan.
"Ah nggak deh,kan aku baru kelar haid mas.." ujar Kiran.
__ADS_1
"Hadeuhhh...kenapa sih aku gini banget.Kayak waktu kamu hamil...
"Bia !!" seru Kiran dan Abi bersamaan.
"Bia, maksudnya?" tanya Opa Beni.
"Kamu mau punya cicit papa.."ucap Oma Fitri pada suaminya.
"Kalau mama sama papa punya cicit kita punya cucu dong sayang.."ucap Abi dengan bod*hnya.
"My be..yang jelas kita harus perjelas.Kalau benar Bia hamil,fix anak Bia itu keturunan kamu dad.." cibir Kiran
"Kalau gantengnya nggak papa,tapi..kelakuannya jangan." ujar Oma Fitri menimpali ucapan menantunya.
"Jadi aku punya adek lagi dong,nasib ku banyak banget adik.."celoteh Kanfa membuat Abi mengelus rambut putranya.
"Tapi,Kanfa sayang kan kalau baby kakak lahir?"tanya Abi pada putra bungsunya.
"Pasti dad,aku akan buat dia jadi Patner kerja ku." jawab Kanfa santai.
"Patner kerja, maksudnya apa ?' tanya Kiran.
Sementara Kanfa langsung menutup mulutnya yang sempat keceplosan ngomong.
"Jangan bilang Piglet Big itu kamu Kanfa ?!" tanya Abi dengan nada tegas.
"Sorry,aku ingin bantu kakak aja dad..om sama tantenya lama ngerjain nya." ujar Kanfa memberikan alasan.
"Lalu kamu juga yang main-main di system' perusahaan juga, Astaghfirullahal'adzim Kanfa..kamu buat Om Dewa frustasi tahu nggak,lalu apa yang kamu dapat,hemm?" tanya Abi yang saat ini sudah dalam mode serius.
" Yang aku tahu, seorang dari wilayah pesantren ada yang membuat akses untuk meneror kakak karena Andreas mempunyai kesempatan dengan dia,wanita itu ingin menyingkirkan kakak dan menargetkan Abang ipar jadi suaminya lalu Andreas yang jaga ingin merekrut Abang ke Black Panther." ungkap Kanfa.
"Kamu tahu dimana Andreas berada?"tanya Abi pada putra kecilnya.
"Tahu dad,semuanya sudah bersiap.Tinggal tinggal tunggu instruksi buat serang mereka."jawab Kanfa dengan santai.
"Kanfa ,kamu tahu artinya bahaya kan..dari mana kamu tahu soal begituan. Lalu kamu disuruh sama siapa sampe berani melakukan semua itu?" tanya Kiran pada Kanfa.
Akhirnya Kanfa menceritakan dari awal dia menjalankan semua aksinya dari dia menemukan folder tentang Black Diamond di laptop sang kakak sampai akhir dia dan kakaknya selalu terhubung satu sama lain sampai di hari dimana Bia membalaskan semuanya.
"Pasti Safitri muncul lagi." ucap Abi
__ADS_1
Mendengar cerita Kanfa tentu Abi tak tinggal diam akhirnya mengintruksikan anggota Black Diamond untuk segara bersiap untuk menaklukkan Black Panther untuk kedua kalinya.
...****************...
Setelah mendengar penjelasan sang dokter Harraz dengan buru-buru menuju ke ruangan rawat Bia. Tanpa mengetuk dan juga tanpa mengucapkan salam Harraz langsung menerobos masuk ke dalam kamar rawat istrinya.
Di ruangan itu sudah penuh dengan keluarga Kyai Said .Harraz tanpa menghiraukan teguran dari kakak-kakak nya juga umi dan Abahnya dia langsung memeluk istrinya yang sedang ngobrol dengan uminya.
Harraz menangis dalam pelukan Bia dengan sesegukan.Semua orang bingung dengan sikap Harraz dan mempertanyakan ada apa yang terjadi sebenarnya.
"Aa',are you okey?" tanya Bia yang masih di kungkung oleh suaminya dengan pelukan erat dan masih terdengar isakan Harraz.
"Ayaz,kamu kenapa nak...jangan begini,kasihan badan istri kamu pasti berat." ucap umi Kalsum.
Harraz dengan cepat melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya dengan kasar.
"Maaf,maafin Abi yaa...dia nggak papa kan sayang," ucap Harraz dengan mengelus perut istrinya yang masih rata.
Semuanya bingung dengan sikap Harraz yang terlihat aneh.
"Aa' kenapa , terus kenapa Aa elus perut aku?"tanya Bia dengan polos.
"Aa' jangan buat adek takut deh,ada apa sebenarnya?" tanya Bia makin penasaran.
"Sayang,selama ini kamu merasa perubahan sama diri kamu nggak? maksud Aa kamu ngerasa mual atau pusing-pusing tanpa sepengetahuan Aa?' tanya Harraz mengecat Bia dengan pertanyaan yang buat pusing otak kecil Bia.
"Ayaz,kamu jangan buat istri kamu bingung.Apa dugaan umi nggak salah soal istri kamu.Apa dokter bilang kalau kalian sebentar lagi mau jadi orang tua?" tanya Umi Kalsum yang menyebar putranya.
Harraz mengangguk mengiyakan dan sedetik kemudian diruangan itu terlihat riuh dan juga ajang menangis bahagia.
"Aa' ,benaran Bia hamil?" tanya Bia memastikan.
"Iya sayang, disini ada bibit premium Aa..yess,nggak sia-sia trik Daddy di turunin ke Aa.." ceplos Harraz dengan kata-kata absurd nya.
Semua mendengar ucapan Harraz tentu saja kaget karena baru kali ini Harraz melakukan hal yang terlihat sangat absurd.
Bia pun menangis haru mendengar berita bahagia itu dan memeluk suaminya dengan erat.Harraz mencium kening,pipi, seluruh wajah istrinya dan juga perut rata Bia yang menjadi tempat calon penerus mereka.
Bersambung.
Haiii...sampai di bab ini kita bahagia,akan tiba saatnya berpisah dengan Bia dan Harraz.
__ADS_1
Perlu peneruskah Black Diamond ?
Price atau princess yang akan menjadi penerus?